Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab Dua puluh Empat


__ADS_3

Tak terasa waktu pun bergulir dengan cepat, Fany menatap gedung yang tegak dihadapannya sambil menarik nafas panjang dengan tubuh masih berpelukan.


"Om pulang yok," lirihnya manja.


"Ntar lah, Om masih kangen," ucapnya.


"Om bisa saja ya, pakai kangen segala kayak orang pacaran," jawabnya senyum


"Fany kan Pacar Om," ucapnya singkat.


"Sudah Om, gak lucu," jawabnya senyum.


"Emang gak bisa?" tanyanya sambil memandang Fany.


"Gak, Kita kan Sahabat Om," jawab Fany.


"Gak jadi Sahabat, Pacar sajalah," jawab Papa Aksa sambil mendekatkan wajahnya.


"Om itu cocoknya Ayah Fany bukan pacar," lirihnya.


"Apa ada aturan harus seumuran?" tanyanya.


"Gak sih Om," lirihnya.


"Berarti gak masalahkan?" ucap Papa Aksa lembut.


"Terserah Om lah," jawabnya jengkel.


Sejenak merekapun terdiam, Keysa melirik Papa Aksa dan sangat mengangumi ketampanannya yang membuat jiwa mudanya meronta, tubuhnya yang tinggi tegap dengan kulitnya yang putih bersih membuat Papa Aksa nampak sempurna, aroma parfumnya yang sangat menggoda membuat Fany betah dipeluk olehnya.


"Pulang yok Om" pintanya manja.


"Jawab dulu pertanyaan Om," ucapnya senyum.


"Iya, Fany pacar Om," jawabnya kekeh.


"Terimakasih Sayang," ucapnya singkat sambil melajukan Mobilnya menuju Pertamina.


Fany hanya menganggap itu semua hanya lelucon, karena Fany merasa tidak apa-apa baginya. Walau dengan status Duda tidaklah halangan untuk mencari pengganti Istrinya karena dengan ketampanan dan kesuksesan yang diraihnya saat ini menjadi impian para Wanita, tanpa mempermasalahkan statusnya.

__ADS_1


"Fany butuh sesuatu?" tanyanya.


"Gak Om," jawab Fany.


"Serius," tanyanya sambil melirik Fany.


"Iya Om," jawabnya tersipu.


"Kapan ya Kita kerumah Nenekmu, Om pengen berkenalan dengan mereka," ucapnya singkat.


"Lain kali saja Om," jawab Fany.


"Begitu ya!" ucap Papa Aksa.


Fany menganggukkan kepalanya sambil memainkan kuku lentiknya.


"Jangan diam dong Sayang, Om jadi gak enak," ucapnya merayu.


Fany tersenyum manja sambil mencubit lengannya lembut.


"Om, bikin kesal tau gak," lirihnya.


"Puji diri," jawabnya datar.


"Coba jujur, Om ganteng apa tidak?" tanyanya sambil memainkan kedua matanya.


Fany memandang wajahnya sambil tersenyum dan mengagumi ketampanannya.


"Lumayan Om," jawab Fany singkat.


"Itu gak jawaban Sayang!" ucapnya sambil mengusap kepala Fany lembut.


"Kok gak jawaban?" tanya Fany.


"Om hanya mau jawaban Yes or No," ucapnya tegas.


Fany menautkan kedua alisnya sambil berpikir sejenak.


"Ya ampun Om ganteng banget bikin Fany klepek-klepek," ucapnya tertawa sambil memandang kearah Papa Aksa.

__ADS_1


"Gitu dong, itu baru jawaban," sahutnya senang.


"Om, terlalu," lirihnya tersipu.


Jantung Fany serasa berhenti berdetak saat Papa Aksa mencubit pipinya dengan gemes.


"Manisnya pacar ku ini," ucapnya tegas.


"Om bisa aja," jawabnya singkat.


"Memang benar, Kamu itu manis bagai Madu," ucapnya.


"Gombal," ucapnya sinis.


"Om gak suka gombal, hanya mengucapkan isi hatiku yang paling dalam," jawabnya.


"Hati orang siapa yang tahu Om," balasnya.


Papa Aksa menarik kepalanya lalu menempelkan di dadanya yang berbulu.


"Coba dengar denyut jantungku pasti menjerit memanggil namamu," ucapnya tegas.


"Bohong! yang ada suara cacing Om minta makan," jawab Fany sambil menarik kepalanya.


Papa Aksa tertawa lebar hingga bola matanya yang indah mengeluarkan air mata.


"Kamu bisa membuat Om bahagia seperti ini," ucapnya kagum.


"Emang Om gak pernah bahagia?" tanya Fany.


"Semenjak Istri Om sakit sampai meninggal, Om hanya menangis. Tapi hari ini Om bisa bahagia," jawabnya.


"Masa iya Om?" tanya Fany.


"Iya, terimakasih ya Sayang," jawabnya dengan haru.


_______________________________________________


jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2