Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 57


__ADS_3

Sesekali Fany melirik Papa Aksa dengan penampilannya yang sangat rapi membuatnya minder, sementara Fany hanya mengenakan kaos oblong dengan celana pendek seadanya.


"Tau gak? hari-hari Om mendung dan kelabu tanpa dirimu," ucapnya ketus.


"Mulai lagi gombalnya," jawabnya.


"Gak percaya? tatap mataku," ujarnya sambil menghentikan gerobaknya.


Fany tersipu sambil memalingkan wajahnya, rasanya tak sanggup memandang tatapan matanya yang sendu itu.


"Cepat Om, keburu hujan," ucapnya sambil mendorong gerobaknya.


Papa Aksa menarik tangannya dengan lembut, hingga mata saling memandang.


"Kamu berubah," ucapnya ketus.


"Gak Om, itu hanya perasaan Om saja," jawabnya sambil menarik tangannya.


"Om, tidak akan melepaskannya sebelum Kamu berkata jujur," tuturnya.


Ingin sekali Fany mengutarakan isi hatinya, tapi ia menutupinya dengan senyum manis di bibir tipisnya.


"Om, lepasin malu sama Nenek," ucapnya sambil menunjuk kearahnya yang sudah menunggunya.


"Om, kecewa denganmu," lirihnya.


Fany tidak menjawab, ia fokus dengan gerobaknya yang lumayan berat itu tanpa memperdulikan ucapan Papa Aksa. Sementara Neneknya sudah menunggunya untuk membereskan panci dan piring yang tersusun rapi di gerobaknya.


"Beginilah Nak, hari-hari kami demi sesuap nasi," ucap Neneknya tersenyum.

__ADS_1


"Gak apa-apa Bu, yang penting halal," jawabnya singkat.


Nenek Fany pun segera mengangkat peralatannya, dengan tenaganya yang masih kuat.


"Biar Saya yang angkat Bu," ucapnya.


"Jangan Nak, nanti Kamu kotor," Jawabnya.


"Gak apa-apa Bu," lirihnya.


Fany hanya diam sambil mengeluarkan barang-barang tanpa menoleh kearah Papa Aksa yang berdiri tegak disampingnya.


"Fany, jawab Om dulu," ucapnya.


"Sudahlah Om, tak ada lagi yang perlu dibicarakan semuanya sudah jelas," jawabnya.


"Maksudnya apa?" tanyanya sembari menjerit.


"Aku tidak pernah mengorbankanmu demi kebahagiaanku, tapi semua Om lakukan demi cintaku padamu," ucapnya.


"Lupakan itu cinta," jawabnya.


"Hebat ya, Kamu mempermainkan perasaanku," ucapnya dengan nada tersendat.


"Cukup Om," jawabnya sambil memalingkan wajahnya.


"Mana janjimu dulu, tidak akan pernah meninggalkanku walau apapun rintangannya," ujarnya.


"Entahlah, Fany menyesal mengenal keluarga Om," ucapnya frustasi.

__ADS_1


"Oh Tuhan, teganya dirimu menyakiti perasaanku," jawabnya sedih sambil mengusap wajahnya yang tampan itu.


"Kumohon, tinggalkan Fany Om," lirihnya.


"Tidak, kalau perlu hari ini juga Om akan meminang mu," ucapnya tegas


"Kumohon, jangan lakukan itu Om," jawabnya memohon.


"Om tidak akan mengingkari janji ku padamu," tuturnya.


Fany berusaha tegar menahan perasaannya, walau hatinya tidak sanggup melihat Papa Aksa terluka dengan semua keputusannya.


"Om, maafkan Fany," ucapnya dengan Isak tangisnya.


"Om, tidak akan pernah memaafkan mu, sampai kapan pun!" jawabnya tegas sambil menatapnya.


"Itu urusan Om," lirihnya sambil membalikkan tubuhnya.


Mata indahnya mulai berkaca-kaca menahan rasa sakit yang sangat menyiksanya, tapi demi Keysa ia harus rela melupakannya demi kebaikan bersama. Tiba-tiba Papa Aksa menarik tubuhnya sambil mengusap air matanya dengan lembut.


"Om tau perasaanmu, tapi Kamu harus yakin selama Om disamping mu semua akan baik-baik saja, tidak akan ada yang akan menyakitimu," tuturnya sambil memeluknya dengan kencang.


"Tapi Om, bagaimana dengan Keysa?" tanyanya sambil merebahkan kepalanya di dadanya yang bidang dan berbulu itu.


"Percayalah, semua akan baik-baik saja," jawabnya lembut sambil mencium pucuk kepalanya.


Mereka berpelukan dengan mata saling memandang, tanpa menghiraukan sekelilingnya, getaran cinta membuat mereka hanyut dalam suasana, hingga tubuhnya yang gempal itu membuat nafasnya naik turun dengan mata terpejam menikmati kehangatan tubuhnya.


____________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2