
Keindahan malam yang dihiasi oleh cinta dan kasih sayang yang tulus membuat Fany dan Papa Aksa terlelap dengan mimpi-mimpi indahnya, mereka enggan untuk melepaskan pelukan yang begitu hangat membuat gairahnya tidak pernah pupus hingga terus dan terus menikmati keindahan malam pertamanya yang dihiasi oleh rintik-rintik hujan membuat suasana semakin hangat dan menggoda.
"Mas...!" sudah dong," lirihnya manja.
"Hehe, dingin Sayang jadinya Mas pengen lagi," jawabnya menggoda.
"Mas nakal," ujarnya.
"Sama Istri sendiri nakal gak apa-apa dong Sayang," ucapnya merengek.
"Ini namanya Malam Pertama ya, penuh kenikmatan yang tidak ada habis-habisnya," bisiknya dalam hati.
"Fany capek Mas," jawab Fany manja sambil mencabut bulu dadanya yang membuat Papa Aksa nampak lebih gagah.
Papa Aksa pun beranjak sambil mengambil air mineral yang ada di atas Meja.
"Ayok, Kita minum Sayang," ucapnya sambil mencium keningnya dengan lembut.
"Iya Mas," jawab Fany malu-malu melihat tubuh kekarnya yang telanjang.
"Kamu lapar?" tanyanya.
"Gak Mas," jawab Fany singkat sambil menutup tubuhnya dengan selimut.
"Kamu mau dibuatin apa Sayang? Susu, Teh hangat, atau Kopi?" tanyanya sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan.
"Teh hangat saja Mas," jawabnya.
"Tunggu sebentar ya, biar Mas buatkan," ucapnya sambil beranjak menuju Dapur.
__ADS_1
Sembari menunggu Papa Aksa, Fany pun beranjak dan memandangi setiap lekukan tubuhnya di cermin yang tanpa sehelai benang melekat ditubuhnya, ia tersenyum dan bangga memiliki keindahan tubuh yang mungil dan indah itu.
Tiba-tiba Papa Aksa menghampirinya, dan memeluknya dari belakang dengan mesra, sambil menciumi kedua telinganya membuat Fany geli lalu membalikkan tubuhnya hingga mata mereka saling memandang dengan bibir hampir bersentuhan.
"Malam ini, Kamu sangat cantik," ucapnya menggoda.
"Oh ya? berarti selama ini Fany jelek?" jawabnya ketus.
"Tidak, tapi setelah kita resmi menjadi Suami Istri, Kamu nampak lebih cantik," lirihnya.
Fany tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di dadanya dengan mesra, sambil senyum-senyum sendiri seakan tidak percaya dengan semua apa yang terjadi.
"Ya Allah, Fany sangat beruntung memilikinya, ia seorang Suami yang baik dan lembut, yang memperlakukan Fany bak seorang Putri," bisiknya dalam hati.
"Ayok, diminum tehnya Sayang, keburu dingin," ucapnya sambil menggandeng tangannya mesra.
"Gak apa-apa Sayang, selagi Mas bisa melakukannya, apa salahnya," ujarnya.
"Terimakasih ya Mas, buat Teh hangatnya," ucapnya senang.
"Sama-sama Sayang," jawabnya.
"Ternyata Mas pintar juga ya buat Teh," ucapnya memuji.
"Kenapa?" tanyanya penasaran.
"Nikmat banget Mas, manisnya juga pas," jawabnya.
"Itu namanya Teh cinta," ujarnya bangga.
__ADS_1
"Haha, Mas bisa saja," gumamnya.
"Mau tau gak rahasianya?" tanyanya.
"Mau dong Mas,' jawabnya manja.
"Bikinnya harus penuh dengan rasa cinta," ujarnya.
"Ih,, Mas bercanda," lirihnya.
Lalu Fany mencubit dadanya membuat Papa Aksa tertawa sambil menepis tangan mungil Fany, hingga tubuh mereka terjatuh dan saling menindih, sejenak mereka terdiam hanya mata mereka yang saling memandang.
"Sayang, rasanya Mas ingin hidup seribu tahun lagi, setelah Mas menikah denganmu," ucapnya haru.
"Yang benar Mas?" tanyanya.
"Iya, Mas merasa Orang yang paling bahagia di dunia ini, setelah Wanita yang sangat kucintai kini ada didepan Mataku," jawabnya sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"Fany juga merasakan hal yang sama dengan Mas, semoga Pernikahan ini langgeng ya Mas!" ujarnya.
"Amin," ucapnya bahagia sambil memeluk Fany dengan perasaan cinta yang luar biasa hingga ia meneteskan air matanya sebagai luapan rasa bahagianya.
"Mas, Fany bahagia," jawabnya sambil mengusap wajahnya yang tampan dengan Isak tangisnya.
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar, membuat mereka panik sambil melepaskan pelukannya dengan rasa penasaran.
______________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏
__ADS_1