
Perbedaan beda usia diantara mereka tidak menjadi penghalang untuk menjalin hubungan yang lebih serius itu terlihat dari sikap Papa Aksa yang berusaha mengayomi Fany dengan tulus, Fany yang haus akan kasih sayang membuatnya senang dengan perlakuan Papa Aksa, karena tidak pernah merasakan perhatian seperti yang dilakukan oleh Papa Aksa, Fany yang dibesarkan oleh Kakek dan Neneknya hanya sibuk mencari nafkah untuk kebutuhan mereka sehari-hari.
"Nasi gorengnya enak," ucapnya sambil menyenggol lengan Fany.
"Terimakasih Om," ucapnya tersipu sambil membersihkan meja makan.
"Om, pake sepatu yang mana?" tanya Fany menuju rak sepatu.
"Terserah Fany lah!" ucapnya senyum.
"Yang hitam ya Om?" sahutnya.
"Boleh," jawabnya.
Fany menyemir lalu mengambil kaus kaki dan menghampirinya.
"Ini Om," ucapnya.
"Terimakasih ya," lirihnya tersenyum.
Fany tersenyum sambil menatapnya dengan kagum. Tiba-tiba ponsel Papa Aksa berdering lalu mengangkatnya dengan senyum sambil meninggalkan Fany yang masih duduk di meja makan, Fany mengintip siapa gerangan yang menghubunginya.
Wajah berkerut dengan tatapan membara penuh kecemburuan itu terukir di paras manis Fany. Jantung Fany seolah disambar petir di pagi hari saat melihat Papa Aksa menerima panggilan telepon dan sampai meninggalkannya. Setelah beberapa menit Papa Aksa menutup teleponnya lalu menghampirinya.
"Siapa Om?" tanyanya ketus.
"Teman Kantor," jawabnya.
"Cewek atau Cowok?" tanyanya mengintrogasi.
__ADS_1
"Cewek," jawabnya sambil mengikat tali Sepatunya.
"Pacar Om ya?" tanya Fany dengan wajah penasaran.
"Gak, salah satu Karyawan di Perusahaan minta perpanjangan cuti," tuturnya.
"Kirain siapa," gumamnya.
"Tenang saja, Om gak akan selingkuh," ucapnya menggoda.
"Mudah-mudahan," jawabnya singkat dengan raut wajah cemburu.
"Iya Sayang," ucapnya sambil mencubit pipinya yang tembem.
"Janji," lirihnya.
"Gak mungkin Om menduakan wanita yang sangat ku sayangi," ucapnya.
"Om, berangkat ya," ucapnya senyum.
"Hati-hati Om," jawabnya sambil mengantarkannya ke Mobil.
"Iya, Sayang," ucapnya sambil melambaikan tangannya.
Fany membalasnya dengan senyum, dan berharap semua baik-baik saja. Setelah Papa Aksa berangkat Fany langsung menuju kamar Keysa lalu membangunkannya dengan lembut.
"Keysa, bangun sudah siang ni," ucapnya sambil membuka jendela Kamarnya.
"Iya," jawabnya sambil menutup wajahnya dengan bantal.
__ADS_1
"Anak gadis bangunnya siang," ucapnya bercanda.
"Ngantuk," jawabnya manja.
"Mandi dulu, biar Fany buat sarapan," ucapnya sambil menunggu Keysa bangun.
Keysa pun beranjak sambil mengusap kedua matanya yang masih ngantuk. Fany maklum karena Keysa sangat dimanjakan oleh kedua orangtuanya bahkan tidak pernah mengerjakan pekerjaan Rumah, Keysa hanya belajar dan sepulang Sekolah kembali les. Dan itu semua tidak sia-sia Keysa selalu mendapat juara dan Bea Siswa di Sekolahnya.
"Papa sudah berangkat?" tanyanya.
"Sudah Keysa," jawabnya sambil merapikan tempat tidur.
"Cepat bangat," jawabnya sambil melirik jam dinding.
"Mimpi ya?" tanya Fany tersenyum.
"Keysa kira masih subuh," ucapnya bercanda.
Fany tersenyum sambil menatapnya dengan lembut.
"Keysa, sarapan apa?" tanya Fany.
"Terserah Fany saja!" jawabnya sambil menuju kamar mandi.
Sejenak Fany berpikir, lalu menuju Dapur untuk melihat isi kulkas. Lalu mengambil beberapa potong ayam untuk membuat Ayam crispy, lalu menggorengnya dan menyajikannya dimeja makan.
"Keysa sarapan yok!" ucapnya sembari berteriak memanggilnya.
Fany pun kembali ke dapur untuk membuatkan segelas Susu coklat panas kesukaannya, saat kembali dari dapur Keysa tak kunjung keluar lalu Fany kembali memanggilnya sambil melirik kearah kamar tapi tetap tidak ada jawaban.
__ADS_1
______________________________________________
Jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman.