Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 204


__ADS_3

"Jangan Keysa! jangan!" sanggah Fany, namun Keysa tidak menghiraukannya.


"Keysa, jangan lakukan itu!" teriak Bu Zana, namun tekad Keysa sudah bulat.


Dengan bersusah payah Keysa, memijak dasar jendela yang masih kokoh, setelah menaikinya, ia membuat simpul melingkar di ujung tali, kemudian ia tersenyum sambil mengaitkan simpul ke lehernya sembari berteriak.


"Hahaha,," selamat tinggal Papa! Keysa akan bersama Mama di surga," teriaknya tertawa.


"Keysa, tolong lepaskan tali itu dari lehermu, kumohon jangan lakukan ini demi Papamu," ucapnya memohon.


"Diam! dasar Wanita murahan!" bentaknya.


Fany hanya bisa menangis sekeras-kerasnya, menahan sedih yang luar biasa tanpa bisa melakukan sesuatu untuk meluluhkan hati Keysa, Fany tetap menangis sambil memarahi dirinya sendiri untuk bisa berpikir dengan benar.


Bu Zana yang menyaksikan kejadian itu pun, tidak bisa berbuat apa-apa karena ia takut Keysa nekad menggantungkan dirinya, ia memasang wajah berani dan tidak menangis atau pun tersenyum sembari memperhatikan gerak - gerik Keysa. Sementara Fany tak mampu membendung air matanya, karena rasa ketakutannya sudah berada di titik yang terakhir.


Fany menatap sekeliling, langit memuntahkan air matanya seolah membaca suasana pagi itu, waktu seolah berhenti, Bumi sepertinya tidak berputar lagi, aliran darah dan detak jantungnya semua seperti terhenti.


"Keysa, bunuh diri itu tidak baik, seharusnya kamu berterima kasih pada Allah karena telah diselamatkan olehnya, jika Mamamu, Papamu, atau siapa pun yang meninggal, kamu tidak boleh bunuh diri, bunuh diri itu dosa besar, Keysa, mari, apa kamu mau mengaji? tanya Fany menangis.


Keysa terdiam, ia tersenyum getir ketika mendengarkan ucapan Fany, air matanya mengalir membasahi pipinya.


"Jangan ceramah di depanku," jawabnya tegas.

__ADS_1


"Singkirkan jauh - jauh pikiran untuk bunuh diri Keysa, itu dosa besar," pintanya bersujud.


"Tidak, aku mau ikut Mamaku," teriaknya.


"Apa alasanmu mengakhiri hidupmu? sementara Papamu meminta sama Tuhan agar diberi umur panjang," ucapnya mengingatkan.


"Karena aku sudah tidak punya alasan untuk melanjutkan hidup," jawabnya tegas.


Maksudnya?" tanya Fany lembut.


"Tidak ada satu hal pun yang tampak menarik untuk menjadi alasan bertahan hidup," jawabnya sedih.


"Keysa, kamu salah, begitu banyak Orang yang tulus menyayangimu dan takut kehilanganmu," lirihnya.


"Papamu? dia begitu menyayangimu, Keysa, lihatlah bagaimana perjuangan Papamu melawan penyakitnya, ia takut mati karena tidak ingin meninggalkan kamu," ucapnya menangis.


"Ha..ha..ha..! tawa Keysa keras membahana menertawakan takdirnya.


"Keysa, daripada kamu menyakiti dirimu sendiri, lebih baik kamu menyakitiku, kalau perlu bunuh aku, dengan membunuhku kamu terbebas dari dari rasa sakit itu," ucapnya pasrah.


Keysa terisak, bahunya bergetar, emosi yang tadinya meluap - luap terasa mencair oleh kepasrahan Fany, ia begitu terenyuh melihat beban Fany selama ini.


"Fany, maafkan aku," lirihnya.

__ADS_1


Entah kekuatan apa yang mendorong Keysa mengucapkan kalimat itu, ia sendiri tidak yakin oleh ucapannya sendiri, ia hanya merasa senasib dan sepenanggungan dengannya, dan bahkan menaruh hormat padanya.


Fany terpana menatapnya, seakan tak percaya mendengar ucapan Keysa, ia menghampirinya dan melepaskan tali tambang dari tangannya.


"Keysa, apakah ini benar?" tanyanya sembari memeluknya dengan kencang.


"Iya," jawabnya singkat.


"Ya Allah, terimakasih, engkau sudah mendengarkan semua doa - doaku," ucapnya bersimpuh.


Fany terharu, ada perasaan bahagia menelusup dihatinya.


"Emosi sesaat," ucap Keysa.


Fany dan Keysa tertawa lepas, menertawai sebuah adegan yang seharusnya Berlan tragis tapi malah berakhir seperti sebuah komedi konyol namun mengharukan.


"Ayok bangkit," perintah Fany menyodorkan tangannya.


"Iya," jawabnya menyambut jemari lentik Fany.


"Kita harus bangkit dari penderitaan, berjuang dan bukannya menyerah," tuturnya.


Mereka saling memandang satu sama lain, kemudian tersenyum penuh makna.

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏


__ADS_2