Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 184


__ADS_3

Ketika menikah dengan pasangan pilihan hati, mulai hari itu juga akan terikat janji sehidup semati dengan pasangan, janji yang berarti bahwa sebagai pasangan Suami Istri akan menjalani hidup bersama baik susah ataupun senang.


Sehingga apabila Istri atau Suami sakit, maka sudah kewajiban untuk merawat dan menjaganya sebagai tanda kesetiaan, seperti apa yang dilakukan Fany pada Suaminya. Papa Aksa yang awalnya memiliki tubuh yang segar dan berisi, namun setelah sakit berubah drastis menjadi kurus kering dan pucat, kendati demikian Fany memilih tetap setia mendampingi Suaminya.


Sebagai Istri Fany siap mengorbankan impian - impiannya demi mengurus Suaminya, dan Keysa yang sampai saat ini belum menerima keberadaannya, tapi ia tetap sabar dan menerima perlakuan Keysa dengan lapang dada, karena yakin akan ada saatnya Keysa menerimanya sebagai Ibu sambungnya.


Fany memilih diam dan memendam perasaannya karena tidak ingin menimbulkan masalah antara dirinya dan Keysa, apalagi keadaan Papanya yang lagi sakit.


**********


Malam sudah larut, tapi Keysa masih disibukkan dengan coretan - coretan ungkapan perasaannya yang tidak karuan, sebagai luapan rasa kecewanya, Keysa tiba - tiba meneteskan air mata.


"Ma, Keysa kangen," gumamnya sedih.


Tiba - tiba Keysa mendengar suara langkah kaki menuju kamarnya, dengan penasaran, Keysa melangkahkan kakinya menuju pintu, alangkah terkejutnya Keysa saat melihat Papanya berdiri tegak di depan pintu kamarnya.


"Papa," ucapnya gugup.


"Apa kabarmu, nak," jawabnya senyum.


"Papa ngapain kesini, bukankah Papa lagi sakit?" tanyanya.


"Papa tau, tapi kamu tidak pernah datang menjenguk Papa," jawabnya sedih.


Fany bingung sembari memeluk Papanya dengan isak tangisnya.

__ADS_1


"Pa, maafkan, Keysa." ucapnya terbata - bata.


"Kata maaf itu sering terlontar dari bibirmu, tapi tidak pernah berubah," jawabnya melepaskan pelukannya.


"Tapi, Pa," ucapannya terputus karena Papanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Papa sudah tau alasanmu nak, pasti gara - gara Wanita murahan itukan?" tanyanya ketus.


Fany menatapnya dengan uraian air mata yang terus mengalir membasahi wajahnya, mata mereka saling memandang dengan sejuta rasa kecewa yang begitu menyiksa.


"Kamu tau gak? Wanita murahan itu begitu perduli dengan Papa, hingga ia rela tak tidur demi Papa, tapi kamu anak satu - satu Papa tidak perduli dengan apa yang Papa rasakan saat ini, dengan alasan yang tidak masuk akal," tuturnya.


"Tapi diakan yang membuat Papa seperti ini," teriaknya.


"Papa selalu membela Wanita itu," gumamnya.


"Karena ia pantas untuk dibela," ucapnya.


Keysa menangis sekuat tenaga, sembari mengacak - acak tempat tidurnya dengan tatapan matanya yang tajam. Papa Aksa menggelengkan kepalanya dengan senyumnya yang sinis sambil menahan rasa sakit di kepalanya.


"Papa lebih baik mati, daripada harus melihat kelakuanmu yang sangat memalukan ini, Papa kecewa nak," lirihnya meninggalkan kamar Keysa.


Papa Aksa berjalan sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya, untuk menghilangkan rasa sakit.


"Ya Allah, ambil saja nyawaku, aku tidak sanggup melihat semua ini," gumamnya frustasi.

__ADS_1


Tiba-tiba pandangannya gelap, ia pun terjatuh ke lantai, melihat Papanya pingsan, Keysa menjerit sambil menangis. Mendengar jeritan Keysa, Fany bergegas menghampiri Keysa, melihat Papa Aksa terletak di lantai Fany histeris sembari memeluknya dengan erat.


"Keysa, Papamu kenapa?" tanyanya.


"Diam kau! ini semua karena kamu!" teriaknya menjerit.


"Kamu tidak punya perasaan, tega - teganya kamu menyakiti hati Papamu," ucapnya tegas.


"Kamu yang tidak punya perasaan, dasar Wanita murahan," jawabnya.


"Iya, aku memang Wanita murahan tapi aku masih punya hati nurani," ujarnya menatap Keysa.


"Jangan sentuh Papaku, aku tak sudi," teriaknya mendorong tubuh Fany hingga terjatuh.


"Keysa, kamu tega melakukan ini padaku," ucapnya menahan rasa sakit.


"Itu pantas kamu terima," jawabnya tertawa lebar.


Keysa tersulut emosi, saat Fany menelepon Ambulans, ia merampas Ponselnya dan melemparkannya ke dinding.


"Biarkan Keysa yang mengurus Papa, dengan caraku sendiri, sekarang keluar dari Rumahku!" perintah Keysa.


**********


Jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏

__ADS_1


__ADS_2