
Aroma Kopi bertebaran dimana-mana, membuat betah berlama-lama dalam Cafe, begitu juga dengan Papa Aksa, Keysa dan Bu Zana mereka pun hanyut dengan aroma Kopi yang begitu menggugah selera.
"Pa, Keysa mau Kopi dingin ya," ucapnya.
"Loh, tapi Susu Coklat dingin," jawabnya.
"Gak Pa, Keysa tergoda dengan aroma Kopinya," ujarnya.
"Haha, awas kecanduan loh," ucapnya.
"Gak Pa," sangkal Keysa.
Mereka pun memanggil Pelayan dan memesan Dua gelas Kopi panas, dan satu gelas Kopi dingin, dengan cepat Pelayan bergegas dan menyiapkan pesanan Papa Aksa.
"Pa, Cafenya mewah ya," ucapnya sambil memandang sekeliling Cafe.
"Sesuai dengan mahalnya segelas Kopi," jawabnya tegas.
"Maksud Papa?" tanyanya penasaran.
"Tau gak harga segelas Kopi disini?" tanyanya.
"Dua puluh ribu Pa," jawabnya ketus.
"Salah, Delapan Puluh Ribu," ujarnya.
"Wow, mahal bangat Pa," ucapnya kaget.
"Harga tidak menjadi masalah, yang penting puas dan enak," jawabnya senyum.
Setelah beberapa saat Pelayan pun menghampiri mereka sambil membawa Dua gelas Kopi panas, dan segelas Kopi dingin.
__ADS_1
"Silahkan diminum Pak, Bu," ucap Pelayan senyum.
"Terimakasih ya," jawab Keysa.
Dengan rasa tidak sabar Keysa langsung menyeruput Kopi dinginnya, ia begitu menikmati aroma Kopinya yang khas membuat lidahnya bergoyang-goyang.
"Pa, enak bangat, sumpah," ucapnya dengan mata melotot.
"Baru tau dia," jawabnya.
"Pantas Papa sama Bu Zana suka ngopi ternyata nikmat ya," lirihnya.
"Bu, ada saingan Kita," ucapnya tertawa.
"Mulai besok stok Kopi harus banyak Pak dirumah," jawabnya.
"Tapi Keysa mau Kopi seperti ini Bu," ujarnya.
"Iya, tenang sajalah, asal Kamu tetap bahagia," ucap Papanya senyum.
"Kok ngancam, Kopi kan resep manjur untuk tetap bahagia," ucapnya.
"Benar tuh," jawab Bu Zana spontan.
Keysa kembali menyeruput Kopi dinginnya sambil menarik nafasnya dalam-dalam, matanya yang indah menatap Pelayan Cafe yang sibuk melayani para pengunjungnya dengan ramah tamah.
Papa Aksa pun melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul Dua Belas Siang, ia pun menghabiskan Kopinya dan bergegas menghampiri Kasir untuk membayar yang sudah tertera dalam Nota.
"Ini Bu," ucapnya sambil menyodorkan Nota.
"Terimakasih ya Pak, jangan bosan-bosan untuk mampir ya," jawab kasir senyum.
__ADS_1
"Itu pasti, karena Kopinya sangat nikmat," ujarnya sambil meninggalkan Kasir.
Papa Aksa pun menghampiri Keysa dan Bu Zana yang sudah menunggunya di parkiran.
"Ayok, Kita berangkat," ucapnya.
Papa Aksa pun kembali melajukan Mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak sabar untuk bertemu dengan Fany.
"Keysa, bagaimana perasaannya sekarang," tanyanya.
"Biasa saja Pa," jawabnya singkat.
"Makanya jangan pesan Kopi dingin, jadinya perasaannya biasa-biasa saja," ujarnya.
Papa Aksa dan Bu Zana pun tertawa dan semua mata tertuju pada Keysa, membuatnya tersipu dan memalingkan wajahnya keluar untuk menghindari tatapan yang sangat mematikan itu.
"Ya ampun, kenapa ucapan ku selalu bahan tertawaan Papa dan Bu Zana, Keysa benci!" gumamnya kesal.
"Anak Papa yang cantik, kok diam saja sih, ada apa denganmu?" tanya Papanya lembut.
"Lagi malas bicara Pa, toh kalau ngomong tetap salah di mata Papa," lirihnya.
"Kok ngomong gitu sih Putri kecil Papa," ucapnya merayu.
"Ya ampun Pak, awas ada Mobil," ucap Bu Zana menjerit.
Papa Aksa pun histeris, dengan cepat ia membelokkan Mobilnya agar terhindar dari kecelakaan itu, diiringi dengan jeritan Keysa yang membuat Papanya gugup, tanpa rasa bersalah Supir angkot turun dan memaki Papa Aksa dengan seenak hatinya.
"Hey, dasar gak ada otak, emang ini jalan punya Nenek moyang Lo," ucapnya sembari menjerit hingga mereka menjadi pusat perhatian Orang-orang.
Papa Aksa pun terdiam, keringatnya tiba-tiba mengucur deras membasahi sekujur tubuhnya, dengan degup jantungnya yang berdetak kencang, Keysa dan Bu Zana pun syok hingga tidak mampu mengucapkan sepatah katapun hanya tubuhnya yang gemetaran sebagai luapan rasa takut yang menghantuinya.
__ADS_1
______________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏