
Matahari sudah merangkak tinggi, ketika sinar Mentari tak mampu mengusik tidur mereka tanpa menyadari waktu sudah Pagi, kehangatan rintik hujan mengalahkan kehangatan sebuah pelukan.
Setelah ia selesai membenahi Kamarnya yang berantakan, Fany pun duduk di Meja rias yang terletak sudut ruangan sambil menatap wajahnya yang nampak kusut, dengan rambut acak-acakan, Fany tersenyum tipis lalu mengusapnya dengan lembut. Ia merasa hidupnya jauh berbeda dari sebelumnya, karena ia sudah menjadi seorang Istri dan juga seorang Ibu yang punya tanggung jawab besar untuk Keluarga kecilnya, ia pun merasa bahagia dengan apa yang dimilikinya sekarang, karena ia bisa hidup dengan bergelimang harta yang dimiliki oleh Papa Aksa.
"Ya Allah, terimakasih atas semua kebaikanmu, apa yang kuinginkan selama ini sudah tercapai walaupun Suamiku tidak sendiri dan sudah memiliki seorang Anak, tapi itu merupakan sebuah kado terindah dalam hidupku dan Aku janji akan menyayanginya dengan tulus dan menjaganya dengan baik, karena Keysa adalah Anugrah," bisiknya dalam hati dengan wajahnya yang berbinar-binar.
Saat Fany hanyut dalam lamunannya, tiba-tiba ia mendengar suara jeritan dari kamar mandi, ia pun berlari menuju kamar mandi yang tertutup rapat.
"Mas, ada apa? tolong buka pintunya," panggilnya sembari menjerit.
Fany pun panik dan berusaha memanggilnya dengan Isak tangisnya.
"Mas, jangan bercanda, gak lucu tau," ucapnya gemetar sebagai luapan rasa takutnya.
Tapi Papa Aksa tidak menjawab, dan Kamar mandi nampak sepi tanpa suara guyuran air, Fany pun terus memanggil dan menggedor pintu Kamar mandi dengan sekuat tenaganya.
"Mas, jangan tinggalkan Fany," gumamnya menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Disela isak tangisnya, ia pun mendengar suara percikan air yang membuatnya panik dan kembali memanggilnya.
"Mas, buka pintunya," ucapnya panik.
__ADS_1
Lagi-lagi Papa Aksa tidak menjawabnya, ia pun jengkel dan menjerit memanggil Bu Zana.
"Bu Zana, tolong!" ucapnya sembari menjerit.
Saat Fany menjerit, ia pun mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, ia pun menoleh kearahnya dan alangkah kagetnya ia saat melihat Papa Aksa berdiri tegak di pintu kamar mandi, ia pun berlari dan memeluknya dengan erat.
" Fany, gak sanggup kehilanganmu Mas," ucapnya sambil menepuk dadanya lembut.
"Ada apa Sayang? kok menangis?" tanyanya menahan rasa tawanya.
"Kok nanya lagi," jawabnya jengkel.
"Mas, bingung saja kok tiba-tiba Kamu menangis," ujarnya.
" Mas jengkel sama Kamu," jawabnya singkat.
"Jengkel? emang Fany lakuin apa Mas?" tanyanya penasaran.
"Suaminya mandi kok dibiarin sendiri," gumamnya.
"Emang kalau sudah Suami Istri, mandi harus ditemani ya Mas?" tanyanya.
__ADS_1
"Iya, apalagi ini Malam pertama Kita," jawabnya senyum sambil menggigit kedua bibirnya menahan tawanya.
"Oh gitu ya Mas, Fany gak tau, maaf ya Mas," lirihnya manja.
"Gak mau, sebagai permintaan maafnya, Kita harus mandi berdua," pintanya.
"Berdua, Fany sama Mas?" tanyanya.
"Iya iyalah, gak mungkin sama Orang lain," jawabnya.
"Hem, ternyata Suami Istri itu ribet," bisiknya dalam hati sambil melirik Papa Aksa.
"Mau gak?" tanyanya.
"Yang lain saja Mas," ujarnya.
"Gak, Mas mau itu," ucapnya tegas.
Fany serba salah dan tak tau apa yang harus ia perbuat, ia hanya berdiri sambil menatapnya dalam-dalam, ia membayangkan betapa malunya saat mandi berduaan dengannya.
"Mandi sama Suami, mikirnya panjang bangat ya?" tanyanya menggoda.
__ADS_1
_________________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏