Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 105


__ADS_3

Papa Aksa hanya mengernyitkan dahi sebagai luapan rasa kecewanya, ia pun segera melangkahkan kaki menuju Kamar Keysa, ia berjalan ditengah kegalauan yang melanda hatinya.


Tok,, tok,,, tok.


"Keysa, sudah siap belum?" tanyanya dengan nada meninggi.


"Tunggu Pa, rebahan sebentar kepala Keysa pusing," jawabnya tegas.


"Keysa, tolong buka pintunya," ujarnya sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Tunggu Pa, Keysa mandi dulu sekalian keramas biar pusingnya hilang," ucapnya tersendat.


"Cepat ya, Papa sudah nungguin dari tadi loh," jawabnya kesal.


"Emangnya Kita mau kemana Pa?" tanyanya ketus.


"Tapi Kita mau berkunjung ke Rumah Keysa," jawabnya.


"Kenapa gak bilang dari tadi Pa," ujarnya.


"Pikun atau pura-pura gak tau sih," bisiknya dalam hati.


"Buruan ya, Papa tunggu di Mobil," ucapnya sembari menjerit dengan kerasnya.


"Iya Pa," jawabnya tenang tanpa menghiraukan perasaan Papanya yang sudah menunggunya dari tadi.


Papa Aksa pun membalikkan tubuhnya, dan meninggalkan Kamar Keysa yang masih tertutup itu.


"Ada apa sih dengan Keysa?" tanyanya dalam hati.


Ia pun duduk sambil mengusap wajahnya, dan tetap mengendalikan perasaannya, marah tidak akan membuat Keysa berubah justru semakin berbuat dengan seenak hatinya. Bu Zana yang duduk di Serambi Rumah menghampiri Papa Aksa dengan penasaran, wajahnya yang kusut dengan pandangan matanya yang kosong.


"Bapak kenapa, kok cemberut?" tanya Bu Zana.


"Itu karena Keysa Bu, sampai sekarang belum siap dengan alasan kepalanya pusing," jawabnya kesal.


Bu Zana menggelengkan kepalanya sambil menatap Papa Aksa dengan iba.

__ADS_1


"Yang sabar ya Pak, ini ujian buat Bapak betapa susahnya mengambil hati Anak seorang Perempuan," ucapnya.


"Tapi Keysa keterlaluan Bu," jawabnya ketus.


"Sudah Pak, biar Ibu yang bicara dengan Keysa," ujarnya.


Bu Zana bergegas menuju Kamarnya dan memohon agar Keysa membukakan pintu Kamarnya.


"Tok,,, tok,,, tok.


"Keysa, tolong buka pintunya Ibu mau bicara," ucapnya lembut.


"Repot amat sih," jawabnya sambil membuka pintu Kamarnya.


"Sudah mandi belum?" tanya Bu Zana.


"Sudah Bu," jawabnya.


"Pantas Anak Ibu cantik, bak seorang Putri," ujarnya merayu.


"Hari ini kamu nampak lebih cantik dan bersinar," jawabnya.


"Ibu sama deh kayak Papa, lebay," lirihnya.


Bu Zana kekeh sambil memeluk Keysa dengan kencang, ia pun tertawa sambil mencubitnya.


"Ibu senang kala melihatmu tersenyum, kamu nampak lebih anggun dan cantik," bisiknya lembut ke telinganya.


"Ih,,,Ibu terlalu memuji, Keysa malu," ucapnya tersipu.


"Senyummu mengingatkan Ibu sama mendiang Mamamu, kalian sama-sama memiliki lesung pipi," jawabnya mengenang Bu Retno.


"Masa sih Bu," ujarnya sambil melirik ke cermin.


"Iya, coba lihat wajahmu di cermin pasti kamu terlihat cantik," perintah Bu Zana.


Keysa pun menatap wajahnya di cermin dengan tersenyum, sambil melirik kearah Bu Zana, sejenak ia terdiam dan menatap wajahnya dalam-dalam.

__ADS_1


"Betul juga kata Bu Zana, lesung pipi ini membuatku nampak lebih cantik," bisiknya dalam hati.


"Kok diam?" tanyanya sambil menyenggol lengannya.


"Ibu juga diam," ujarnya.


"Yakin gak dengan ucapan Ibu?" tanya Bu Zana.


"sembilan puluh persen percaya Bu," jawabnya.


"Hahaha, dasar pelit," ujarnya.


Mereka pun kembali tertawa dengan pandangan matanya yang berbinar-binar seolah tak ingin melepaskan pelukan hangat Bu Zana.


"Eits, Papa sudah nungguin tuh! Kita berangkat yok," ucap Bu Zana lembut sambil mengusap kepalanya.


"Apa Keysa harus ikut Bu?" tanyanya.


"Sebenarnya gak ikut pun gak apa-apa, tapi lebih baik Kamu ikut," jawabnya senyum.


"Keysa malas Bu," ujarnya.


"Kan ada Ibu," lirihnya.


Keysa pun menatap Bu Zana yang tiba-tiba wajahnya berubah dengan wajah Mamanya, ia pun tersentak dan kembali memeluknya.


"Mama,,,!" ucapnya tersedu.


Bu Zana kaget sambil membalas pelukannya, dengan seribu tanya di hati.


___________________________________________


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


"


"

__ADS_1


__ADS_2