Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 127


__ADS_3

Menikah merupakan komitmen dan ibadah seumur hidup, maka wajar Tuhan beri ujian yang tidak mudah, namun percayalah selama Kamu dan pasanganmu bisa kembali pada tujuan awal untuk memahami Pernikahan itu sendiri, maka rintangan seberat apapun akan terasa mudah di pikul berdua.


Semilir sepoi-sepoi angin malam itu menerpa setiap sudut wajah Fany, wajah sendu yang sedang bahagia ditengah hiruk-pikuk di malam itu, beberapa Anak muda sibuk membuat hiasan Pernikahan di panggung, di sisi lain para Ibu-ibu juga sedang sibuk menyiapkan makanan, ada juga sibuk menyiapkan prasmanan dan berbagai kegiatan lainnya, beberapa Anak kecil sibuk berlari dari satu tempat ketempat lainnya, wajah ceria dan senyum lepas mereka menyejukkan hatinya.


"Ah..! lebih baik kembali ke kamar dan tidur saja," gumamnya.


Fany pun merebahkan tubuhnya di kasur empuk, kasur yang indah yang akan ditempatinya dengan Om Aksa besok malam, ia pun mencoba untuk tidur karena sebentar lagi ia akan dirias menjadi Ratu sehari, tapi rasa gelisah membuat ia tidak mampu menutup kedua matanya dengan segala perasaan yang tidak menentu, rasa tidak percaya dan gelisah membuatnya bangkit menuju Ibu-ibu yang sedang sibuk memasak di dapur.


"Selamat malam Bu," ucapnya mengangetkan.


"Loh, ngapain kesini, sana istirahat," perintahnya.


"Gak bisa tidur Bu," ujarnya.


"Itu biasa dialami Wanita saat menjelang Pernikahan," ucapnya.

__ADS_1


"Iya Bu?" tanyanya heran.


"Kukira Fany saja yang mengalami hal seperti ini," gumamnya.


"Tidak, semua Wanita pasti merasakan hal yang sama denganmu," tuturnya.


"Oh begitu,"'lirihnya.


Ibu-ibu saling memandang sambil tersenyum satu sama lainnya melihat kepolosan Fany setiap kata yang terlontar dari mulutnya, tapi mereka pun maklum dengan sifat Fany karena di usianya yang masih muda, setelah beberapa saat Fany pun pamit dan kembali ke kamarnya.


Ia pun kembali menghempaskan tubuhnya ke kasur dan memikirkan malam pertama yang membuatnya semakin takut, saat tidur berduaan dengan Papa Aksa dalam satu ranjang, bulu kuduknya berdiri dan merasa geli saat membayangkan semua itu harus terjadi di malam pertamanya, ia pun mencoba membaca pengalaman beberapa Orang di YouTube saat malam pertama, yang membuatnya semakin resah.


"Apa setiap pengantin harus melakukan hal itu?" bisiknya dalam hati dengan wajah kesal.


Ia pun membayangkan tubuh kekar Papa Aksa saat melakukan kewajibannya sebagai Suami, ia seakan merasa malu dan jijik, Fany pun menarik nafasnya dalam-dalam dan mengalihkan perhatiannya agar tidak memikirkan hal-hal yang membuatnya takut, ia pun duduk di meja rias dan menatap wajahnya di cermin.

__ADS_1


"Itu sudah menjadi kodrat seorang Istri melayani Suaminya," gumamnya.


Fany pun tersenyum dan membereskan tempat tidurnya yang berantakan sambil membayangkan wajah tampan Papa Aksa, rasa rindu pun mulai menghantuinya dan ingin memeluk tubuhnya yang kekar.


"Ngapain takut, bukankah Om Aksa Pria pilihanku? dan semua pasangan yang baru menikah pasti melakukan hal itu," lirihnya tersenyum.


Ia pun senyum-senyum sendiri membayangkan malam bahagia itu bersama Pria yang sangat dicintainya itu, ia pun memejamkan kedua matanya sebagai luapan rasa bahagianya saat membayangkan malam yang indah itu.


"Ngapain harus takut? bukankah menikah dengan Om Aksa adalah pilihanku? berarti malam pertama itu harus terjadi," gumamnya dengan hati berbunga-bunga diiringi rasa cintanya yang begitu besar untuk Papa Aksa.


___________________________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏


"

__ADS_1


__ADS_2