
Matahari berpendar kuat seakan menatap senyum pada kebahagiaan yang kini menghampiri Papa Aksa, dengan wajah berseri-seri ia pun bergegas menuju Garasi, dan mengeluarkan Mobil mewahnya untuk segera berangkat menuju Rumah Fany.
"Keysa, buruan," ucapnya sembari menjerit memanggil Keysa.
"Iya Pa," jawabnya sambil berlari menghampiri Papanya.
"Bu Zana, dimana Pa," 'tanyanya sambil melirik sekelilingnya.
"Biarin saja, Bu Zana gak mau ikut," jawabnya sambil melirik kearah Bu Zana yang sudah duduk di dalam Mobil.
"Kenapa Pa?" ujarnya sambil menghentakkan kakinya.
"Katanya malas," ucapnya singkat.
"Entar Pa, Keysa panggil Bu Zana dulu," jawabnya.
"Gak usah, Bu Zana lagi tidur, lirihnya.
"Kalau Bu Zana gak ikut, Keysa juga gak ikut Pa," ucapnya cemberut.
"Oh, kalau Bu Zana ikut, Kamu ikut?" tanyanya.
"Iya Pa," jawabnya singkat.
"Ayok, masuk ke Mobil, Bu Zana sudah menunggumu," ucapnya sambil membuka pintu Mobilnya.
Keysa pun melirik kedalam Mobil dengan hati-hati, tiba-tiba ia pun kaget saat melihat Bu Zana duduk manis didalam Mobil.
"Ih, Papa ngeselin," ucapnya sambil memukul tubuh Papanya dengan tangannya.
"Emang enak dikerjain," jawabnya.
__ADS_1
"Papa kelewatan," lirihnya.
"Haha, Papa sengaja seperti itu biar Kamu gak ngantuk," ucapnya.
"Siapa juga ngantuk," jawabnya kesal.
"Sudah-sudah, ayo naik," ucap Bu Zana mengalihkan perhatian Keysa.
"Papa, Bu, ngerjain Keysa," jawabnya manja.
"Itu namanya sayang Anak," ujarnya.
"Seratus untuk Ibu," ucap Papa Aksa tertawa.
Mereka pun tertawa dan saling memandang, Papa Aksa pun melajukan Mobilnya dengan kencang, ia berharap agar segera tiba di rumah Fany, sesekali ia melirik kaca spion Mobilnya sambil merapikan rambutnya.
"Akhirnya Keysa ikut juga," gumamnya lega.
"Bu, Kita gak singgah dulu ngopi?" tanyanya.
"Gak usah Pak, entar dirumah Fany saja," jawabnya.
"Sepertinya Ibu ngantuk," ujarnya.
"Hehe, gak Pak," ucap Bu Zana senyum.
"Gak usah malu Bu, bilang saja iya," ucap Keysa sambil menyenggol lengannya.
"Gak Keysa," jawabnya singkat.
"Pa, singgah yok, Keysa pengen minum Susu Coklat dingin," perintah Keysa.
__ADS_1
"Iya, Tuan Putri," ucap Papanya menggoda.
Keysa tertawa melihat raut wajah Papanya yang terlihat konyol, ia dengan gemes mencubit pipinya.
"Wajah Papa mirip Upin, Ipin," ucapnya tertawa.
"Waduh, ganteng-ganteng gini mirip Upin, Ipin?" jawabnya Kekeh sambil melirik Keysa dari kaca Spion.
"Benar loh Pa," ujarnya.
"Papa gak percaya, buktinya banyak Wanita yang tergila-gila sama Papa," ucapnya senyum.
"Pede bangat sih Pa," jawabnya mencibir.
"Memang kenyataan loh," lirihnya.
Setelah beberapa saat Papa Aksa memarkirkan Mobilnya di salah satu Cafe yang terkenal dengan aroma Kopinya yang khas, sehingga tiap hari ramai dikunjungi oleh para pecandu Kopi dan tidak pernah sepi oleh pengunjung.
"Let's go," ucap Papa Aksa sambil membuka pintu Mobilnya.
"Papa, sok keren," jawab Keysa menggoda.
"Hehe, biasa Anak gaul," ujarnya.
"Ingat umur Pa," ucap Keysa sambil menggandeng tangan Papanya memasuki Cafe.
"Sttt, jangan berisik," jawabnya.
Pelayan Cafe pun menyambut mereka dengan hangat, sambil mempersilahkan duduk untuk menikmati beberapa jenis minuman, mereka pun duduk di pojok Cafe sambil menikmati alunan musik yang membuat suasana meriah.
________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏