Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab Dua puluh lima


__ADS_3

Sebelum Azan magrib berkumandang, Mobil mewah Papa Aksa sudah tiba, sorot matanya menggambarkan hatinya yang sedang berbunga-bunga.


"Kok sepi ya, Keysa dimana?" tanya Papa Aksa.


"Mungkin masih tidur Om," jawabnya.


"Om rasa juga begitu," ucapnya sambil menutup pintu Mobilnya.


"Om, Fany masuk dulu," ucap Fany lembut.


"Oh silahkan, mandi ya Sayang," ucapnya menggoda.


"Iya Om," jawabnya tersipu sambil meninggalkan Papa Aksa yang masih berdiri tegak sambil menatapnya.


Papa Aksa mengulum senyum kala menatap Wanita lugu dan cantik yang mampu membuat hari-harinya ceria dan kembali bangkit dari kesedihannya. Fany wanita sederhana yang hidup pas-pasan dan dibesarkan oleh Kakek dan Neneknya membuatnya tumbuh menjadi seorang gadis mandiri dan dewasa, dan lebih bijak menghadapi hidup yang penuh dengan tantangan.


Tok,, tok,,


"Keysa!" panggil Fany sambil mengetuk pintu kamarnya.


Tapi Keysa tidak menjawab, Fany pun membuka pintu yang tidak dikuncinya. Keysa masih tidur nyenyak dengan tubuh ditutupi oleh selimut. Fany menghampirinya sambil membuka selimutnya.


"Keysa! bangun sudah magrib," ucapnya lembut.


"Masih ngantuk," jawabnya sambil mengusap kedua matanya.


"Mandi dulu biar segar," sahut Fany.


"Iya Fany," ucapnya ketus.


Keysa pun bangkit menuju kamar mandi sambil menghentakkan kakinya kelantai. Fany tersenyum lalu memberesi tempat tidurnya yang berantakan.

__ADS_1


"Keysa! mau makan apa?" tanya Fany sembari menjerit.


"Gak lapar," jawabnya.


Fany kaget tiba-tiba Papa Aksa sudah berdiri tegak didepan pintu.


"Terimakasih ya, Kamu sangat perhatian dengan Keysa," ucapnya senyum.


"Biasa saja kok Om," jawabnya.


"Gak, Kamu iklhas untuk membantu Keysa," ucapnya memuji.


Fany tersipu sambil memalingkan wajahnya keluar dengan wajah berseri-seri.


"Fany, sudah mandi?" tanyanya lembut.


"Belum Om, Keysa masih mandi," ucapnya sambil merapikan tempat tidur.


"Oh, Om pamit ya," ucapnya.


"Siapa Fany?" tanya Keysa.


"Om, Keysa," jawab Fany.


Keysa melanjutkan mandinya sambil bernyanyi diiringi guyuran air membasahi tubuhnya yang mungil, setelah beberapa menit Keysa keluar dengan wajah segar.


"Buruan mandi," perintahnya.


"Iya bentar," ucapnya sambil menutup jendela kamarnya.


Keysa pun duduk di meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya yang hitam legam itu.

__ADS_1


"Sini biar Fany yang keringkan," ucapnya sambil meraih alat pengering rambutnya.


"Gak usah ntar merepotkan," ucapnya senyum.


"Apa sih gak untuk Kamu," jawabnya sambil menarik rambut Keysa.


"Masa sih?" tanya Keysa.


"Iya Lo," jawabnya.


Mereka saling bercanda dan saling mengejek satu sama lain membuat suasana kamar heboh, Fany nampak bahagia ketika Keysa bisa tersenyum lagi setelah beberapa lama dirundung kesedihan.


"Wah, Kamu nampak cantik," ucapnya sambil memandang Keysa dari kaca.


"Baru sadar kalau Keysa cantik?" jawabnya sambil mengernyitkan alisnya.


"Memang cantik, tapi hari ini Kamu kelihatan sangat cantik," ucapnya.


"Ah, Kamu hanya buat Keysa senang saja," jawabnya.


"Fany gak bohong, sumpah," ucapnya serius.


"Terimakasih ya atas pujiannya," jawabnya singkat.


"Sama-sama Keysa," sahutnya.


"Fany, mandi dulu!" perintah Keysa.


"Iya, Fany mandi dulu," ucapnya.


Fany beranjak menuju kamar mandi meninggalkan Keysa yang masih setia dimeja riasnya. Sementara Fany menikmati dinginnya air membuat pikirannya lebih tenang kala mengingat pujian yang dilontarkan oleh Papa Aksa, Fany tersenyum sambil membayangkan wajahnya yang tampan dan selera humornya yang tinggi membuatnya nyaman, Tapi Fany berusaha menepisnya karena tidak mungkin Papa Aksa menyukainya dan semua itu hanya sekedar humornya saja.

__ADS_1


_________________________________________________


jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman 🙏


__ADS_2