Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 78


__ADS_3

Rasa cinta dan takut kehilangan membuat Papa Aksa ingin cepat-cepat menikahi Fany, Gadis cantik dan baik hati yang mampu membuatnya bertekuk lutut, dan melakukan apa saja demi untuk mendapatkannya.


"Fany, apa Kakek dan Nenekmu merestui hubungan Kita?" tanyanya hati-hati.


"Awalnya Kakek dan Nenek, tidak merestui hubungan ini, karena masalah umur yang terpaut jauh, namun lama-kelamaan akhirnya luluh juga setelah melihat Fany lebih bahagia dan menjadi lebih baik," tuturnya tersenyum.


"Alhamdulillah, Om sempat kwatir kalau Kakek dan Nenekmu tidak merestui hubungan Kita," ucapnya.


"Kakek dan Nenek tidak mengekang apa yang menjadi pilihan Fany, masalah pasangan diserahkan ke Fany yang terpenting seiman dan membawa kejalan yang baik," jawabnya tegas.


"Om, sangat bahagia mendengarnya," lirihnya sambil menggenggam kedua tangan Fany dengan eratnya.


"Fany juga begitu Om," ucapnya.


"Bagaimana kalau Bulan depan Kita Menikah?" tanyanya.


Fany terkejut sambil menatapnya dalam-dalam, mendengar ucapannya yang membuat tubuhnya tiba-tiba berkeringat.


"Menikah?" ucapnya ketus.


"Iya, Om gak mau menunggu waktu lagi," jawabnya.


"Bagaimana dengan Keysa Om?" tanyanya.

__ADS_1


"Tenang saja semua akan baik-baik saja," jawabnya tegas.


"Fany, ingin Keysa merestui hubungan Kita Om, karena Fany sangat menyayanginya sebelum Om hadir dalam hidupku," lirihnya.


"Om tau itu, Keysa pasti merestui hubungan Kita," ucapnya.


"Bagaimana kalau Keysa tidak merestuinya Om?" tanya Fany.


"Keysa adalah Anak baik, pasti melakukan apa saja untuk membahagiakan orang tuanya," jawabnya yakin.


Perbedaan beda usia yang lebih sering dikira sebagai Ayah dan Anak ketimbang Suami Istri ini sekarang telah mendapat dukungan dari Kakek dan Nenek Fany, sementara Keysa masih menentang keinginan Papanya untuk menikah lagi, tapi ia tidak mampu untuk mengatakannya secara langsung takut Papanya marah dan kecewa. Sementara Papa Aksa sangat yakin kalau Keysa merestui pernikahannya dengan Fany mengingat Keysa adalah seorang Anak yang patuh kepada Orang tuanya.


"Om sudah cerita tentang hubungan Kita pada Keysa?" tanyanya dengan ekspresi wajah yang lebih serius.


"Terus, apa jawabnya Om?" tanya Fany dengan tidak sabar mendengar jawaban Keysa.


"Keysa, belum menjawab tapi dari raut wajahnya ia pasti merestuinya," jawabnya.


"Berarti Keysa, belum merestui hubungan Kita Om, karena belum menjawab pertanyaan Om," ucapnya tegas.


"Tapi Om sangat yakin, Keysa pasti merestui hubungan Kita," jawabnya.


"Belum tentu Om! Fany mau menikah dengan Om, kalau Keysa sudah merestui hubungan Kita, karena Fany tidak mau menikah dengan Om tanpa restu dari Keysa," ucapnya dengan pipi merah semu melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


Papa Aksa mengangkat wajah Fany yang sudah sudah tersulut emosi, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Fany dengan tatapan sendu.


"Om, sangat ketakutan kalau Kamu marah," ucapnya.


"Bukan marah Om, tapi Fany mengucapkan yang sebenarnya," jawabnya.


"Percayalah, Om akan membicarakannya lagi dengan Keysa," lirihnya.


"Oke, tapi awas kalau Om bohong," ucapnya tegas.


"Iya, Om akan menuruti semua keinginanmu, asal Kamu senang dan bahagia," jawabnya sambil membelainya dengan mesra.


"Itu memang harus Om lakukan, karena Keysa adalah Anak Om satu-satunya dari buah cinta Om dengan Tante Retno,"lirihnya.


"Rasa kasih sayangmu yang tulus dengan Keysa,membuatku semakin mencintaimu dan takut kehilanganmu, karena Om tau bagaimana sakitnya saat kehilangan Orang yang sangat Kita Cintai dan Om tidak ingin kehilangan untuk yang ke dua kalinya," ucapnya sedih.


"Tapi restu dari Keysa, sangat perlu buat ku Om, karena Fany tidak ingin hidup satu atap tapi saling membenci," jawabnya.


"Iya, Om akan membicarakannya lagi dengan Keysa," ucapnya tegas sambil menatapnya dengan penuh Cinta.


_______________________________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏

__ADS_1


__ADS_2