
Tujuan Papa Aksa menikah lagi pasca ditinggal mati Istrinya hanya mendambakan kehidupan yang bahagia, Keluarga bahagia pun harus mempunyai komponen yang lengkap yaitu sosok Ibu dan Ayah agar Anak mempunyai sosok panutan yang baru menggantikan Istrinya yang telah dipanggil yang maha kuasa.
"Keysa, percayalah bahwa Fany adalah yang terbaik dan itu semua sudah Papa pertimbangkan dengan matang-matang," ucapnya tegas.
"Iya Pa, Keysa setuju," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Terimakasih ya Keysa, Papa sangat senang mendengarnya," jawabnya sambil melompat-lompat hingga ia menjadi pusat perhatian Orang-orang disekeliling Taman.
"Sama-sama Pa," ujarnya.
Papa Aksa nampak bahagia, tapi tidak dengan Keysa, kehadiran Fany untuk menggantikan posisi Mamanya merupakan awal kehancuran buatnya hingga ia ingin menjerit meluapkan rasa kecewanya.
"Keysa, Papa bangga memiliki seorang Anak seperti Kamu," ucapnya tegas dengan sorot matanya yang berbinar-binar.
Keysa hanya menganggukkan kepalanya, dengan senyumnya yang sinis.
"Tau gak, menikah adalah suatu kenikmatan yang Allah berikan kepada seorang Laki-laki dan seorang Wanita yang ingin berhubungan dengan cara halal," ucapnya dengan nada lembut.
"Oh ya?" jawab Keysa singkat.
"Iya, kelak Kamu akan merasakannya setelah Kamu menikah nanti," jawabnya bersemangat.
"Oh, begitu ya," ucapnya singkat.
Papa Aksa nampak senang dan bahagia saat Keysa, menyetujui hubungannya dengan Fany ia pun ingin cepat-cepat memberikan kabar gembira itu pada Fany.
"Kita pulang yok, sepertinya hujan mau turun," ucap Papa Aksa sambil menatap langit yang mulai menghitam.
__ADS_1
"Ayok Pa," jawabnya singkat.
Mereka pun menuju Parkiran, dan Papa Aksa pun melajukan Mobilnya sambil senyum-senyum sendiri sebagai luapan rasa bahagianya, sementara Keysa yang duduk disampingnya sesekali melirik Papanya dengan sinis.
" Keysa, bagaimana kalau besok kita kerumah Fany?" tanyanya.
Malas Pa," jawabnya.
"Loh, kok malas sih," ujarnya.
"Keysa, lagi gak mood jalan-jalan Pa," ucapnya.
"Ayolah, Kakek dan Nenek Fany katanya kangen sama Kamu," jawabnya.
Keysa yang begitu menyayangi Papanya tidak ingin membuatnya kecewa, hingga ia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Gitu dong, baru Anak Papa," jawabnya.
"Kalau ada maunya," lirihnya.
"Jangan ngomong gitu dong, Papa jadi sedih," jawabnya.
Keysa pun melirik Papanya dan menyandarkan kepalanya dengan kasar ke kursi Mobil.
"Pa, Kamu memang sosok Ayah yang baik dan bertanggung jawab, alangkah beruntungnya Fany bisa memilikimu," bisiknya dalam hati.
"Kok diam saja?" tanya Papa Aksa.
__ADS_1
"Gantian dong cerita," jawabnya.
"Setahuku, Papa terus yang cerita," lirihnya.
"Tapi, Keysa yang jawabkan Pa?" ucapnya.
"Ya iyalah, gak mungkin setan," jawabnya tertawa.
Kebersamaan malam itu, mengingatkan Keysa dengan Mamanya, karena setiap akhir pekan mereka selalu menghabiskan waktu di Villa dengan segala kegiatan yang membuat hubungan mereka tetap kompak dan saling mendukung satu sama lain tanpa mengenal lelah. Sifat Papanya yang romantis dan humoris membuat Papa dan Mamanya tetap mesra dan bahagia menjalani hari-harinya, hingga mereka jarang bertengkar. Cinta yang tulus diantara mereka mampu membuang rasa ego masing-masing.
"Tapi Papa ada permintaan loh," ucapnya senyum.
"Apa itu Pa?" tanyanya penasaran.
"Harus jaga sikap, hormat lah pada Kakek dan Nenek Fany karena mereka baik dan sayang sama Kamu," jawabnya.
Keysa pun merasa terpukul dengan ucapan Papanya, sambil membayangkan wajah Kakek dan Nenek Fany yang selalu bersikap ramah saat berkunjung ke Rumahnya.
"Kemarin Keysa gak enak badan Pa," ucapnya.
"Gak usah bohong, Papa tau semuanya," jawabnya tegas.
Keysa pun tidak bisa berkelit, karena ia memang baik-baik saja, tapi itu semua dilakukannya karena rasa bencinya hingga ia tidak ingin melihat Fany.
____________________________________________
jangan lupa untuk like dan komentarnya serta vote nya ya teman-teman 🙏
__ADS_1