
Makan bersama adalah momen menyenangkan dalam keluarga, berkumpul bersama dan menyantap makanan rasanya sangat nikmat, tak pernah ada rasa bosan ketika harus mengulangnya setiap hari.
Tapi tidak dengan Keysa, makan bersama adalah hal yang paling membosankan saat berhadapan dengan Fany, Istri baru Papanya. Dengan alasan dan pendapat yang berbeda-beda, sepertinya setiap Orang tahu manfaat makan bersama keluarga.
Sebelum Mamanya meninggal, makan bersama adalah waktu yang paling tepat untuk belajar keterampilan sosial, tidak boleh bicara saat makan? itu aturan lama, ngobrol santai tentang berbagai hal menarik dan menyenangkan di meja makan bisa mengembangkan kemampuan Keysa, obrolan di meja makan juga meningkatkan kosa kata dan mengekspresikan dirinya dengan baik.
*************
Meski kehidupan yang ia jalani selama ini cukup berat, Fany mengaku ia menerima dan bersyukur dengan kehidupannya, ia tak akan pernah menyerah melanjutkan hidup dan memberikan yang terbaik untuk Orang - Orang tercinta di sekitarnya. Takdir sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa, kita Manusia tidak bisa mengubahnya.
Fany yakin, Tuhan menghendaki ini terjadi bukan tanpa suatu alasan, tapi semua terjadi karena suatu alasan dan semua adalah yang terbaik untuknya. Fany tidak pernah berhenti berdoa dan memaafkan siapapun yang menyakitinya, ia percaya suatu saat hidupnya akan menjadi lebih bermakna dan dapat menginspirasi banyak Orang.
Seketika senyap menjalar di sekujur tubuh Fany, ia memandang Bu Zana yang menangis dihadapannya, matanya menatap wajah Bu Zana yang semasa hidupnya selalu ditimpa kemalangan, ia dapat merasakan betapa berat hidup yang dijalaninya.
Dibalik air mata yang mengalir, ia tau Wanita itu menyimpan pengalaman pahit yang tidak semua Orang mengetahuinya, ia dapat merasakan mata itu, mata yang kehilangan sinarnya.
"Ibu, kenapa menangis?" tanya Fany.
"Hari ini hari ulangtahun mendiang Suamiku, Bu," jawabnya sedih.
"Jangan menangis Bu, Bapak sudah tenang disana," ujarnya.
"Iya Bu, tapi kenangan itu terus hadir dalam ingatanku," lirihnya.
"Sebaiknya, Ibu ziarah ke makam, Bapak," perintah Fany.
__ADS_1
"Jauh, Bu," gumamnya sedih.
"Oh, yang sabar ya, Bu," lirihnya menepuk pundaknya.
"Saat menjalani hidup ini, terkadang Ibu merasa lelah, jenuh, bahkan hampir menyerah," ucap tegas.
"Percayalah Bu, jika kita mempunyai keinginan yang kuat, semesta akan membantu untuk mewujudkannya, jadi, jangan mudah menyerah, ya!" perintah Fany.
"Ya Bu," jawab Bu Fany.
"Setiap Orang memiliki kisah hidup, dan cerita tersendiri, Bu," ucapnya mengingatkan.
"Tapi Ibu gagal menjadi seorang Istri, Bu," jawabnya.
"Bu, kegagalan adalah bagian dari pembelajaran, kita tidak boleh menyerah untuk berjuang di dalam hidup ini," ujarnya.
"Dalam hidup ini, banyak sesuatu yang terjadi di sekitar kita, banyak hal - hal yang terjadi pada kita, tetapi satu - satunya hal yang benar-benar penting adalah apa yang terjadi di dalam diri kita," jawab Fany tegas.
"Ibu, sekarang sudah pintar ya!" ujarnya.
"Hem, Ibu bisa saja," ucapnya tersipu.
"Benar loh, Bu," jawabnya tersenyum.
"Eh, ngomong - ngomong, Keysa sudah sarapan, Bu?" tanya Fany.
__ADS_1
"Tau gak Bu, Keysa sepertinya sudah berubah!" jawabnya.
"Serius, Bu?" Fany balik bertanya.
"Iya Bu, tadi pagi ia ke dapur, dan tidak marah - marah lagi," jawabnya.
"Syukurlah Bu," ujarnya senyum.
"Ibu juga tidak percaya Bu, tapi setelah berbincang-bincang dengannya, Ibu sadar kalau itu Keysa," ucap Bu Zana tertawa.
"Tau gak Bu, Wanita yang sering menelepon Mas Aksa dulu Keysa!" ucapnya setengah berbisik.
"Masa iya, Bu?" jawabnya tidak percaya.
"Aku juga tidak percaya Bu, tapi tidak sengaja aku membacanya di ponselnya yang ketinggalan," ujarnya.
"Masya Allah, Keysa," ucapnya kesal.
"Jangan pernah cerita sama siapa - siapa Bu, cukup kita berdua saja yang tau," perintah Fany.
"Beres, Bu," ucapnya sembari menatap Fany dalam - dalam.
############
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
__ADS_1
"