
Malam pertama tentu menjadi Momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan yang baru saja menikah, bukan hanya sekedar melakukan hubungan fisik sebagai Suami-istri, malam pertama juga menjadi salah satu tanda berawalnya kehidupan Rumahtangga.
Namun bagi Fany, menghadapi malam pertama menjadi hal yang menegangkan, banyak Mitos yang mengatakan hubungan intim untuk pertama kalinya terasa menyakitkan bagi Wanita membuatnya semakin resah.
Badan Papa Aksa letih, ia rebahan sambil menahan kantuk, sambil menunggui Fany keluar dari kamar mandi, sambil berpikir apakah perlu mandi juga, namun sepertinya gerah kalah oleh lelah. Setelah beberapa menit Fany keluar dari kamar mandi, Wanita yang belum sepuluh jam menjadi menjadi Istrinya, Papa Aksa tersenyum, Fany pun membalas senyuman Papa Aksa yang sudah menjadi Suaminya itu, mereka pun bahagia setelah menantikan saat-saat ini.
Mereka berdua merebahkan tubuh ditempat tidur, sambil mengusap kepala Fany.
"Sayang, senang gak setelah Kita resmi menjadi Suami Istri?" tanya Papa Aksa sambil memeluk tubuh mungil Fany.
"Iyalah Mas, semua berjalan dengan baik," jawabnya singkat.
"Bagian mana yang paling Kamu syukuri?" tanyanya.
"Ijab Kabul Mas," jawab Fany tegas.
"Hehe, ternyata Kita sama ya," ujarnya kekeh.
"Pestanya gimana Mas?" tanya Fany lagi.
"Ya, sangat menyenangkan, melihat dekorasi yang sangat indah dan melihat istriku yang cantik," ucapnya menggoda.
"Hem, Makanannya juga enak ya Mas," ucapnya.
"Iya, Nenek memang pintar memasak," jawabnya memuji.
Fany mendelik sambil tersenyum pada Papa Aksa yang memeluk tubuhnya dengan kencang.
__ADS_1
"Mas, gak mandi?" tanyanya.
"Sebentar lagi," jawabnya sambil mengusap dada Fany yang sangat menggodanya.
"Mandi dulu Mas, biar segar," ujarnya sambil mendorong tubuh kekarnya dengan lembut.
"Emang harus mandi ya?" tanyanya.
"Iya Mas, biar tidurnya enak," jawabnya dengan polosnya.
"Saya mau dimandikan sama Istriku," ujarnya.
"Manja bangat Mas," ucapnya senyum.
"Iya dong, Kita sudah sah Suami Istri," jawabnya sambil menempelkan kepalanya diperut Fany.
Fany merasa risih saat tidur berduaan dengan Papa Aksa, ia gugup dan serba salah membuat jantungnya berdebar kencang.
"Ayok dong Sayang, mandikan," ucapnya dengan nafas memburu.
"Mas, jangan gitu dong, jawabnya dengan nada tersendat.
"Kenapa? ada yang salah?" tanyanya lembut.
"Gak Mas, tapi sudah gede kok minta dimandikan," jawabnya.
Fany menatap langit-langit kamarnya sambil menikmati ******* nafas Papa Aksa yang menggugah hatinya, ingin rasanya ia menjerit dengan perasaannya yang campur sari itu.
__ADS_1
Fany malu-malu, dan tidak percaya diri saat berduaan di kamar dengan Papa Aksa sekalipun ia sudah menjadi Suaminya, mata Fany pun terbelalak saat Papa Aksa membuka kemejanya hingga dadanya yang berbulu itu terlihat jelas membuat Papa Aksa lebih gagah dan menggoda siapapun yang melihatnya.
Papa Aksa melangkah mendekati Fany, kemudian merebahkan tubuhnya di kasur.
"Sebentar ya, Mas mandi dulu," ucapnya senyum.
"Iya Mas," jawabnya lega ketika Papa Aksa menuju kamar mandi.
"Akhirnya Mas Aksa mandi juga," bisiknya dalam hati sambil menatap pintu kamar mandi yang tidak tertutup itu.
"Mas, tutup pintunya!" ucapnya sembari menjerit.
"Gak usah," jawabnya singkat.
Fany pun membalikkan tubuhnya, ia merasakan perasaan yang tidak pernah ia rasakan hingga tubuhnya tiba-tiba berkeringat.
"Ada apa dengan perasaanku ya? tiba-tiba gelisah," lirihnya.
Tiba-tiba lampu padam, Fany berteriak dan menghambur ke kamar mandi memeluk tubuh Papa Aksa yang bugil, ia memeluknya dengan kencang dan tak ingin melepaskannya sebagai luapan rasa takutnya.
"Mas, Fany takut," ucapnya ketakutan.
"Gak usah takut Sayang, kan ada Mas," jawabnya sambil menikmati kehangatan tubuh Fany.
_______________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
__ADS_1