
Setiap anak butuh dan wajib mendapat cinta dan kasih sayang kedua Orang tuanya, tapi garis hidup tak selamanya berkata demikian, ada anak yang tumbuh tanpa salah satu Orangtuanya, seperti yang dialami Keysa.
Menikah atau berkeluarga merupakan naluri kemanusiaan dan suatu kebutuhan yang pemenuhannya relatif mutlak diperlukan, selain itu juga, menghormati Wanita yang dinikahi oleh Papanya adalah bukan sebuah tawaran, tetapi mesti dilakukan oleh Keysa, sebab Fany juga merupakan Ibunya, walaupun berstatus sebagai Ibu tiri.
*************
"Mas, Keysa kenapa?" tanya Fany penasaran.
"Gak tau," jawabnya singkat sambil berlari menuju ruangan Keysa.
Beberapa Perawat sudah berdiri diri depan pintu kamarnya, mengetuk pintu sembari memanggil Keysa.
"Keysa, buka pintunya," teriak Perawat.
"Sus, ada apa dengan Keysa," tanya Papa Aksa.
"Gak tau, Pak, Keysa mengunci pintu dari dalam," jawab Perawat.
"Ya ampun, anak ini," gumamnya.
"Pak, tolong dibantu agar Keysa mau membuka pintu," perintah Perawat.
"Iya, Sus," jawab Papa Aksa.
__ADS_1
"Keysa, buka pintunya, nak!" pintanya.
"Tidak....!" jawabnya histeris.
"Keysa, jangan begitu nak, Papa mau bicara," ucapnya memohon.
"Papa jahat, Papa lebih memilih Wanita murahan itu daripada anak Papa sendiri," jawabnya tegas.
"Tidak nak, Papa sayang sama kamu," ujarnya.
"Bohong, buktinya Wanita itu masih ada disini," ujarnya.
Fany tertunduk, berlari keluar sembari menangis, ia tidak ingin menjadi bahan perhatian para Perawat dan Orang - Orang yang ada disekitarnya, ia takut cacian dan makian menghampirinya.
Hatinya hancur melihat kenyataan yang ada di depan matanya, ia tidak menyangka Keysa sanggup mempermalukannya didepan semua Orang, menghina dan merendahkannya. Tiba - tiba Bu Zana menghampirinya dan memeluknya dengan kencang memberikan kekuatan dan kesabaran bagi Fany.
"Bu, ketika Keysa sudah berpikiran dewasa, kelak ia akan mengerti, kalau Papanya butuh pendamping hidup, Papanya juga kehilangan Istrinya dan tidak bisa hidup sendiri," ucapnya menghibur.
"Fany gak sanggup, Bu," ucapnya menangis.
"Sabar Bu, Tuhan pasti menolong umatnya yang sungguh - sungguh berserah padanya, dengan segala niat baik Ibu," jawabnya.
"Tapi sampai kapan, Bu," ucapnya dengan suara meninggi.
__ADS_1
"Sampai Keysa sadar, bahwa perbuatannya selama ini salah, telah memperlakukan Ibu dengan tidak adil," jawabnya tegas.
Fany menatap Bu Zana dengan tatapan penuh harapan, ia berharap apa yang diucapkan Bu Zana nyata dalam hidupnya, dan Keysa benar - benar menyesali semua perbuatannya.
"Bersabarlah, teruslah menunjukan kasih sayang dengan tulus, perlahan tapi pasti Keysa akan menyadari bahwa kehadiran Ibu, dapat membawa kebahagiaan untuknya," tuturnya.
"Iya Bu, Fany akan mencobanya," lirihnya.
"Ingatlah, yang dibutuhkan Keysa adalah cinta kasih yang tulus, buatlah kebiasaan yang menarik agar Keysa sadar bahwa bersama Orang tua tiri juga menyenangkan," ucapnya.
"Terimakasih, nasehatnya, Bu," jawabnya.
"Sebisa mungkin, Ibu jangan mengatakan hal - hal negatif tentang Orang tua kandungnya di hadapannya, karena tidak ada seorang anak yang suka mendengar Orang tuanya dikritik," ujarnya.
"Iya Bu, Fany tau itu, karena tidak ada seorang anak yang suka Orang tuanya dikritik sekalipun Orang tuanya jahat," ucapnya.
"Yakinlah bahwa akan selalu ada sisi baik pada peran baru Ibu sebagai Orang tua tiri, Ibu pasti bisa menemukannya jika tidak berfokus pada hal - hal yang buruk, oleh karena itu Ibu tidak perlu kwatir saat memutuskan menjadi Orang tua tiri," jawabnya.
Setelah beberapa saat Bu Zana, mengajak Fany kembali keruangan Keysa di rawat, ia tidak ingin kesalahpahaman antara Fany dan Keysa berlarut - larut, ia ingin mereka akur dan hidup bahagia.
"Fany takut Bu, Keysa mengusirku," ucapnya sedih.
*****************
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏