Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 86


__ADS_3

Walau menjalin hubungan dengan seorang Duda dianggap lebih rumit dibandingkan dengan Pria lajang, tetapi nyatanya Duda memiliki daya tarik sendiri di mata Fany, salah satu kelebihan Duda ia ke lebih matang dan siap diajak menikah.


Keysa yang setia menemani Papanya seharian di kamar merasa jenuh, sementara Papanya dengan tidur dengan lelapnya sambil memeluk bantal guling tanpa menghiraukan keberadaan Keysa di kamarnya, Keysa ingin membangunkan Papanya tapi ia takut Papanya marah dan mengurungkan niatnya untuk membangunkanya dan memilih keluar dari kamar Papanya menuju dapur menghampiri Bu Zana yang sibuk memasak di dapur.


"Masak apa Bu?" tanyanya.


"Daging rendang sama rebus sayur Bayam," jawabnya.


"Oh, pasti enak ni," ujarnya sambil menghirup aroma Daging rendang masakan Bu Zana.


"Hehe, bisa saja Kamu," lirihnya tersenyum.


"Papamu gak kerja ya?" tanya Bu Zana.


"Gak Bu, lagi galau," jawab Keysa.


"Kayak Anak muda saja," lirihnya.


"Biasa Bu, lagi jatuh cinta," ucapnya mencibir.


"Jatuh cinta sama siapa?" tanyanya sambil menautkan kedua alisnya.


"Biasa Bu, Wanita penggoda itu," jawabnya ketus.


"Iya, siapa?" ujarnya.

__ADS_1


"Fany, loh Bu," ucapnya.


Bu Zana sejenak terdiam sambil menatap Keysa dalam-dalam.


"Beruntung sekali Papamu mendapatkan Fany," ucapnya senyum.


"Kok beruntung Bu?" tanyanya.


"Iyalah, Fany tidak hanya cantik tapi baik dan sopan," jawabnya tegas.


"Dasar Orang tua, tak bisa menilai Orang," ujarnya.


'Keysa, jangan ngomong begitu dosa tau,' ucapnya kesal.


"Jangan menilai masa lalu seseorang dan jangan menghakimi atas apa yang tengah dilakukannya, karena kita tidak tau apa yang telah dilaluinya dan apa yang tengah diperjuangkannya," ucap Bu Zana dengan wajah tersinggung karena ia juga terlahir dari Keluarga yang kurang mampu.


"Terserah, Ibu mau ngomong apa yang jelas memang itulah kenyataannya," jawabnya tanpa menghiraukan perasaan Bu Zana.


"Ibu kecewa dengan ucapan mu," lirihnya sambil mengaduk masakannya.


"Kenapa ya? kok Ibu bela Fany mati-matian," ucapnya penasaran.


"Karena Ibu bisa menilai Fany, semenjak pertama kali Ibu melihatnya," jawabnya.


"Kayak Paranormal saja," gumamnya kesal.

__ADS_1


"Keysa, lebih baik melihat gelas yang setengah penuh daripada setengah kosong, bersikap positif tidak akan pernah menyakiti siapapun," ucapnya tegas.


Keysa menatap Bu Zana dengan tatapan sinisnya dan seakan ingin menelannya hidup-hidup, jantungnya berdetak kencang dengan nafas tidak beraturan.


"Keysa, nyesal cerita sama Ibu," ucapnya.


Bu Zana menggelengkan kepalanya, dengan rasa kecewanya hingga menusuk ulu hatinya yang paling dalam dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Bukan maksud Ibu menyakiti perasaan mu tapi Ibu hanya ingin Kamu lebih baik lagi," ucapnya tersedu.


"Tapi Ibu sudah membuatku kecewa," ucapnya.


"Berkata jujur itu kadang menyakitkan, tapi itu bisa membuat Kita introspeksi diri," jawabnya.


"Sudahlah Bu, Keysa bosan dengan ceramah Ibu," ujarnya.


"Maafkan Ibu ya, jika ucapan ku membuatmu marah," ucapnya.


Keysa tidak menjawab, ia hanya memalingkan wajahnya keluar menahan luapan amarahnya pada Bu Zana, tanpa menghiraukan ucapannya yang menyakiti perasaannya. Ada alasan lain juga yang kemudian membuat Keysa kecewa dengan Bu Zana karena selalu membela Fany dengan segala kelebihannya.


Keysa pun beranjak menuju Kamarnya dengan perasaan kesal dan menghempaskan Pintu Kamarnya dengan kuat, ia merasa tak berguna dan tidak ada yang perduli dengan perasaannya.


_______________________________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏

__ADS_1


__ADS_2