
Setelah menempuh perjalanan setengah jam Bu Zana tiba di Rumah Sakit, ruangan yang Keysa gunakan adalah ruangan VIP, satu ruangan hanya dihuni oleh satu pasien, di dalamnya tersedia sofa dan meja untuk keluarga yang ingin menemani. Dengan telaten Bu Zana merawat Keysa, dan mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan.
Hanya ada satu Perawat yang menemani, sementara Keysa terus - terusan memainkan ponselnya yang ada ditangannya tanpa memperdulikan keberadaan Perawat dan Bu Zana.
"Sudah ya Bu, sekarang Ibu istirahat, Saya berada di ruang Perawat tidak jauh dari sini, kalau ada yang diperlukan Ibu tinggal tekan tombol yang ada di sebelah tempat tidur, saya langsung datang." perintah Perawat.
"Terimakasih ya Suster." jawab Bu Zana dengan senyuman.
Setelah itu Perawat keluar, berjalan menuju ruang Perawat yang berada di ujung lorong, yang hanya berjarak sekitar Tiga Puluh Meter. Ruang rawat inap Keysa berada di gedung paling besar kedua, bangunan yang cukup besar dan mewah.
Sekitar jam Sebelas malam, pintu ruangan Keysa terbuka, kemudian Perawat mengganti kembali Infus yang menempel di tangannya, sembari menunggu Perawat memasang Infus Bu Zana pamit keluar sebentar.
"Suster, saya titip Keysa sebentar, saya mau beli minuman," ucap Bu Zana.
"Silahkan Bu," jawab Perawat.
Setelah beberapa saat Bu Zana tiba, dan menyodorkan minuman ringan pada Perawat.
"Ini Suster, ada minuman," lirihnya.
"Ngapain repot-repot, Bu," ucapnya senyum.
"Gak apa-apa, Suster," jawabnya.
"Terimakasih, Bu." ujarnya.
__ADS_1
"Sama - sama," ucap Bu Zana.
Setelah selesai, Perawat pamit dan meninggalkan Bu Zana dan Keysa, lorong kosong panjang membuat bulu kuduk Bu Zana merinding, kanan dan kirinya berbaris pintu ruang rawat inap yang gak semuanya terisi, hanya beberapa saja, sangat sepi dan hening.
Waktu sudah hampir jam Satu malam, Perawat berkeliling mengunjungi pasien satu persatu, Keysa berada pada ruangan yang letaknya nomor Dua dari ujung, Perawat sengaja mengunjunginya paling terakhir.
Ketika tepat berdiri di depan ruangan Keysa, Perawat kaget saat mendengar sesuatu, senandung nyanyian Jawa terdengar sayup-sayup dari dalam, Perawat mengetuk pintu sebelum membukanya.
Tok... tok... tok..,
"Silahkan masuk," perintah Bu Zana.
"Selamat malam Bu, kok belum tidur?" tanyanya ramah.
Perawat membalas sapa Bu Zana dengan senyuman.
"Gak apa-apa Bu, tapi Ibu harus istirahat," perintah Perawat.
Selanjutnya Perawat menemani Bu Zana untuk beberapa saat, dalam perbincangan yang cukup singkat itu Bu Zana bercerita sedikit tentang Keysa. Bercerita dengan nafas yang beberapa kali tersengal.
"Keysa, bukan anak Ibu, Suster," ucapnya.
"Terus, Keysa siapanya Ibu?" tanyanya.
"Keysa, anak dari majikan ku," jawabnya tegas.
__ADS_1
"Oh, kirain Keysa anak, Ibu,' ujarnya.
"Tidak, tapi Keysa sudah ku anggap sebagai anak sendiri, kebetulan Ibu juga tidak mempunyai anak," tuturnya.
"Oh, begitu ya, Bu," ujarnya.
"Iya, Suster," lirihnya senyum melirik ke arah Keysa.
Setelah beberapa saat akhirnya Perawat menyuruh Bu Zana istirahat, karena umurnya yang tidak muda lagi Perawat takut Bu Zana jatuh sakit.
"Lampu saya redup kan ya Bu, kalau ada apa-apa Ibu silahkan tekan tombol panggi," perintah Bu Zana.
"Iya, Suster," jawabnya singkat.
Setelah itu Perawat keluar, dan kembali ke ruang Perawat.
Tiba-tiba Keysa menjerit, dan mencabut Infus yang ada ditangannya, Bu Zana kaget dan berlari keluar sembari menjerit, Perawat bergegas dan menghampiri Bu Zana.
"Ada apa, Bu?" tanyanya panik.
Perlahan Perawat menggenggam dan menarik tangan Bu Zana agar lebih mendekat lagi, sekujur tubuhnya gemetar dan berkeringat.
**********
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
__ADS_1