
Sontak Papa Aksa mengusap wajahnya dengan kasar, dengan tatapan lurus kedepan berharap Keysa paham dengan keinginannya.
"Keysa, Papa mohon ikutlah dengan Papa," ucapnya lembut.
Keysa hanya mengangkat kedua bahunya, mendengar apa yang dikatakan Papanya, matanya langsung menatap kearah Foto Mamanya yang tergantung diruang tamu dengan ukuran yang sangat besar hingga wajah Mamanya nampak begitu jelas, wajahnya yang cantik dengan senyuman manis membuat Mamanya nampak sangat cantik dan menawan.
"Gak Pa," jawabnya sambil mengusap matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Mamamu, sudah tenang di sana," ucapnya sambil memeluknya dengan erat sambil tersedu.
"Keysa, sedih Pa," ucapnya singkat.
"Papa tau, tapi Mamamu tak mungkin kembali lagi" jawabnya.
Mereka saling berpelukan dengan dengan uraian air mata yang terus mengalir membasahi wajahnya, Papa Aksa berusaha mengendalikan perasaannya agar Keysa tidak sedih lagi.
"Keysa tau Pa, tapi semua bagaikan mimpi," ucapnya singkat.
Papa Aksa mengelus kepalanya dengan lembut, sambil mencium pucuk kepalanya.
"Ayok, Kita cari angin keluar," ucap Papa Aksa.
__ADS_1
"Tunggu Pa, Keysa ganti baju," jawabnya sambil melepaskan pelukannya.
"Papa tunggu di Mobil ya," ujarnya.
"Iya Pa," lirihnya tersenyum namun air matanya mengembang dipeluk matanya.
Sementara Papa Aksa bergegas cepat menuju garasi, mengeluarkan Mobil mewahnya sambil bersiul. Bayangan Fany mulai menari-nari di pelupuk matanya hingga membuatnya ingin cepat-cepat untuk bertemu dengannya, tak menunggu lama Keysa pun menghampirinya dan duduk dibelakang dengan santai.
"Yok Pa," ucapnya.
"Oke, Kita berangkat," jawabnya senyum sambil membuka kaca Mobilnya.
Keysa nampak tenang, semilir angin menerpa wajahnya yang cantik sambil menatap gedung yang tegak menghiasi sepanjang jalan, ditambah alunan musik sendu membuatnya menikmati perjalanan yang tidak tau kemana arah tujuannya.
"Papa juga gak tau," jawabnya senyum sambil meliriknya dari kaca spion.
"Ke Mall yok Pa," ujarnya.
"Boleh," ucapnya singkat.
Lalu Papa Aksa memarkirkan Mobilnya diparkiran salah satu Mall yang paling besar dan mewah di kotanya, semua itu dilakukannya agar Keysa senang dan tidak larut dalam kesedihannya.
__ADS_1
"Wah, bagus bangat ya Pa," ucapnya sambil menatap Mall.
"Iya, Papa sengaja bawa Kamu kesini," jawabnya singkat sambil beranjak memasuki Mall.
Mall Central Park memiliki fasilitas lengkap, dengan Karyawan yang ramah tamah membuat pengunjung nyaman dan ingin berlama-lama menikmati keindahan Mall.
"Keysa, Papa nunggu disini ya!" ucapnya sambil duduk di Barber Cafe.
"Oke Pa," jawabnya singkat.
Dengan senang hati, Keysa pun mulai melirik baju-baju Branded kesukaannya, semenjak Mamanya meninggal Keysa sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki ke Mall untuk berbelanja, ia menghabiskan waktunya meratapi kepergian Mamanya yang sangat disayanginya. Sementara Papa Aksa duduk termenung menikmati segelas jus jeruk dingin, sambil memandang keindahan dan kemewahan Mall yang sangat memukau itu. Tiba-tiba Papa Aksa tersentak saat matanya tertuju pada sosok seorang gadis yang mirip dengan Fany, lalu dengan tergesa-gesa Papa Aksa membayar minumannya dan berusaha untuk menghampirinya, tapi saat membalikkan tubuhnya sosok yang mirip dengan Fany sudah pergi entah kemana.
"Ya Tuhan kemana dia? apa itu Fany, tapi ngapain ke sini?" tanyanya dalam hati sambil mondar-mandir.
Papa Aksa langsung bergegas mencari keberadaannya dengan naik turun lift mengelilingi Mall berharap menemukan sosok Fany itu, tiba-tiba ponselnya berdering lalu Papa Aksa menghentikan langkahnya sambil menatap layar ponselnya dan ternyata Keysa.
"Papa dimana?" tanya Keysa.
"Sebentar ya, Papa mencari sesuatu," jawabnya gugup sambil mematikan Ponselnya.
"Sesuatu?" bisiknya dalam hati sambil tersenyum.
__ADS_1
_______________________________________________
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏👍