
Bu Zana sangat bahagia saat mendengar kabar gembira itu, sekaligus menjadi Wali di Pernikahan nanti.
"Bu, Kita yang mau Nikah kok Ibu yang melamun?" ucap Papa Aksa bercanda.
"Ibu, hanya berdoa semoga kalian menjadi Keluarga bahagia," jawabnya.
"Terimakasih Bu, atas doa-doanya," ujar Fany.
"Sudah seharusnya Ibu mendoakan kalian, karena Ibu sangat menyayangi kamu Keysa. Kamu sangat pantas untuk mendampingi Pak Aksa untuk menggantikan Almarhum Bu Retno," tuturnya dengan isak tangisnya.
"Loh, kok malah nangis sih Bu?" tanya Papa Aksa sambil mengusap pundaknya.
"Saya terharu Pak, akhirnya Bapak menemukan sosok seorang Istri yang baik dan Solehah," jawabnya.
"Terimakasih ya Bu, Fany sangat tersanjung dengan segala pujian Ibu yang membuat itu cambuk buat Fany agar bisa lebih baik lagi kedepannya," ucap Fany sambil memeluknya dengan mata berkaca-kaca.
"Ibu percaya Kamu bisa menjadi Istri yang baik dan Ibu yang bijaksana buat Keysa," jawabnya tegas sambil menatapnya dengan penuh harapan.
"Mudah-mudahan Bu, Fany akan mengingat semua pesan Ibu," ujarnya.
Rasa haru pun menyelimuti hati Papa Aksa hingga matanya juga ikut berkaca-kaca melihat situasi yang sangat mengharukan itu.
"Sudah Bu, jangan menangis lagi," ucapnya sambil memeluknya.
__ADS_1
"Ini tangisan bahagia Pak," jawabnya tersendat.
"Aku tau Bu, tapi nanti Ibu sakit," ujarnya.
"Betul Bu, apa kata Om jangan menangis," lirihnya.
Papa Aksa pun kembali memeluk Bu Zana dan Fany dengan kencang, ia begitu tersentuh dengan doa dan restu dari Bu Zana yang membuatnya semakin yakin Fany adalah yang terbaik untuknya.
"Aku sangat menyayangi kalian berdua, kalian membuatku semangat lagi setelah melewati hari-hari yang sangat melelahkan," ucapnya tegas dengan Isak tangisnya hingga membuat tangis Fany dan Bu Zana pecah.
"Ibu sangat berharap dengan Pernikahan ini, Keysa juga merasa bahagia seperti apa yang kita rasakan saat ini, karena Ibu juga sangat menyayanginya," jawabnya.
"Doakan Keysa ya Bu, Aku juga berharap Keysa bahagia," ujarnya.
"Ibu selalu mendoakannya Pak, agar bisa menerima kehadiran Fany," ucapnya.
"Itu pasti Pak, karena Ibu sudah merawatnya dari bayi sampai Keysa beranjak dewasa dan sudah menganggapnya sebagai Anak sendiri," tuturnya.
"Keysa beruntung memiliki Ibu, yang tulus menyayanginya dan perduli dengan kebahagiaanya," ucap Keysa penuh rasa haru.
"Ibu mohon, sayangi Keysa ya," pinta Bu Zana.
"Iya Bu, Fany akan menyayanginya seperti apa yang Ibu lakukan untuknya," ucapnya.
__ADS_1
Papa Aksa pun melepaskan pelukannya dan menatap Fany dan Bu Zana secara bergantian dengan tatapan matanya yang sendu.
"Malam ini Aku sangat bahagia," ucapnya tersenyum.
Mereka pun kembali tertawa dengan hati bahagia yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, tapi itu terlihat dari sorotan matanya yang berbinar-binar sebagai luapan rasa bahagianya.
Tiba-tiba Fany kaget mengingat rebusan Air Jahe sambil berlari menuju Kompor.
"Hampir saja lupa," gumamnya sambil mematikan Kompor.
Papa Aksa pun menghampirinya dan meremas jarinya yang lentik dengan lembut.
"Malam ini Kamu sangat Cantik,' ucapnya mesra.
"Om bisa saja," jawabnya tersipu.
"Om serius, Kamu nampak sempurna dan istimewa di hati Om," lirihnya.
"Terimakasih ya Om buat pujiannya, tapi sayang gak ada uang receh," ucapnya tertawa.
"Hahaha, sudah mulai pintar ni calon Istriku," jawabnya sambil mencubit pipinya yang tembem dengan gemesnya.
Bu Zana tersenyum melihat tingkah Papa Aksa yang romantis itu, dan ia pun bergegas meninggalkan dua insan yang sedang di mabuk cinta itu.
__ADS_1
___________________________________________
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏