
Keysa yang berduka karena kehilangan Mamanya yang meninggal karena penyakit Kistanya, memerlukan waktu untuk kembali pulih sebelum ia dapat menerima Fany dalam hidupnya, ia beranggapan Fany, sebagai sosok pengganggu dalam hidupnya.
Tiba - tiba Papa Aksa merasakan kepalanya pening, kedua tangannya langsung memegangi kepalanya, namun semakin lama pandangannya menjadi gelap dan akhirnya Papa Aksa pun terjatuh. Melihat Papanya terjatuh, Keysa berteriak dan minta tolong dan berlari menghampiri Papanya.
"Pa, bangun," teriaknya keras.
Teriakan Keysa membuat Fany dan Bu Zana terkejut, dan menghampirinya dengan penasaran, tapi alangkah terkejutnya Fany saat melihat Papa Aksa terletak di lantai dengan wajahnya yang pucat.
"Mas, kamu kenapa?" teriaknya histeris.
Fany mengangkat tubuhnya ke kasur dibantu Keysa dan Bu Zana sembari menangis.
"Keysa, Papamu kenapa, nak?" tanyanya lembut.
"Keysa gak tau, tiba - tiba Papa pingsan," jawabnya sedih.
"Bu, tolong panggilkan Dokter," perintah Fany.
Bu Zana berlari memanggil Perawat dan menyuruhnya cepat keruangan Keysa.
"Sus, tolong, Papa Aksa pingsan," ucapnya gugup.
"Iya Bu," jawabnya singkat menuju ruangan.
Perawat memeriksa Papa Aksa, dan memberikan beberapa obat untuk diminumnya, setelah sadar, Fany dan Keysa menangis sambil memeluknya dengan erat.
"Bangun, Mas, kamu kenapa?" ucapnya setengah berbisik.
__ADS_1
Setelah menunggu setengah jam, Papa Aksa membuka matanya pelan - pelan, menatap seisi ruangan dengan pandangan kosong.
"Aku kenapa?" tanyanya heran.
"Kamu pingsan, Mas," jawab Fany.
"Kok bisa?" tanyanya lagi.
"Mungkin Kamu lelah, Mas," jawabnya.
Papa Aksa menatap Fany dan Keysa secara bergantian dengan kepala masih sakit, lalu Fany memberikan Obat agar sakit kepalanya hilang.
"Mas, minum Obat dulu biar sakit kepalanya hilang," perintah Fany.
"Iya Sayang," ucapnya lemas.
Fany menggosokkan Minyak urut di kepalanya sembari memijitnya pelan - pelan, ia takut terjadi apa - apa dengannya. Sementara Keysa hanya duduk diam dengan kepala tertunduk, ia cemas dan kwatir, itu terlihat dari sorot matanya yang penuh penyesalan.
Waktu pun berlalu dengan cepat, Matahari mulai terbenam tapi sakit kepala yang di derita Papa Aksa terus berlanjut, berbagai Obat sudah di minumnya bahkan sudah berkali - kali di periksa oleh Dokter, namu tetap tak kunjung sembuh justru sakit kepalanya terasa semakin berat, hingga akhirnya Papa Aksa langsung melakukan diagnosa melalui sinar X Ray atau Rontgen oleh Dokter.
Setelah di periksa barulah di ketahui apa penyakit yang diderita Papa Aksa, Dokter Lee pun langsung memanggil Fany untuk keruangan Pribadinya.
"Ini hasil dari Rontgen Suami, Ibu," ucapnya memberikan hasil Rontgen.
"Maaf Dok, sebenarnya apa penyakit Suamiku?" tanyanya penasaran.
"Ibu sebaiknya tenang dan sabar, begini Bu, setelah kami periksa melalui sinar X Ray di kepalanya ternyata Suami Ibu menderita penyakit Kanker otak.
__ADS_1
"Apa? tidak mungkin Dokter," ucapnya menangis.
Fany terkejut mendengar ucapan Dokter, seakan tidak percaya dengan penyakit yang diderita Papa Aksa Suaminya.
"Tabah kan hatimu Bu, kami akan berusaha untuk mengobatinya," ucapnya meyakinkan.
"Lakukan yang terbaik untuk Suamiku, berapapun biayanya, Dokter," jawabnya tegas.
"Iya Bu, kami akan berusaha semaksimal mungkin," ucapnya.
"Terimakasih Dokter," lirihnya.
Fany keluar dari ruangan Dokter dengan perasaan sedih, ia langsung menemui Keysa dan Bu Zana dalam keadaan menangis, membuat mereka bingung.
"Bu, kenapa menangis?" tanya Bu Zana bingung
"Gak apa - apa Bu," jawabnya sedih dengan cucuran air mata yang terus mengalir membasahi wajahnya yang cantik.
"Katakan, Papa sakit apa?" tanya Keysa.
"Papamu baik - baik saja Keysa," jawabnya sedih.
"Jangan bohong, tolong katakan apa penyakit Papa?" ujarnya.
************""
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏
__ADS_1