Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 123


__ADS_3

Cinta tanpa dua hati dengan karakter yang berbeda sehingga merasa cocok, cinta dapat mentolerir perbedaan dan perbedaan yang terjadi di dalamnya, awalnya mengungkapkan dan mengungkapkan cinta terasa begitu mudah namun terlihat kemudian tidak semua Orang mampu mempertahankannya, cinta membuat dua Orang bersatu, tetapi komitmenlah yang akhirnya tidak tercapai, karena cinta membutuhkan pengorbanan, dan kesetiaan memerlukan komitmen, dan seharusnya Rumah tangga dibangun dengan fondasi cinta dan komitmen. Komitmen dan Cinta merupakan pilar untuk persiapan Pernikahan yang baik.


Tak pernah terpikirkan Fany sebelumnya semua ini akan terjadi begitu saja, seusai lamaran ia akan langsung melaksanakan Pernikahan dengan Laki-laki pilihannya, rasa tanggung jawabnya dan perhatian membuat Fany jatuh hati padanya dan tidak meragukan lagi untuk menikah dengan Papa Aksa. Ia selalu ada untuknya dan menjadi tempat Keluh kesahnya dan menjadikannya Ratu setiap kali ada disampingnya.


Tiba-tiba Fany mendengar suara Mobil memasuki pekarangan Rumahnya, hatinya bertanya-tanya siapa yang datang bertamu pagi- pagi, ia pun bergegas dan keluar dari kamarnya. Tapi alangkah terkejutnya ia melihat Papa Aksa sudah berdiri tegak di pintu dengan berpakaian rapi, ia gugup dan menyuruhnya masuk.


"Tumben Pagi-pagi datang Om," ucapnya sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan.


"Emang gak boleh bertamu Pagi-pagi," jawabnya.


"Boleh, tapi inikan jam kerja Om," ujarnya.


"Iya, Om kesini kebetulan lewat saja, karena ada urusan dari Kantor, jadi Om singgah," tuturnya.


"Oh begitu ya Om," jawabnya.


"Iya Sayang," lirihnya.


"Om, kata Nenek surat undangan akan disebarkan seminggu menjelang Pernikahan nanti," ucapnya.


"Sayang, Kita cetak undangan dimana?" tanyanya.

__ADS_1


"Dimana ya? kalau menurut Om dimana?" Fany balik bertanya.


"Kita cari sama-sama yok nanti Sore," ajak Papa Aksa.


Ya udah deh, Om mau ngopi?" tawari Fany.


"Boleh, jangan pakai gula ya, nanti kemanisan karena Kamu yang buat, hehe," ucapnya gombal.


"Huuuu...." seru Fany sambil bergegas ke Dapur.


Setelah beberapa saat Fany pun tiba dengan segelas Kopi, ia pun duduk disampingnya dengan manja.


"Sudah sarapan Sayang," tanyanya.


"Sudah tadi di Kantor," jawabnya.


"Kok gak sarapan di Rumah Om?" tanyanya.


"Belum ada Istri yang siapin sarapan," jawabnya senyum.


"Kan ada Bu Zana Om," lirihnya.

__ADS_1


"Emang Bu Zana Istri Om," ucapnya.


"Hehe, iya juga ya," jawabnya bingung sambil menatapnya kesal.


"Hem, Kopinya nikmat," ucapnya menggoda.


"Ya pastilah Om, karena yang membuatnya penuh dengan rasa cinta," jawabnya ketus.


"Ciee, calon Istriku sudah pintar," goda Papa Aksa.


"Harus dong," ucapnya tersipu.


Papa Aksa pun tertawa sambil memeluknya dengan erat, membuat Fany sulit untuk bernafas tapi Papa Aksa tidak menghiraukannya karena ia merasakan kenikmatan yang luar biasa saat tubuhnya menyentuh dadanya yang montok.


"Awas Om, Fany susah bernafas," ucapnya mendorong tubuh kekarnya.


"Oh, maaf Sayang," jawabnya.


Papa Aksa bahagia karena pada akhirnya penantian itu akan berakhir di Pelaminan, ia sepertinya menemukan kehidupan baru saat Dunia mempertemukannya dengan Fany, ia pun seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi karena ia bisa menikahi Fany Gadis cantik dan baik hati itu.


Papa Aksa dan Fany pun sharing tentang hari Pernikahan karena ia sudah pernah mengalaminya, tapi tidak dengan Fany yang sama sekali buta dengan Pernikahan apalagi diusianya yang masih muda dan tidak pernah mengenal Cinta, karena Papa Aksa adalah Cinta pertama dan terakhirnya.

__ADS_1


_____________________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏


__ADS_2