
Tatapan matanya yang sendu, meluluhkan hatinya yang gundah hingga bibirnya hanya bisa tersenyum menikmati suasana yang romantis itu, ******* nafasnya seakan membangkitkan gairahnya untuk menikmati sebuah kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, sesekali ia melirik keindahan tubuh Fany yang mungil dengan tatapan nakalnya.
"Sayang, jangan pernah tinggalkan Mas ya," ucapnya lembut.
"Iya Mas, Fany tidak mungkin melakukan itu, karena cintaku tulus hanya untukmu Mas," jawabnya manja.
Mereka pun saling memandang, hingga pertempuran pun terjadi di kamar mandi, mereka seakan tidak bosan-bosan melakukan hubungan Suami Istri sebagai luapan rasa sayang dan cinta yang mengisi relung hati kedua sejoli itu.
"Apa Fany, bisa membuat Mas bahagia?" tanyanya hati-hati.
"Sangat, ternyata Kamu hebat," jawabnya senyum.
"Hebat? maksudnya Mas?" tanyanya dengan polosnya.
"Hebat di ranjang," jawabnya tegas.
"Mas, bisa saja," ujarnya tersipu.
"Serius, Mas gak bohong," ucapnya sambil menggosok tubuhnya yang berkeringat.
Wajah Fany pun tiba-tiba berubah, mendengar pernyataan Papa Aksa yang membuat hatinya berbunga-bunga karena ia bisa membahagiakan Suaminya.
"Syukurlah Suamiku senang, Fany sangat senang mendengarnya," bisiknya dalam hati.
Senyum manis menghiasi bibir mungilnya, dengan semua perlakuan Papa Aksa yang membuatnya bak terbang ke angkasa dengan semua kenikmatan yang ia berikan padanya.
"Mas, Fany kedinginan ni," ucapnya dengan bibir gemetar.
Papa Aksa pun mengguyur tubuh Fany dengan air hangat, hingga Fany menjerit kegirangan.
__ADS_1
"Mas, enak bangat mandinya," ucapnya sambil membersihkan rambut ikalnya.
"Itu karena kamu mandi bersama Suamimu," jawabnya singkat.
"Gak juga Mas," ujarnya tanpa menghiraukan tatapannya.
"Istriku memang masih polos, itu terlihat dari setiap kata-kata yang terlontar dari bibirnya menyentuh perasaan ku," bisiknya dalam hatinya.
Ia pun merasa beruntung memiliki seorang Istri yang baik dan masih muda, dan yang pertama kali menyentuh setiap lekuk tubuh indahnya, dengan cepat ia pun membalut tubuh Fany dengan handuk sambil membawanya keluar dari kamar mandi.
"Ayok, Sayang Kita keluar," ucapnya lembut.
"Iya Mas," jawabnya manja.
Fany pun menyiapkan stelan baju piyama Papa Aksa, dan ia pun memakai Baju Daster bermotif Mickey mouse membuat Fany terlihat anggun, lalu menyisir rambut ikalnya lalu duduk di samping Papa Aksa yang duduk di tepi tempat tidur, Fany nampak cantik sekalipun wajahnya tanpa polesan bedak dan makeup.
"Wow Istriku cantik bangat," ucapnya memuji.
"Mas, suka dengan Wanita yang bisa lepas dari Makeup," ujarnya.
"Fany, memang gak tau dandan Mas," ucapnya malu.
"Ngapain repot-repot dandan sendiri Sayang, Kamu cukup pergi ke Salon," jawabnya tegas.
"Sayang duitnya Mas, lebih baik ditabung buat Sekolah Keysa," ujarnya sambil meneguk Susu Coklat buatan Bu Zana.
"Hehe, tapi sesekali Kita berdua bisa dong ke Salon buat manjakan diri," ucapnya.
"Mas ke Salon?" tanyanya kaget.
__ADS_1
"Iya? emang laki-laki gak bisa ke Salon?" ucapnya balik bertanya.
"Boleh Mas," jawabnya gugup.
"Tapi Mas suka dengan penampilanmu, bikin Mas semakin cinta," ucapnya merayu.
"Yang benar?" jawabnya meledek.
"Iya Sayang, belah lah dadaku,namamu terukir indah dalam hatiku yang paling dalam," lirihnya.
"Gombal," ucapnya haru.
"Apa Kamu tidak bisa rasakan Sayang melalui sentuhan dan tatapan mataku?" jawabnya.
Fany tertawa sambil mendorong tubuh kekarnya hingga terjatuh ke kasur, Fany pun menindih tubuhnya hingga mata mereka saling memandang, Fany berusaha bangkit tapi dengan sigapnya Papa Aksa menarik tubuh mungilnya dan memeluknya.
"Lepasin Mas, Fany mau keluar," ucapnya meronta.
"Keluar kemana?" tanyanya.
"Siapin makan siang Mas," jawabnya.
"Gak usah, biarkan Bu Zana yang nyiapin makanannya," ujarnya.
"Kasihan Bu Zana, Mas, ia pasti capek," lirihnya.
"Sudah Sayang, Kamu istirahat saja," perintah Papa Aksa.
____________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏