
Fany mulai merasa tersiksa dengan peran dan komitmen baru, ia canggung dengan perannya untuk menyeimbangkan waktu bersama Keysa, ia berusaha mencari solusi agar hubungan berjalan lebih mudah dan menyenangkan bersama Papa Aksa dan Keysa.
"Tak perlu takut untuk menemuinya, karena ada Pak Aksa yang selalu melindungi Ibu," ucap Bu Zana meyakinkan.
Fany menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Bu Zana dengan jantung berdetak kencang, ia takut Keysa marah yang hanya menyakiti perasaannya saja, setiba di kamarnya ruangan sepi, hanya Keysa yang sedang tertidur pulas tanpa menyadari kehadiran Fany dan Bu Zana.
"Bu, ayok kita keluar, biarkan Keysa istirahat," ucapnya setengah berbisik.
"Iya Bu, kita keluar," jawabnya singkat.
Setelah menunggu beberapa menit, Papa Aksa keluar dan memanggil Fany masuk keruangan Dokter Lee.
"Sayang, kamu baik - baik saja kan?" tanyanya lembut.
"Iya, Mas," jawabnya singkat.
"Maafkan, Keysa ya," ucapnya memohon.
"Iya Mas, apapun perbuatan Keysa, aku selalu memaafkannya karena ia adalah hadiah terindah Pernikahan kita," jawabnya senyum.
Papa Aksa memeluknya, ada rasa haru menyelimuti hati kecilnya yang paling dalam, karena Wanita yang yang berdiri dihadapannya itu adalah seorang Istri yang berhati mulia, ia bagaikan sebuah permata yang membuatnya semakin cinta.
__ADS_1
"Sayang, hiduplah bersamaku, dan jangan pernah tinggalkan aku, kamu adalah segalanya bagiku," ucapnya dengan mata berkaca-kaca sebagai luapan rasa cintanya.
"Percayalah Mas, dengan kekuatan cinta kita, apapun yang terjadi kita akan tetap bersama," jawabnya.
"Berarti ucapan mu untuk meninggalkan Mas, bohong kan?" tanyanya.
"Aku kalut Mas, aku tidak bisa berpikir jernih, karena sudah berjanji pada Keysa, akan meninggalkan Mas, asal ia tidak menyakiti dirinya lagi," jawabnya.
"Sayang, berpisah bukan jalan terbaik bagi kita, tapi membawa Keysa berobat ke Psikiater," ujarnya bersemangat.
"Iya Mas, mudah - mudahan ini jalan terbaik untuk Keysa," lirihnya.
"Iya Mas, aku setuju, karena Dokter lebih tau apa yang harus kulakukan sebagai Ibu sambung buat Keysa," ucap Fany.
Papa Aksa tersenyum, menggandeng tangannya mesra, menuju ruangan Dokter Lee, ia yakin dengan sikap Fany yang lebih dewasa dalam menghadapi berbagai situasi ini akan berbuah manis nantinya.
Tok... tok...tok,
"Silahkan masuk," perintah Dokter Lee.
Dengan senyumnya yang ramah, Fany dan Papa Aksa duduk berhadapan dengan Dokter Lee, untuk memberikan kiat agar sukses menjalani peran sebagai Orang tua tiri.
__ADS_1
"Bu Fany, tak perlu menuntut diri menjadi Orang tua super yang bisa membahagiakan semua Orang sekaligus, jadi jangan terburu - buru mengambil hati semua Orang, berikan ruang dan waktu pada Keysa untuk beradaptasi, Ibu sebagai Orang tua tiri, juga perlu melakukan pendekatan perlahan dan berhati - hati," tuturnya lembut.
"Iya Dokter," Jawabnya singkat.
"Semakin awal Ibu membangun ikatan dalam keluarga akan semakin baik hubungan berjalan nantinya," ucapnya.
"Dokter, apa cara terbaik untuk menghindari konflik?" tanya Fany penasaran.
"Membangun budaya keluarga, baik dari sisi ikatan emosi maupun mengenai pembagian peran, dan apa yang menjadi harapan Keysa, Ibu dan Pak Aksa perlu bekerjasama membangun budaya keluarga, sebagai Orang tua Ibu dan Bapak menjadi teladan bagi Keysa, termasuk dalam menerapkan kedisiplinan dalam keluarga," jawabnya.
"Oh begitu ya Dokter," ujarnya.
"Jangan berharap terlalu tinggi bisa menimbulkan kekecewaan, jadi pastikan Ibu mengendalikan harapan, jangan paksakan keluarga baru Ibu, menjadi sempurna seperti yang dibayangkan, semakin keras usaha Ibu untuk mewujudkan bayangan kesempurnaan itu, semakin Ibu stres, biarkan keluarga Ibu berjalan alami dengan berbagai perbedaan yang ada," tuturnya.
"Itu saja Dok, yang perlu diperhatikan Istri Saya?" tanya Papa Aksa.
"Lakukan bertahap, dan jangan pernah merasa disingkirkan, dan jadilah Orang yang lebih dewasa," jawabnya.
*********************
Jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
__ADS_1