Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 154


__ADS_3

Cemas, resah dan gelisah, itulah yang sedang dialami oleh Keysa, setelah di periksa Dokter Hasan sejam yang lalu, ia belum sadar seutuhnya, kondisi tubuhnya masih sangat lemas, bahkan tidak sanggup berdiri sama sekali. Keysa, membuka mata secara perlahan, ada bintang - bintang bertaburan di pelupuk matanya, ia masih sulit untuk melihat dengan jelas.


"Keysa, kamu sudah sadar?" tanya Bu Zana.


"Bu, Keysa kenapa?" suara Keysa masih terdengar parau.


Bu Zana mengelus kening Keysa, wajahnya juga cukup tegang memikirkan Keysa yang masih lemas terbaring di tempat tidur.


"Jawab Bu," mata Keysa memicing memandang wajah Bu Zana.


"Gak apa-apa, kamu cuma butuh istirahat saja," jawabnya senyum.


"Kenapa? sampai panggil Dokter, Bu?" tanyanya sinis.


"Ibumu, takut terjadi apa-apa denganmu," jawabnya tenang.


"Ibu? maksud Ibu, siapa?" tanyanya kasar.

__ADS_1


"Fany, bukankah dia Ibumu?" ujarnya.


"Tidak...! dia tidak siapa-siapaku," teriaknya.


"Tapi Keysa, Orang yang di pilih Papamu untuk gantikan Mamamu itu Orang baik," ucapnya meyakinkan.


"Darimana Ibu tau? emangnya Ibu sudah lama kenal dia?" ucapnya balik bertanya.


"Orang baik akan berjodoh dengan Orang baik juga, Papamu Orang baik, jadi gak mungkin Papamu memilih Orang yang salah buat kamu," jawab Bu Zana.


"Tapi tetap saja, Keysa sulit menerima kehadiran seorang Ibu tiri," ucapnya tegas.


Keysa terdiam menelan semua omongan Bu Zana, ia mulai berandai-andai, menyesali kepergian Mamanya yang begitu cepat meninggalkannya, dan tak mungkin hidup untuk selama-lamanya, tapi ia tetap tidak menginginkan kehadiran Fany dalam hidupnya.


Matanya benar-benar tak bisa terpejam, tangannya mendekap foto Mamanya yang cantik dalam balutan jilbab biru sedang tersenyum, air matanya menetes, teringat ucapan Mamanya, sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


"Kamu harus rajin sholat, sama ngaji ya, dan jadilah anak yang baik, karena kamu adalah anak semata wayang Mama dan Papamu," ah Mama, seandainya Mama tau, Keysa sangat merindukan Mama.

__ADS_1


Keysa beranjak dari tempat tidur, dengan langkah kaki yang berat, jantungnya berdegup kencang, lalu meraih sebuah Buku diary berwarna pink yang terletak diantara tumpukan buku yang ada di meja belajarnya, ia menumpahkan segala unek-unek yang menggunung lengkap dengan tetesan air mata, tentang Mamanya yang sudah meninggal karena penyakit Kanker yang di deritanya, hingga Papanya yang sudah menikah lagi dengan Wanita yang tidak disukainya, dan menceritakan rasa takutnya memiliki seorang Ibu tiri.


Tiba-tiba, Bu Zana memeluknya erat dengan haru, saat itu pula ia seperti merasakan itu adalah pelukan Mamanya, Keysa membalas memeluknya erat, air matanya mengalir deras membasahi jilbab Bu Zana.


"Bu, Keysa kangen senyum Mama," lirihnya sedih.


"Keysa, Ibu mengerti perasaanmu, gak mudah untuk menerima kehadiran Ibu tiri itu, seperti yang ada dalam bayanganmu," Bu Zana berkata menyejukkan tanpa melepas pelukannya.


"Entahlah, Bu," gumamnya.


"Keysa, Papamu adalah Orang baik, tentu Orang yang akan di pilihnya untuk menggantikan Mamamu adalah Orang yang nggak kalah baiknya dari Mama kamu," tuturnya.


"Tapi Mama tidak tergantikan oleh siapapun, Bu," ucapnya.


"Mamamu sudah meninggal, artinya Papamu pasti kesepian dan butuh pendamping hidup, dan kamu juga butuh sosok seorang Ibu," jawabnya lembut.


Air matanya berjatuhan lagi, dan tidak bisa menerima penjelasan Bu Zana yang begitu menyayanginya, ia melepaskan pelukannya dan duduk termenung meratapi nasibnya yang malang itu.

__ADS_1


_______________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏🙏


__ADS_2