Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab dua puluh satu


__ADS_3

Roti bakar serta Susu Coklat panas siap disantap, mereka makan dengan hening sambil menikmati hangatnya Susu Coklat membuat suasana hati lebih adem.


"Kayaknya Papa kurang," ucapnya.


"Pesan lagi Pa?" tanya Keysa.


"Boleh," lirihnya.


Keysa beranjak dari duduknya dan memanggil salah satu pelayan Restoran.


"Mbak! pesan Roti Bakarnya lagi," ucap Kesya.


"Iya Mbak," jawab pelayan.


"Tumben nambah Pa?" tanya Keysa.


"Stok buat besok," jawabnya sambil tersenyum.


"Om, bisa saja," ucap Fany.


"Iya, sekarang Istri Om gak ada lagi jadi tidak ada yang ngurus Om lagi," jawabnya singkat.


"Keysa kan ada Om!" sahut Fany.


"Iya benar, tapi Keysa juga punya kesibukan sendiri," ucapnya datar.


"Tenang Pa, Keysa gak perlu Sekolah ke Jokja biar ada yang merawat Papa," jawabnya tegas.


"Sudah gak apa-apa, Papa pasti baik-baik saja kok." ucap Papa Aksa.


"Tenang saja, Fany akan sering jenguk Papamu," sahut Fany.


"Serius Lo?" tanya Keysa.


"Iya, benar!" jawab Fany.


"Boleh juga itu, nanti Om tak perlu makan diluar soalnya masakan Kamu enak," sahut Papa Aksa senang.

__ADS_1


"Awas, ntar Papa gendut," ucap Keysa.


"Gak apa-apalah toh Papa sudah Duda," jawabnya.


"Emang Om gak cari Mama buat Keysa?" tanya Fany dengan polosnya.


Papa Aksa tersipu sambil menatap Keysa dengan senyum.


"Gak boleh," jawab Keysa tegas.


"Gak apa-apa Keysa biar ada yang ngurus Om," sahutnya.


"Fany! biar Keysa yang cari Mamanya sendiri," ucap Papa Aksa bercanda.


Keysa memandang Papa Aksa dengan sorot mata tajam sambil mencibir.


"Dasar Suami gak setia," lirihnya.


Papa Aksa tertawa lebar mendengar ucapannya sambil mencubit hidung Keysa yang mancung.


"Jangan Marah, Papa hanya bercanda kok," ucapnya singkat.


"Iya Tuan Putri," sahutnya.


"Biar saja menikah, asal orangnya baik dan sayang sama Keysa," ucap Fany menggoda.


"Gak boleh, mana ada Ibu tiri yang baik," jawabnya tegas.


"Gak semuanya Keysa," lirihnya.


"Pokoknya Papa gak boleh nikah," ucapnya.


"Dengar itu Om," sahut Fany.


"Iya Om dengar," jawab Papa Aksa sambil melirik Fany.


Fany pun terdiam sambil menikmati Roti Bakarnya sampai habis dengan pikirannya yang berantakan.

__ADS_1


"Nambah lagi ya?" tanya Papa Aksa.


"Gak Om," jawabnya.


"Sepertinya Fany lapar, ini buatmu," ucapnya sambil menyodorkan Roti bakar miliknya.


"Makasih Om," jawabnya sambil menyantapnya.


"Enak gak Roti Bakarnya?" tanyanya.


"Enak Om, Fany suka," lirihnya tersipu.


"Besok Kita kesini lagi ya," ucapnya sambil tersenyum.


"Boleh Om, asal Keysa mau," jawabnya sambil memandang Keysa.


"Kenapa Keysa harus ikut, Fany bisa pergi sama Papa kan!" ucap Keysa sambil memandang kearah Fany.


"Lebih seru kalau Keysa ikut," Jawabnya.


"Masa iya?" tanyanya.


"Iyalah, kalau Fany berdua sama Om ntar jadi gosip," ucapnya.


"Gak mungkinlah, Fany kan Sahabat ku," lirihnya.


"Iya Fany, lagian siapa yang bikin gosip," ucap Papa Aksa.


"Ya oranglah Om," jawabnya manja.


"Biarin saja, perduli amat," ucap Papa Aksa tegas.


"Tuh dengar, Papa ku super cuek," jawab Keysa senyum.


Mereka bertiga nampak bahagia di hiasi dengan canda tawa membuat suasana semakin hangat, Papa Aksa menatap Fany dengan jantung berdebar melihat Fany yang keibuan dan nampak lebih dewasa. Fany nampak gugup saat mata mereka saling memandang dan merasakan perasaan yang belum pernah Fany rasakan.


______________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2