
Jam menunjukkan jam Empat sore, Fany baru saja menunaikan Shalat Ashar, sementara Kakek dan Neneknya terlihat sibuk, Fany pun menghampirinya dan mencoba membantunya.
"Nek, ada yang bisa Ku bantu?" tanyanya.
"Gak usah, lebih baik Kamu istirahat," jawabnya sambil menyuruh Fany kembali ke kamarnya.
"Fany gak enak lihat Kakek dan Nenek bekerja sendiri," ujarnya.
"Gak apa-apa, Kamu perawatan saja karena sebentar lagi Kamu akan menikah, Nenek ingin melihat Kamu cantik di hari bahagia mu nanti," jelas Nenek.
"Hehe, Nenek bisa saja," ucapnya tersipu.
"Kamu akan tahu, karena hari Pernikahanmu menjadi saat yang takkan Kamu lupakan seumur hidupmu," jawabnya.
"Fany tau Nek, tapi ijinkan Fany membantu Nenek," ujarnya.
__ADS_1
"Gak usah, Kamu gak boleh capek, sekarang Kamu mandi," ucapnya tegas.
Fany hanya tersenyum simpul dan langsung menuju Kamarnya, pikiran Fany bergejolak semua perasaan bercampur aduk jadi satu, antara bingung, senang, sedih dan takut. Fany Istighfar berkali-kali dalam hatinya mencoba menerima keputusan ini yang mungkin Allah telah memberikan yang terbaik untuknya, ia pun memandangi dirinya di depan cermin, wajahnya nampak cantik meski tak ada bedak yang menempel di wajahnya, pikirannya campur aduk, ia terus berdoa dan meyakinkan dirinya bahwa segala sesuatunya itu telah di atur olehnya yang Maha menghendaki.
Setelah Shalat Magrib Fany membaca Alquran dengan suara lirih yang selalu menjadi kegiatan rutinnya, tiba-tiba Neneknya muncul dibalik pintu lalu tersenyum kepada Fany.
"Nenek sangat bersyukur kepada Allah karena telah dianugerahi seorang Cucu yang Cantik dan Sholehah," ucapnya memuji.
Fany hanya tersenyum membalas pujian Nenek yang dicintainya itu, ia pun melihat pancaran kebahagiaan di mata Neneknya dan ia tak ingin meredupkan sinar kebahagiaan itu.
"Sesungguhnya Dia hanya akan memberikan kebahagiaan serta kenikmatan kepada hamba-hambanya yang beriman, bahkan sekalipun itu berupa hal yang menyakitkan ataupun cobaan namun akan selalu ada kenikmatan," jawabnya haru.
"Fany tidak menginginkan Pesta besar sebagai perayaan hari paling bersejarah dalam hidupku, Fany hanya perlu Doa dari Orang- Orang yang menyayangiku serta seorang Laki-laki yang sangat kucintai, itu sudah menjadi hal paling mewah yang sebesar apapun jumlah Uang takkan mampu membelinya," ujarnya.
Fany pun menangis haru lalu memeluk dan menciumnya, Neneknya pun tak kuasa menahan air matanya, ia kagum pada pendirian dan kesabaran Cucu satu-satunya itu yang dengan tulus ikhlas tetap mencintai dan menerima Papa Aksa sekalipun sudah memiliki seorang Anak dari buah Pernikahannya dengan Istri pertamanya, yang akhirnya berujung pada ikatan suci penuh Rahmat Sang Illahi Rabbi.
__ADS_1
"Kita Sholat dulu yok,' ucap Nenek lembut.
"Iya Nek," jawab Fany.
Mereka pun bertakbir serta bersujud penuh syukur atas kemurahannya, Nenek Fany pun memohon agar Rumah tangga Cucu kesayangannya itu dengan Papa Aksa kelak selalu Barokah.
Tak terasa air mata kebahagiaan menetes di pipi Fany, Neneknya pun mengusapnya dengan lembut.
"Kenapa Kamu menangis? apa ada yang salah dengan ucapan Nenek?" tanyanya.
"Tidak Nek, air mata ini menetes karena Fany tak mampu menahan rasa bahagia serta rasa syukur karena akhirnya Allah mengabulkan Pintaku, mengirimkan seseorang dan membawa ku ke Istana yang bertaburan dengan Cinta serta curahan Rahmatnya dan menerima Fany dengan segala kekuranganku," jawab Fany.
____________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
__ADS_1
"