Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 162


__ADS_3

"Apa kamu pernah berpikir, saat kamu berniat menyakitiku dan Ibuku, dimana hati nurani? sekarang kamu justru mengharapkan aku masih punya hati nurani untukmu, mimpi kamu?" teriak Keysa di depan wajah Fany.


"Jangan keras-keras, nanti Papamu marah," ucapnya.


"Perduli amat, aku tidak takut," jawabnya tertawa.


"Keysa, Tante tidak berniat seperti itu, ini sudah takdir," lirihnya.


"Mudah sekali kamu bilang ini takdir, bagaimana jika pisau ini tertancap di wajahmu , bukankah itu takdir?" ucapnya semakin mendekatkan pisau yang ada ditangannya pada wajah Fany, ia ingin membuatnya pergi dari hidupnya dan Papanya.


Suara tangis dan jeritan dari kamar Keysa, membuat Bu Zana ketakutan lalu memanggil Papa Aksa yang tertidur pulas di kamarnya.


Tok...tok...tok.


"Pak, buka pintunya," panggilnya sembari menjerit dengan kerasnya.


"Ada apa Bu?" tanyanya panik.


"Keysa Pak," jawabnya sambil menunjuk ke arah kamarnya.


"Kenapa Bu?" ujarnya.


"Bu Fany dalam bahaya, Pak," ucapnya tersedu.


Tanpa pikir panjang Papa Aksa berlari menuju kamar Keysa yang tertutup rapat itu, langsung mendobraknya.

__ADS_1


Bruk


Terdengar suara pintu lalu mendorong tubuh Keysa membuatnya terhuyung, dan kepalanya terantuk ke ujung meja belajarnya, pisau yang ditangannya terlempar entah kemana, Keysa memegang keningnya yang berdenyut, dan merasakan sesuatu yang cair disana.


"Siapa yang berani menentang ku," bisiknya dalam hati.


Keysa mengangkat wajahnya, melihat Papanya sedang memeluk Fany, ia menangis di dada Papa Aksa sebagai luapan rasa takutnya.


"Beraninya dia memeluk Papaku di depanku," lirihnya.


"Lepaskan Papaku! aku tak rela Papaku di sentuh Wanita murahan ini," teriaknya.


Papa Aksa tersentak mendengar teriakan Keysa, ia menatap Keysa dengan tatapan marah.


"Bagaimana mungkin Keysa yang dulunya penurut sekarang justru bersikap seperti ini," tanyanya dalam hati.


"Lepaskan Papaku!" ucapnya sembari mendorong tubuh Fany.


"Keysa lepas! sebelum Papa marah!" jawabnya sambil memeluk Fany yang bergetar ketakutan.


Tidak! Wanita murahan ini sudah merebut Papa dari Mama, sekarang dia juga merebut Papa dari Keysa," teriaknya.


"Tidak Keysa, Ibu Fany tidak merebut Papa dari dari siapapun, termasuk dari Mamamu ataupun kamu, Papa akan selamanya tetap menjadi Papa kamu sampai kapanpun," ucapnya meyakinkan.


"Papa bohong! buktinya Papa menikahi Wanita murahan ini!" jawabnya.

__ADS_1


"Keysa, ini bukan salah Ibu Fany," ujarnya.


"Papa jangan panggil dia Ibuku di depan Keysa, Ibuku cuma satu Bu Retno, Wanita ini tidak pantas dipanggil Ibu," ucapnya sinis.


"Keysa, jangan bicara seperti itu," jawabnya.


"Dia hanya Wanita murahan yang mencoba menggoda Papa, dia hanya Iblis berwajah malaikat!" teriaknya.


"Keysa dengar ya, Ibu Fany bukan Wanita seperti itu, sebenarnya apa yang membuatmu menjadi seperti Orang gila seperti ini," ucap Papanya.


"Papa bilang Keysa gila?" teriaknya.


"Keysa maaf nak, Papa tidak sengaja, papa khilaf," ucapnya memohon.


"Tidak, Keysa tidak akan memaafkan Papa, sebelum Wanita ini pergi dari rumah ini," jawabnya.


"Kamu memang keterlaluan!" ucapnya berapi-api, mengeluarkan semua sesak yang bersarang di dadanya.


"Lebih baik bersama Mama, daripada dianggap gila oleh Papa sendiri," jawabnya.


"Papa tidak tau harus bilang apa!" ucapnya frustasi.


"Papa memang gak pernah bisa ngertiin Keysa, Papa sibuk dengan dunia Papa sendiri, cuma Mama yang bisa ngertiin Keysa selama ini, dan sekarang Mama meninggal, Keysa butuh Papa ngertiin, tapi apa? sekarang Papa bilang kalau Keysa gila," teriaknya.


____________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏🙏


"


__ADS_2