Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 106


__ADS_3

Di tengah hatinya yang bertanya-tanya, Bu Zana merasakan sekujur tubuhnya merinding dan merasakan satu hal yang tidak pernah ia rasakan, ia pun mendorong tubuh Keysa dan menatap matanya yang berkaca-kaca.


"Keysa, ada apa?" tanyanya.


"Mama,,! jangan tinggalkan Keysa," jawabnya.


Bu Zana pun semakin bingung dan berusaha menyadarkan Keysa.


"Keysa, kumohon tolong dengarkan Ibu," ucapnya tegas sambil mengguncang tubuhnya.


Keysa pun membalas tatapan Bu Zana dengan sorot matanya yang tajam.


"Mama, dimana Bu?" tanyanya.


"Maksud Kamu apa?" jawabnya.


"Wajah Ibu tiba-tiba berubah jadi Mama," ujarnya.


"Itu hanya perasaanmu saja," ucap Bu Zana dengan tubuh merinding.


"Keysa gak bohong Bu, jelas-jelas wajah Ibu berubah jadi Mama," jawabnya.


"Terus sekarang wajah Ibu masih wajah Mama Kamu?" tanyanya.

__ADS_1


"Gak lagi Bu," jawabnya sambil menangis.


"Mungkin ucapan Keysa ada benarnya juga, karena Aku juga merasakan hal aneh," bisiknya dalam hati, tapi berusaha menepis semua ucapan Keysa.


"Tenangkan pikiranmu, itu semua hanya halusinasi mu saja," ucapnya mencoba menenangkan Keysa.


"Tidak Bu, Keysa gak bohong," jawabnya tersedu.


Bu Zana pun semakin yakin, apa yang dilihatnya benar-benar ada, mungkin ini pertanda kalau mendiang Bu Retno hanya sekedar mengingatkan Keysa.


"Keysa, mulai sekarang hiduplah seperti biasanya tanpa menyakiti perasaan Papamu," ucapnya lembut.


"Maksud Ibu?" tanyanya.


"Berhentilah melukai hati Orang-orang yang sangat menyayangimu," jawabnya.


"Itu hanya perasaanmu saja, tanpa Kamu sadari banyak hati yang tersakiti dengan semua sikapmu selama ini, dan bisa saja Mamamu juga tidak suka dengan semua caramu ini," tuturnya lembut.


"Maksud Ibu, Mama juga setuju dengan pernikahan Papa?" tanyanya sinis.


"Bisa jadi, karena pilihan Papamu tidak salah karena menikahi seorang Wanita yang baik dan tulus menyayangi kamu," jawab Bu Zana tegas.


"Tapi bagaimana dengan perasaanku Bu?" lirihnya.

__ADS_1


"Cukup iklhas dan menerima semua kenyataan karena Mamamu tidak akan pernah bisa kembali lagi untuk mendampingi Papamu seperti dulu lagi, berikan kesempatan pada Papamu untuk mencari kebahagiaanya dengan cara menikahi Wanita lain agar ia tidak kesepian lagi, kumohon jangan sakiti dirimu dan Papamu dengan alasan yang tidak masuk akal," ucap Bu Zana.


"Ibu gak tau sih perasaan Keysa, gimana sakitnya saat melihat Papa menikahi Wanita lain," jawabnya dengan nada meninggi.


"Mau tidak mau, Kamu harus terima itu karena Papamu juga butuh seseorang untuk mendampinginya di hari tuanya nanti, kelak Kamu juga akan menikah dan meninggalkan Papamu dan ikut dengan Suamimu, jadi tolong jangan egois dan selalu menyalahkan Papamu, andaikan Kamu tau isi hatinya ia pun tidak suka dengan pernikahan itu tapi itu semua takdir yang harus diterimanya dengan lapang dada," ucap Bu Zana agar Keysa menyadari semua keegoisannya itu.


Keysa hanya diam dan tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya sambil mempermainkan ujung kukunya.


"Lihat tetangga kita Pak Dion, semenjak Istrinya meninggal ia tidak pernah perduli dengan Anaknya, ia hanya menghabiskan waktunya dengan Wanita- wanita penghibur sebagai luapan rasa kecewanya," ucapnya.


"Itukan Pak Dion, bukan Papa Bu," jawabnya ketus.


"Ibu tahu, tapi perbuatan Pak Dion itu sebagai contoh buatmu agar kamu sadar betapa Papamu sangat menyayangimu hingga ia tidak mau melakukan hal bodoh demi kamu," ujarnya.


"Entahlah Bu," lirihnya.


"Apa Kamu mau Papamu tidak menikah tapi ia sibuk diluar dengan Wanita-wanita penghibur?" tanyanya tegas.


"Tidaklah Bu," jawabnya ketus dengan tatapan matanya yang sinis.


"Oke, berarti Papamu lebih baik menikah daripada gonta-ganti Wanita diluar sana kan!" ujarnya.


Keysa dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat membingungkan, dan membuatnya tidak berdaya dengan segala ucapan Bu Zana.

__ADS_1


_____________________________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏


__ADS_2