
Papa Aksa menarik nafasnya dalam-dalam, sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Fany,,,,,! Om kecewa dengan keputusanmu ini," bisiknya dalam hati.
Keysa sedari tadi memperhatikan ekspresi Papa Aksa yang menurutnya sangat berbeda, wajahnya murung dan tidak nyambung diajak berbicara.
"Papa kenapa?" tanyanya dengan sangat hati-hati.
"Papa butuh hiburan untuk menghilangkan rasa stres," jawabnya tegas.
"Kenapa stres Pa? kan masih ada Keysa," ujarnya.
"Papa tau, andaikan Papa cerita Kamu tak akan pernah mengerti" ucapnya.
"Cerita lah Pa, Keysa akan mendengarnya," jawab Keysa.
"Ini tentang Fany" ujarnya senyum.
"Perempuan itu lagi," ucapnya kesal.
"Keysa, tolong Papa jawab dengan jujur, kenapa Kamu membenci Fany, bukankah dia Sahabatmu?" tanyanya tegas.
"Memang Dia Sahabatku, tapi Ia telah mengambil Papa dariku," jawabnya.
Papa Aksa tercengang mendengar ucapan Fany yang membuatnya jengkel, tapi Papa Aksa berusaha tenang agar bisa bicara dari hati kehati.
"Keysa, sekarang Kamu sudah dewasa, dan kelak Kamu akan menikah pasti Kamu juga akan meninggalkan Papa," ucapnya tenang.
"Keysa, gak akan menikah demi Papa," jawabnya.
"Papa tau Kamu sangat menyayangi Papa, tapi keputusanmu itu terlalu buru-buru," ucapnya.
__ADS_1
"Sumpah, Keysa janji Pa," jawabnya.
"Tapi Papa tidak setuju dengan keputusanmu itu, karena perjalananmu masih panjang," ujarnya.
"Keysa rela Pa," ucapnya.
"Tapi Papa tidak rela," jawabnya.
"Bukankah seorang Anak harus berkorban demi Orangtuanya?" tanyanya.
"Tapi bukan begini caranya," jawabnya.
"Terus apa yang bisa Keysa lakukan untuk Papa?" tanyanya.
"Raihlah cita-citamu setinggi langit, dan hargai keputusan Papa," jawabnya lembut.
"Jadi Papa tetap mau menikah?" tanyanya.
"Apakah Kamu gak kasihan lihat Papa kesepian?" tanyanya lembut.
"Papa tau itu, tapi Kamu tidak bisa sepenuhnya mengurus Papa," ujarnya.
Keysa mengangkat kedua bahunya, mendengar apa yang dikatakan Papanya.
"Keysa, Papa mohon biarkan Papa menjalin hubungan lagi dengan Fany," ucapnya tersenyum namun air matanya mengembang di pelupuk matanya.
"Iya, tapi jangan dengan Fany," jawabnya tegas.
"Fany baik dan sangat menyayangimu," ucapnya memohon.
"Tapi Keysa tidak setuju," ucapnya.
__ADS_1
"Papa sengaja menjalin hubungan dengan Fany, karena ia sangat menyayangimu," jawabnya.
"Keysa benci Fany Pa," ujarnya.
"Alasannya?" tanya Papa Aksa sambil memandang nya dengan sorot matanya yang tajam.
"Fany Gadis nakal," jawabnya.
"Kenapa Kamu mau berteman dengan Fany?" tanyanya.
Keysa gak tau," jawabnya.
"Kamu yang nakal, memfitnah orang sembarangan," ucapnya jengkel.
"Yang jelas, Keysa gak setuju," ujarnya.
"Sekali lagi Papa tanya, apa alasanmu membenci Fany?" tanyanya dengan nada tersendat.
"Gak suka saja Pa," jawabnya ketus.
"Papa berusaha bicara baik-baik, tapi Kamu selalu memberi alasan yang tidak masuk akal," ucapnya ketus.
"Ah, Papa ribet," jawabnya.
"Tau gak Kamu? banyak Wanita diluar sana yang mau jadi Istri Papa, tapi semua matre belum nikah saja sudah banyak permintaan, dan tidak mengijinkan Kamu tinggal bersama Papa dengan seribu alasan. Tapi Fany justru tidak mengijinkan Kamu Sekolah jauh dengan alasan tidak ada yang mengurus Kamu, itulah alasan Papa untuk menikahinya karena Fany tulus menyayangimu," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi Keysa gak butuh kasih sayangnya," ucapnya ketus.
"Kamu egois dan keras kepala," jawabnya singkat sambil beranjak dari duduknya.
Papa Aksa melampiaskan kekesalannya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Sementara Keysa hanya duduk termenung sambil memandang Bingkai foto Mamanya yang ada disudut ruangan.
__ADS_1
______________________________________________
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏