
Perubahan Keysa membuat seisi rumah tegang dan tidak nyaman, apalagi setelah menyakiti Fany dengan sebuah Cutter, melukai pergelangan tangannya, hingga mengeluarkan darah merah segar. Papa Aksa juga tak kalah panik, saat melihat perubahannya yang drastis membuat ia ingin konsultasi pada Psikiater.
"Sayang, besok kita ke Psikiater ya!" ucapnya lembut.
"Iya Mas, lebih cepat lebih bagus," jawabnya.
"Oh...! Mas, mau bicara dengan Dokter Hasan dulu." ujarnya.
************
Kring...kring....kring.
"Halo, Pak Aksa, ada yang bisa Saya bantu?" tanya Dokter Hasan.
"Iya Pak, ini mengenai Keysa," ucapnya.
"Kenapa dengan Keysa? masih sakit?" tanyanya.
"Gak Dokter, cuma akhir - akhir ini gak mau makan, dan marah tanpa sebab," Jawabnya sedih.
"Begitu ya, Pak!" ujarnya.
"Kata Istriku, Keysa, Depresi, Dok, kalau boleh tau Depresi itu apa ya Dok?" tanyanya penasaran.
"Depresi merupakan gangguan kesehatan mental, yang ditandai dengan suasana hati yang terus - menerus merasa sedih, dan tertekan serta kehilangan minat dalam beraktivitas, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup sehari - hari." tuturnya.
"Kira - kira gejala apa yang timbul saat mengidap, Depresi, Dokter?" tanya Papa Aksa lagi.
__ADS_1
"Selalu merasa bersalah, putus asa, rendah diri dan tidak berharga, selalu cemas dan kwatir yang berlebihan, mudah marah atau sensitif, sulit berkonsentrasi, berpikir dan mengambil keputusan, dan yang paling parah timbul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau Orang lain." tutur Dokter Hasan.
"Dokter, apa yang harus kulakukan pada Keysa?" tanyanya.
"Silahkan bawa ke Dokter, Pak Aksa, Dokter akan mendiagnosis Depresi dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan Psikologis, serta pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah jika diperlukan." jawabnya.
"Apa perlu pemeriksaan tersebut, Dokter." tanyanya.
"Iya, untuk mengetahui penyebab depresi," jawab Dokter Hasan.
"Segera, bawa Keysa ke Dokter, Pak, karena Depresi adalah gangguan serius yang bisa berakibat fatal bagi pengidap dan keluarga, Depresi seringkali menjadi lebih buruk bila tidak di obati, serta mengakibatkan masalah emosional, perilaku dan kesehatan yang mempengaruhi setiap area kehidupan pengidap," perintah Dokter Hasan.
"Iya Dokter, terimakasih buat penjelasannya," ucapnya ramah.
"Sama - sama, Pak Aksa," jawabnya sambil menutup ponselnya.
"Ada apa, Sayang?" tanyanya.
"Fany, adalah penyebab semua ini," jawabnya dingin.
"Tidak, Sayang! jangan berkata seperti itu," ucapnya tegas.
"Fany, takut Keysa kenapa - kenapa, Mas." jawabnya.
"Tidak, Keysa, pasti baik - baik saja," ujarnya.
Fany menangis, menumpahkan segala kesedihannya, seraya membaringkan kepalanya di lengannya yang kekar itu.
__ADS_1
"Mas, kita harus melakukan sesuatu untuk, Keysa!" perintah Fany.
"Iya, kita segera membawanya ke Dokter," ucapnya.
"Gak usah Mas, lebih baik kita melakukan beberapa hal untuk mengatasinya," jawabnya.
"Apa itu? Sayang?" tanyanya.
"Memberi dukungan dengan penuh kasih sayang, dan mengajarkan Keysa kemampuan sosial dan emosional yang baik, serta membangun hubungan positif," jawabnya.
"Iya Sayang, Mas, akan melakukan apa yang kamu ucapkan!" ucapnya senyum.
"Karena Keysa, sering membuat komentar yang kritis dan sinis, serta tertarik dengan kematian yang tidak biasa, seperti ingin melakukan bunuh diri, dan menyakiti Orang lain." jawabnya.
"Sayang...! jangan - jangan, tanganmu perbuatan, Keysa?" tanyanya tegas.
"Hus, jangan ngomong sembarangan, Mas," jawabnya senyum.
"Mas, mulai curiga!" lirihnya.
"Andaikan Keysa melakukan ini padaku, pasti aku cerita, Mas!" ucapnya.
Papa Aksa menganggukkan kepalanya, dan duduk di sisi ranjang seraya menyandarkan kepalanya di kepala ranjang, dia sedang memikirkan apa yang akan dia lakukan setelah ini.
____________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
__ADS_1