Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 63


__ADS_3

Saat menjalani hidup, terkadang Kita merasa lelah, jenuh bahkan hampir menyerah, namun ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan semangat, begitu juga dengan Papa Aksa yang sempat putus asa saat Fany ingin mengakhiri hubungannya, tapi berkat kekuatan cinta yang mereka miliki mampu mempersatukannya kembali.


"Om, sudah malam nih," lirihnya.


"Iya, sebentar lagi," ucapnya.


"Besok kan kerja," jawabnya.


"Iya, gak apa-apa," ujarnya.


Fany pun kembali duduk berdampingan dengan Papa Aksa, sambil memandang keindahan pekarangan Rumahnya, tak terasa malam semakin larut, Papa Aksa sesekali melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Maaf Pak, Bu, Saya pamit pulang dulu," ucapnya senyum.


"Oh, iya Nak," jawabnya sambil berdiri untuk mengantarkan Papa Aksa dan Keysa.


Sementara Keysa sangat menikmati tidurnya sambil memeluk Boneka Panda kesayangan Fany, dengan hati-hati Fany membuka pintu dan segera membangunkannya.


"Keysa, bangun pulang yok," ucapnya sambil membelai rambutnya dengan lembut.


"Ah, ngantuk," jawabnya.


"Om, sudah nungguin di Mobil," lirihnya.


Tapi Keysa menarik kembali selimutnya, tanpa menghiraukan ucapan Fany.


"Keysa, nginap disini saja," ucapnya.


"Gak, Keysa mau pulang," jawabnya.


"Bangunlah," lirihnya.

__ADS_1


Keysa pun beranjak, lalu mengambil tasnya dan menghampiri Papanya.


"Nginap disini saja Keysa," ucap Nenek Fany.


"Lain kali saja Nek," jawabnya.


"Sering-sering main kesini ya, kan ada Fany," ucapnya.


"Iya Nek," jawabnya.


"Hati-hati ya Om, Keysa," ucapnya sembari menutup pintu Mobilnya.


"Iya, Jaga diri baik-baik ya," jawabnya senyum.


"Hati-hati ya Nak," ucap Kakek dan Neneknya Fany sambil tersenyum.


"Iya Pak, Bu," jawabnya sambil melambaikan tangannya.


"Ternyata Kakek dan Neneknya Fany baik ya," ucap Papa Aksa sambil meliriknya dari kaca spionnya.


"Iya Pa," jawabnya singkat.


"Walau Rumahnya sederhana, tapi rasanya Papa nyaman," ujarnya.


Keysa tidak menjawab hanya menarik nafas dalam-dalam sambil mengusap wajahnya yang tidak berkeringat.


"Keysa, gak lapar ya?" tanyanya.


"Gak, Pa," jawabnya.


"Keysa, baik-baik saja kan?" tanyanya

__ADS_1


"Iya Pa," jawabnya.


"Syukurlah," ujarnya sambil melajukan Mobil dengan cepat.


Setelah menempuh perjalanan satu jam, Mobil mewah Papa Aksa pun memasuki pekarangan Rumahnya yang besar dan mewah itu, senyum menghiasi bibirnya sambil membayangkan wajah Fany yang manis dengan tubuhnya yang gempal.


"Pa, Keysa masuk dulu ya, ngantuk," ucapnya.


"Iya, tidurlah," jawabnya.


Papa Aksa pun duduk termenung menikmati keindahan malam yang begitu dingin sambil memandang sekelilingnya, ada rasa rindu yang begitu menggoda saat membayangkan wajah Wanita yang sangat dicintainya.


"Tuhan, tolong bukakan hati Keysa agar dia mau menerima Fany sebagai Istriku sekaligus Ibu sambung buat dia," bisiknya dalam hati.


Matanya mulai berkaca-kaca, melepaskan segala kekesalannya atas semua sikap Keysa, yang membuatnya tersulut emosi. Tapi demi Fany ia rela menepis semua amarahnya itu, dan lebih bersabar untuk menghadapinya.


Tiba-tiba ponselnya berdering dan menerima pesan singkat dari Fany, jantungnya berdetak kencang lalu membaca pesan yang dikirimkan oleh Fany.


"Om, sudah sampai di Rumahkan." tanyanya.


Papa Aksa tersenyum bahagia dan langsung membalasnya dengan cepat.


"Sudah Sayang, terimakasih ya atas perhatiannya." ucapnya lalu mengirimkannya.


"Syukurlah, malam baik ya Om." jawabnya.


"Malam baik juga Sayang ku," balas Papa Aksa sambil senyum-senyum sendiri.


Papa Aksa pun beranjak dari Mobilnya, lalu merebahkan tubuhnya di kasur sambil memandang Ponselnya dan membaca pesan Fany berkali-kali, hingga ia terlelap dengan mimpi indahnya.


_____________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏


__ADS_2