
Fany pun melepaskan pelukannya walau hatinya ingin tetap berada di dadanya yang bidang dan berbulu yang membuat hatinya tenang dengan segala penderitaannya selama ini.
"Makan yok Om," lirihnya sambil melepaskan pelukannya.
"Oh iya," jawabnya tersenyum.
Lalu Fany menghidangkannya di meja makan sembari memanggil Keysa.
"Keysa! makan yok ntar Nasi gorengnya dingin," ucapnya sambil menghampirinya.
"Oke, siap Bos," jawabnya sambil menggandeng tangannya.
Papa Aksa tersenyum melihat keakraban Keysa dan Fany hingga matanya tidak berkedip, canda tawa menghiasi meja makan hingga nasi gorengnya habis tidak bersisa.
"Enak banget ya Pa!" ucap Keysa memuji sambil melirik Fany.
"Siapa dulu yang masak, Fany gitu loh!" jawabnya tersenyum.
Fany hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya dengan hati senang.
"Terimakasih ya," ucapnya.
Gemuruh didalam hatinya membuat Fany salah tingkah dengan wajah merona, hingga tidak sanggup memandang tatapan matanya yang sendu.
"Boleh dong Keysa minta resep Nasi gorengnya?" ucap Keysa.
"Bo,, boleh," ucapnya gugup.
"Boleh gak, besok pagi dimasakin Nasi goreng?" tanya Papa Aksa.
"Boleh Om!" jawabnya.
"Mulai besok Om sudah kembali bekerja," ucapnya sambil memainkan tisu ditangannya.
"Om, berangkat jam berapa?" tanya Fany.
__ADS_1
"Jam tujuh," jawabnya singkat.
"Oh," jawabnya Fany.
"Oke, Om mau istirahat," ucapnya sambil meninggalkan meja makan.
Fany hanya menganggukkan kepalanya tanpa memandang kearahnya.
"Tidur yok ngantuk," ucap Keysa.
"Ya, duluan Fany belum ngantuk," jawabnya sambil menyetel siaran TV.
"Keysa, duluan ya!" ucapnya.
"Oke," jawabnya tersenyum.
Fany pun merebahkan tubuhnya yang gempal menggemaskan itu sambil mengutak-atik siaran TV, tiba-tiba bayangan Papa Aksa hadir membuat Fany tersentak dan merana.
"Oh Tuhan, kenapa Aku tiba-tiba teringat dengannya? gak itu gak mungkin terjadi," bisik nya dalam hati.
Fany gelisah dengan mulut komat-kamit dan berusaha menepis semua perasaanya. Sementara Papa Aksa juga merasakan hal yang sama hingga beranjak keluar untuk menghilangkan kegelisahannya, tapi alangkah terkejutnya dia saat melihat orang yang dicintainya ada di ruang tamu.
"Ntar lagi Om, belum ngantuk," jawabnya.
"Kok sama ya? Om juga gak bisa tidur," sahutnya.
" Om, banyak pikiran mungkin!" ucapnya.
"Iya benar," jawabnya singkat.
"Tentang pekerjaan ya Om?" tanya Fany.
"Gak, masalah hati," jawabnya ketus.
"Emang hati Om kenapa?" tanya Fany sambil memandangnya.
__ADS_1
Papa Aksa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapannya yang polos sambil mengusap kepalanya lembut.
"Kamu memang lucu dan menggemaskan," ucapnya.
Fany bingung dengan sorot matanya yang tajam saat melihat tingkahnya yang aneh.
"Om kenapa?" tanya Fany.
"Gak apa-apa, cuma jawabanmu membuat Om lucu," jawabnya.
"Lucu?" tanyanya sambil menautkan kedua alisnya.
"Iya, lucu," jawabnya.
"Om yang lucu, ngakak gak ada yang aneh," lirihnya kesal.
"Om suka dengan sikapmu yang lugu menggemaskan itu," ucapnya.
"Oh iya?" ucapnya ketus.
"Iya Sayangku," jawabnya sambil mendekap tubuhnya.
Mata mereka saling memandang dengan sorot matanya yang sendu membuat Fany pasrah dan menikmati kehangatan tubuhnya yang kekar itu.
"Om gak bisa tidur, kepikiran terus sama kamu," ucapnya sambil mengusap kepalanya dengan lembut.
"Masa iya Om?" tanyanya singkat
"Entah kenapa Om mulai menyukai kepribadianmu dan berharap Kamu mau menjadi Istri sekaligus Ibu buat Keysa," jawabnya tegas.
"Maaf Om, semua ucapan Om Fany pikirkan dulu dan belum bisa menjawabnya sekarang," sahutnya.
"Gak apa-apa, Om akan menunggu jawabanmu," ucapnya senang.
Fany rasanya ingin menjerit untuk melampiaskan betapa hatinya bahagia saat pertama kali dicintai oleh seorang laki-laki.
__ADS_1
______________________________________________
Jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman 🙏🙏🙏