Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab tiga puluh


__ADS_3

"Keysa," panggilnya seraya mengulas senyum sambil menuju kamarnya.


Tapi Keysa tidak menjawab dan keadaan kamar sunyi seperti tidak berpenghuni, dengan hati-hati Fany membuka pintu kamar tapi Keysa tidak berada di kamar. Fany kaget sambil menjerit dan mencari ke setiap ruangan tapi tidak menemukannya. Dengan rasa takut Fany pun berusaha menghubungi Papa Aksa.


Tut,,Tut,, Tut


"Om, Keysa gak ada di rumah," ucapnya tersendat.


"Kemana perginya?" tanyanya kaget.


"Gak tau Om, tadi Fany tinggal lagi mandi terus Fany ke dapur buat sarapan, Fany ke kamar sudah gak ada," tuturnya.


"Sudah Fany telepon?" tanyanya penasaran.


"Ponselnya di rumah Om," jawabnya singkat.


"Oke, Om segera pulang," ucapnya.


Fany melenguh melampiaskan ketakutannya sambil menjerit memanggilnya dengan mata berkaca-kaca, Fany takut terjadi apa-apa denganya. Tiba-tiba suara Mobil Papa Aksa memasuki pekarangan Rumah, Fany beranjak menuju Papa Aksa dengan wajah pucat.


"Om, ayo kita cari Keysa," ucapnya sambil menarik tangannya.


Papa Aksa menarik nafas lelah dengan wajah sedih saat Putri kesayangannya pergi entah kemana.


"Fany sudah cari di Rumah?" tanyanya.


"Sudah Om," lirihnya sedih.


Papa Aksa bingung harus mencari kemana karena Keysa jarang keluar dan paling takut keluar sendiri, lalu Papa Aksa masuk dan mencoba mencari ke Rumah sambil menjerit-jerit memanggilnya, tapi tetap tidak ada.

__ADS_1


"Om, mungkin ke Makam Mamanya!" ucap Fany.


"Gak mungkin, Keysa penakut," jawabnya tegas.


"Bisa saja Om, ayok kita ke sana," pinta Fany.


Setelah berpikir sejenak sambil menatap Fany akhirnya Papa Aksa menuruti keinginannya.


"Oke, Kita ke sana," ucapnya sambil melajukan Mobilnya.


"Mudah-mudahan Keysa di Makam Mamanya ya Om," lirihnya.


"Om gak yakin karena Om tau siapa Keysa," ucapnya sambil mengacak rambutnya.


"Om, harus yakin, karena semua orang bisa berubah," jawabnya ketus.


Dengan tatapan lurus ke depan dan nafas berat dan hati mengganjal, matanya mulai berkaca-kaca disaat teringat dengan senyum lembut Keysa yang menjadi kekuatan baginya.


"Om," panggil Fany memecahkan konsentrasi Papa Aksa.


"Ada apa," jawabnya sambil mengusap air matanya.


"Fany yakin, Keysa ada di sana," ucapnya tegas.


"Fany yakin?" tanyanya.


"Sangat yakin," jawab Fany.


Papa Aksa menoleh sambil menatapnya dengan lembut.

__ADS_1


"Ya, Om juga yakin," lirihnya tersenyum.


Papa Aksa pun melajukan mobilnya dengan cepat dan ingin memastikan Keysa ada di Makam Mamanya. Setelah membutuhkan waktu setengah jam menuju Makam Istrinya mereka pun tiba, dengan jantung berdebar Papa Aksa menatap Makam Istrinya dari kejauhan dan berharap Keysa ada di sana. Fany segera turun menuju Makam dan memanggilnya.


"Keysa," panggilnya seraya menjerit.


Tiba-tiba Fany melihat Keysa sambil menangis memeluk batu Nisan Mamanya.


"Om, Keysa," ucapnya menjerit sambil menunjuk kearahnya.


"Ya Tuhan Anak ini," gumamnya Kesal.


Papa Aksa pun menghampirinya lalu memeluknya dengan Isak tangisnya.


"Keysa, kenapa Kamu lalukan ini, kalau Keysa kangen bilang sama Papa agar kita sama- sama kesini," tuturnya sedih.


"Maaf Pa, Keysa kangen Mama," ucapnya sambil memandang batu Nisan yang sudah bertaburan bunga


"Papa ngerti, tapi pamit sama Papa," lirihnya.


"Keysa, Fany ngerti perasaanmu dan Kamu tidak salah," ucapnya sambil memeluknya.


"Maaf ya, Keysa membuatmu panik," ucapnya dengan nada sedih.


"Gak apa-apa kok, Fany sangat yakin Keysa ada di sini," lanjut Fany lalu mengecup kepalanya penuh kasih sayang.


_________________________________________________


Jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2