Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 73 visual


__ADS_3

Fany dan Papa Aksa nampak begitu akrab, saat menuruni anak tangga tangan mereka saling berpegangan tanpa menghiraukan Orang disekelilingnya.



Senyum tawa menghiasi bibirnya, seakan tidak ingin berpisah satu sama lain itu terlihat dari eratnya genggaman tangan Papa Aksa dan Fany dengan sorot matanya yang penuh dengan untaian kata-kata cinta yang diungkapkan melalui tatapan matanya yang berbinar-binar.



Dengan manja Fany melangkah bersama menuju parkiran dengan hati berbunga-bunga tanpa memikirkan perkataan Orang lain saat memamerkan kemesraan di depan para kerabatnya.


"Om, lihat mereka menoleh kearah kita," ucapnya manja.


"Biarkan saja, apa kata mereka yang penting Kita tidak merugikannya," jawabnya tegas.


Dunia seakan berpihak denganya, menikmati kebersamaan yang lama dinantikan oleh dua insan yang sedang dimabuk cinta itu, setelah tiba diparkiran Papa Aksa membukakan pintu Mobilnya dan menyuruh Fany untuk duduk disampingnya.


"Silahkan masuk Tuan Putri," ucapnya tersenyum.


"Terimakasih Tuan," jawabnya sambil membalas senyumannya.


Papa Aksa pun melajukan Mobilnya dengan pelan, ia ingin berlama-lama dengan pujaan hatinya untuk melepas rindu yang lama ia pendam, sesekali Papa Aksa melirik Fany dengan mesra sambil menggenggam jemarinya dengan lembut.


"Sayang, Om ingin selamanya Kita bersama hingga maut memisahkan kita," ucapnya tegas.


"Mudah-mudahan Om," jawabnya manja.


Fany yang pertama kali mengenal cinta, membuatnya mabuk kepayang dan sejenak ia melupakan semua masalah yang menghadang didepannya, cinta dan kasih sayang yang ia dapatkan dari Papa Aksa membuat Fany yakin bahwa Papa Aksa adalah jodoh yang disiapkan oleh Tuhan untuknya, sementara Papa Aksa senyum-senyum sendiri sebagai luapan kebahagiaan yang tiada terkira saat bersama orang yang sangat dirindukannya.


"Bisa gak temani Om, beli baju," tanyanya.


"Bisa Om," jawabnya.


Papa Aksa pun memasuki salah satu butik yang sangat terkenal di kotanya.

__ADS_1


"Yok, Kita masuk," ucapnya sambil membuka pintu Mobilnya.


"Iya Om," jawabnya singkat.


Mereka pun memasuki Butik sambil bergandengan tangan, seumur-umur Fany baru pertama kali menginjakkan kaki di Butik yang sangat mewah, membuat ia kagum dengan semua fasilitas yang disediakan untuk para pengunjung.


"Mewah banget ya Om," ucapnya kagum.


"Iya, ini Butik yang paling terkenal dengan kwalitasnya," jawabnya singkat.


"Pantas pengunjungnya ramai," lirihnya.


"Pilihlah mana yang Kamu suka," ucapnya.


"Gak Om, Fany masih punya baju," jawabnya.


"Om, sangat kecewa kalau Kamu menolaknya," ucapnya lembut.


"Disini pasti mahal Om," jawabnya.


Dengan malu-malu Fany pun mulai memilih Baju yang ia sukai, hingga matanya tertuju pada Gaun merah maron yang di pajang di patung, Fany pun mendekatinya sambil melihat Bandrolnya dengan harga Dua juta tiga ratus ribu.


"Ya ampun, mahalnya," gumamnya sambil meninggalkannya.


Ternyata Papa Aksa memperhatikan gerak-geriknya dan langsung menghampirinya.


"Kamu suka?" tanyanya.


"Gak Om," jawabnya ketus.


Papa Aksa langsung memanggil salah satu Karyawannya.


"Mbak, tolong ambilkan ini," perintah Papa Aksa.

__ADS_1


"Iya Pak," jawabnya.


Karyawan Butik mengambil Gaun nya dan mengantarkan Fany kekamar ganti.


"Gaunnya bagus loh Mbak, pasti cocok," ucapnya.


"Bagus tapi mahal Mbak," jawabnya.


"Iya, tapi sesuai dengan kwalitasnya Mbak," ujarnya.


Fany pun memasuki ruang ganti, dan mencoba Gaun Merah maron itu, sementara Papa Aksa dengan sabar menunggu Fany keluar. Setelah beberapa menit ia pun keluar sambil mengenakan Gaun merah maron itu, Papa Aksa pun kagum saat melihat Fany keluar membuat matanya tidak berkedip melihat lekukan tubuhnya yang gempal itu.


"Kamu sangat cantik bak seorang Putri," ucapnya memuji.


"Om bisa saja," jawabnya tersipu.


"Mbak, sangat cantik," balas Karyawan Butik.


"Tapi Gaunnya sangat mahal," lirihnya.


"Harga gak masalah, yang penting Kamu cantik," ucap Papa Aksa sambil menatapnya dalam-dalam.


"Tolong, bungkus ya Mbak," ucapnya.


"Iya Pak," jawabnya.


Fany sangat senang, saat Papa Aksa membelikan Gaun dengan harga yang sangat mahal itu.


"Terimakasih ya Om," ucapnya.


"Itu tidak seberapa dengan semua kebaikanmu," Jawabnya senyum menghiasi bibirnya yang tipis.


___________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏


__ADS_2