Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
episode 188


__ADS_3

Setelah istirahat beberapa hari, Fany dan Papa Aksa berkonsultasi dengan Rumah Sakit Kanker Mangunkusumo, Kemoterapi yang ia dapatkan Kemoterapi minum obat, jadi tidak terlalu berat baginya untuk mengatur jadwalnya, sedangkan untuk Radio terapi, Papa Aksa harus mengatur jadwal sedemikian rupa.


Selain Kemoterapi dan Radio terapi, setiap dua minggu sekali Papa Aksa datang ke Rumah Sakit Kanker Mangunkusumo untuk konsultasi dengan Dokter Ansel, untuk memeriksa kondisi perkembangan dan efektivitas terapi yang ia jalani.


"Pak, terapi harus dilakukan setiap hari," perintah Dokter Ansel.


"Sampai kapan, harus menjalani terapi, Dokter?" tanya Fany.


"Setelah selesai Empat Puluh kali sesi Radio terapi dan Kemoterapi, Bu." jawabnya.


"Apa efek samping dari Kemoterapi, Dokter?" tanya Fany.


"Rambut Bapak rontok, dan kemampuan Memori berkurang, Bu." jawabnya tegas.


"Tapi kemungkinan bisa sembuhkan, Dokter?" ujarnya.


"Iya, ketetapan diagnosis di awal menjadi kunci keberhasilan, Bapak." ucapnya.

__ADS_1


"Kami bersyukur bertemu dengan Dokter yang tepat." jawab Fany senang.


Ketegasan Dokter Ansel menyuruh Papa Aksa melakukan tes ulang beberapa kali demi keakuratan diagnosis menumbuhkan kepercayaan Fany terhadap Dokter Ansel, kepercayaan itu menjadi dasar semangat Papa Aksa menjalani Empat Puluh kali terapi setiap hari dengan tertib.


Sebuah mukjizat dirasakan Fany dan Papa Papa Aksa setelah berjuang melawan Kanker dengan ikhlas dan pasrah.


"Saya cuma ingin, Bapak jangan menyerah, kalau terus berjuang penyakit bakal kalah." ucap Dokter Ansel.


"Iya, Dokter." jawab Papa Aksa.


"Untuk Ibu, mohon Bapak disemangati semaksimal mungkin." ujarnya.


"Jika kita pasrah dan menyerahkan serta meminta kesembuhan pasti akan diberi oleh Allah SWT." tuturnya.


"Sekali lagi terimakasih, Dokter." ucap Papa Aksa.


"Kanker otak yang diderita Bapak termasuk Kanker jinak, sehingga tidak terlalu berbahaya, dan pengobatannya juga lebih gampang." jawabnya.

__ADS_1


*******


Hari - hari berikutnya pasca operasi Kanker otak dan Kemoterapi tahap pertama, kondisi Papa Aksa semakin membaik, bahkan ia sudah bisa beraktivitas layaknya ketika sebelum operasi, bisa berjalan sendiri, jalan - jalan keliling rumah, tetapi waktu istirahat pun harus tetap dijaga dan diatur.


Sebulan kemudian, dilakukan Kemoterapi kedua, dan gejalanya pun tidak seperti sebelumnya, tubuh Papa Aksa sudah bisa beradaptasi, tetapi kerontokan rambut mulai terjadi, sebulan kemudian dilakukan kembali MRI, dan hasilnya sangat memuaskan, Kanker tidak berkembang dan sisa - sisa sel hampir bersih sekitar Delapan Puluh persen, sehingga pada bulan berikutnya Dokter Ansel melakukan Radio terapi, dan menghentikan Kemoterapi.


Radio terapi dilakukan secara berturut-turut selama Dua Minggu, dan hasilnya pun cukup memuaskan, kondisi Papa Aksa setelah Terapi Radiasi selama Dua Minggu itu semakin membaik.


Dokter juga menganjurkannya untuk mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah - buahan serta telur rebus sebagai protein Hewani, Ikan yang memiliki kandungan Omega Tiga untuk mempercepat keringnya luka operasi.


Dokter Ansel selalu memberikan semangat dan motivasi, agar Papa Aksa optimis dan positif thinking, hingga Papa Aksa memutuskan untuk berjalan terus.


"Jangan takut dengan penyakit maupun tantangan hidup yang anda miliki, kita semua sudah dibekali lilin semangat yang panjang untuk menghadapinya, saatnya untuk menyalakannya dan menjadikannya senjata untuk melawan rasa takut dan kesedihan." ucapnya meyakinkan.


Papa Aksa lega, sembari menatap Dokter Ansel dalam - dalam, kebahagiaan terpancar dari matanya, ucapan Dokter Ansel membuat semangat hidupnya bertambah untuk menjalani hidupnya yang lebih baik lagi.


Adzan Dzuhur pun berkumandang, Fany memutuskan untuk pergi ke sebuah Mushola yang berada di Rumah Sakit untuk melaksanakan Sholat Dzuhur dan berdoa untuk kesembuhan Papa Aksa Suaminya.

__ADS_1


**********


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏🙏


__ADS_2