Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 110


__ADS_3

Papa Aksa dan Keysa menikmati senja yang penuh dengan warna dan begitu indah, sayup-sayup angin seolah membelai sebagai pendukung dari keindahan senja dan merasakan hawa sejuk hingga masuk ke dalam hatinya.


Papa Aksa merasakan suasana yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, memang indah tapi tidak bisa menikmati keindahan serasa ada yang membelenggu pikiran dan hatinya, ia berusaha menyatukan hati dan pikirannya hanya untuk keindahan senja sore itu, lamunannya seketika buyar ketika ia ingin bersama Orang yang dicintainya untuk menikmati keindahan senja sore itu.


"Fany, Aku sangat merindukanmu, kuingin bersamamu menikmati keindahan senja sore yang indah ini," bisiknya dalam hati.


"Melamun nie," ucap Keysa sambil mencubit lengan Papanya.


"Gak ah, Papa cuma menikmati keindahan senja sore ini,"jawabnya tenang.


Tapi Keysa melihat gelagat Papanya yang aneh, tapi ia berusaha menepisnya takut Papanya marah atau tersinggung dan memilih diam seribu bahasa.


"Senja ini telah menjadi milikmu dan akan tetap menjadi milikmu,' bisiknya dalam hati dengan raut wajah yang tak biasa.


Tidak ada yang tidak baik dari suatu perpisahan, Tuhan pasti menitipkan makna yang belum kita sadari maksud di balik semua itu, bagaikan mentari yang menuntun untuk berjalan hingga membasuh semua perih, mungkin Fany lah Orang yang ditetapkan oleh yang maha kuasa untuk membuat Papa Aksa bangkit dari kesedihannya di saat Istrinya pergi untuk selama-lamanya.


"Pa, awas loh ke sambet, dari tadi menghayal terus," ucapnya.


"Siapa juga yang menghayal," sangkal Papanya.


"Iya Papa lah, gak mungkin juga Bu Zana," ucapnya kesal.


Papa Aksa geli melihat raut wajah Keysa yang konyol itu membuatnya tertawa.


"Papa cuma menikmati keindahan senja sore saja, bukan menghayal," ucapnya meyakinkan Keysa.

__ADS_1


"Papa gak usah bohong deh, pasti memikirkan sesuatu, buktinya Papa senyum-senyum sendiri," jawabnya kesal.


Keysa diliputi perasaan tidak percaya, hingga ia penasaran apa yang sedang dipikirkan oleh Papanya.


"Ayo cerita dong Pa," pinta Keysa.


"Gak ada apa-apa," ucapnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Keysa pun terdiam dan hanya memandang beberapa tetangga yang sibuk dengan segala aktifitasnya.


"Sepertinya Papa lapar ni, mendingan Kita mandi biar makan ya," ucapnya lembut.


"Iya Pa," jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.


Papa Aksa pun masuk dan menuju Kamarnya untuk segera mandi untuk menghilangkan semua beban pikirannya, dan sejenak bisa melupakan Fany calon Istrinya, sambil bernyanyi ia pun membasahi sekujur tubuhnya dengan air hangat.


Setelah beberapa saat ia pun keluar dan langsung menuju Dapur.


"Bu, masak apa?" tanyanya.


"Ikan bakar Pak," jawab Bu Zana yang sibuk membuat sambal hijau.


"Mantap Bu," ujarnya dengan mengancungkan kan jempolnya.


"Bapak lapar ya," tanya Bu Zana.

__ADS_1


"Bangat Bu," jawabnya.


"Sebentar ya Pak, sebentar lagi juga siap," lirihnya.


Papa Aksa pun membalikkan tubuhnya dan menunggunya di Meja makan, dan matanya tertuju pada Kamar Keysa masih tertutup rapat, ia pun melangkahkan kakinya sembari memanggilnya.


"Keysa, buruan, Papa lapar ni," panggilnya.


"Iya Pa," jawabnya sambil keluar dari kamarnya.


"Makanannya sudah siap ya Pa," tanya Keysa sambil menggandeng tangan Papanya.


"Sudah," jawabnya Papanya singkat.


Mereka pun menuju Meja makan, diwarnai dengan canda tawa yang membuat suasana ceria.


"Wow, cocok bangat menunya Bu," ucap Keysa memuji.


"Ah, Kamu bisa saja," jawabnya tersipu.


"Iya dong, siapa dulu," ujarnya menggoda.


Mereka pun makan dengan lahapnya, hingga makanannya habis tak bersisa.


_____________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2