Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab tiga puluh tuju


__ADS_3

Sejenak semua membisu hanya suara Televisi yang samar-samar terdengar, Keysa nampak kecewa dengan keputusan Papanya untuk menggantikan posisi Mamanya dihatinya.


"Papa tak perlu menikah, Keysa kan bisa merawat Papa," ucapnya ketus.


"Kelak Keysa menikah, pasti meninggalkan Papa dan mengikuti Suamimu. Dan setelah berumah tangga pasti memiliki Anak, dan pasti sibuk merawat anak serta Suamimu," tuturnya mengingatkan.


"Kalau perlu, Keysa tidak menikah," ujarnya.


"Keysa, Papa mohon mengertilah. Papa akan selalu menyayangimu karena Kamu adalah buah cinta dari orang yang sangat kucintai," ucapnya dengan mata berkaca-kaca sambil memeluknya.


"Tapi Pa," jawabnya tanpa meneruskan ucapannya.


"Papa hanya ingin Keysa tidak kesepian saat Papa berangkat kerja," jawabnya singkat.


"Keysa lebih bahagia, jika Papa tidak menikah lagi. Keysa tidak rela ada Wanita lain menggantikan posisi Mama," lirihnya.


"Papa tau perasaanmu, tapi Keysa juga harus mengerti dengan keinginan Papa," ucapnya memohon sambil menatapnya dengan lembut.


"Keysa benci Papa!" jawabnya sambil mendorong tubuhnya hingga terjatuh.


Keysa kaget saat melihat Papanya tersungkur dilantai, dan berusaha untuk menolongnya.

__ADS_1


"Maaf Pa, Keysa tidak sengaja," ucapnya tersendat dengan rasa bersalah.


"Gak apa-apa, ini pantas Papa terima," jawabnya frustasi.


Keysa terdiam kala melihat Papanya sedih dengan ucapannya yang menyayat hati, dan Keysa tidak ingin melihat Papanya sedih, tapi keputusannya untuk menjalin hubungan dengan Wanita lain sungguh membuatnya terpukul.


"Pa, Keysa tidak tau harus setuju atau tidak tapi keputusan Papa sungguh menyakiti perasaanku," ucapnya sedih.


"Keysa kira Papa gak sedih dengan kepergian Mama mu? Papa tak pernah membayangkan jika harus kehilangan orang yang sangat kucintai, tapi apa hendak dikata ini sudah ketentuan yang diberikan Tuhan buat keluarga kita," jawabnya tersedu.


"Keysa sayang Papa," lirihnya sambil memeluk Papanya dengan kencang menumpahkan rasa sedihnya.


"Papa juga menyayangimu lebih dari diri Papa sendiri," ucapnya sembari mengusap kepalanya.


"Itu semua Papa lakukan demi kebaikan bersama, dan suatu saat Keysa akan mengerti dengan keputusan Papa. Keysa kira Papa gak sedih harus menikah lagi? dalam hidup Papa pernikahan itu hanya sekali tapi Mamamu kini telah tiada dengan berat hati Papa harus menikah lagi, tapi Mamamu akan selalu terukir indah di hatiku yang paling dalam karena dia seorang Wanita hebat," jawabnya tegas dengan sorot matanya yang sedih.


"Siapa Wanita itu Pa?" tanya Keysa penasaran.


"Dia seorang Wanita tangguh dan kuat, walau hidupnya sederhana tapi memiliki hati seluas samudera, dan Wanita ini dibesarkan oleh Kakek dan Neneknya karena orangtuanya meninggal saat kecelakaan saat umurnya tiga tahun, dia seorang Wanita penyabar dan baik hati," tuturnya.


"Kayaknya kisah Wanita itu mirip dengan Fany, karena orangtuanya meninggal saat kecelakaan dan dibesarkan Kakek dan Neneknya," ucapnya dengan menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Jika Wanita itu Keysa, apakah Keysa setuju?" tanya Papa Aksa senyum.


"Mana mungkin Fany mau Pa?" jawabnya tegas.


"Andaikan Fany mau, Keysa setuju?" jawabnya.


"Gak, karena Papa cocok jadi Ayahnya," lirihnya.


"Keysa masih ingat pamanmu? usia mereka sangat terpaut jauh tapi hidupnya bahagia," ujarnya.


"Jadi Wanita itu Fany? tanyanya penasaran.


"Iya, dialah Wanita yang Papa maksud," jawabnya tegas.


"Fany Pa? dia Sahabatku?" ucapnya dengan mata terbelalak.


"Justru Fany Sahabatmu, jadi kalian tidak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri," jawabnya sambil menatapnya.


"Dasar perempuan matre," ucapnya mencibir.


_______________________________________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2