
"Om," panggil Fany memecahkan keheningan sambil menunjuk kearah kamar Keysa.
Papa Aksa beranjak dari duduknya menuju kamar Keysa, dan Fany berlari menyusulnya.
Tok,, tok,,,tok
"Keysa, buka pintunya," ucapnya sembari menjerit.
Keysa membuka pintu dengan raut wajah sedih dan rambut acak-acakan, Papa Aksa panik dan langsung memeluknya dengan Isak tangisnya.
"Maafkan Papa," ucapnya sambil meneteskan air matanya.
"Ada apa Keysa?" tanya Fany sambil mengusap punggungnya.
Keysa hanya diam tanpa sepatah katapun, hanya pandangannya yang kosong dengan tubuh lemas tak berdaya.
"Om, Keysa kenapa?" tanya Fany panik.
"Om juga gak tau," jawabnya sambil membaringkan tubuhnya.
"Keysa, maafkan Fany ya," ucapnya sambil menggoyang tubuh yang tidak berdaya itu.
Fany menyibak beberapa helai rambut yang menutupi wajah Keysa, sambil menatapnya dengan tatapan iba membuat matanya berkaca-kaca.
"Om, Kita harus bawa Keysa kerumah sakit," Pintanya.
"Tunggu," cekal Papa Aksa.
"Kenapa Om," tanya Fany.
"Biarkan Keysa tenang dulu," jawabnya singkat sambil memegang kedua tangan Keysa.
"Fany takut, Keysa kenapa-napa Om,"lirihnya.
"Tenang saja, Keysa tidak apa-apa," ucapnya tegas.
"Fany juga berharap seperti itu Om," jawab Fany.
"Tolong, ambilkan air minum," perintahnya dengan lembut.
__ADS_1
"Iya Om," jawabnya sambil bergegas keluar.
"Ya Tuhan, tolong Keysa," bisik nya dalam hati.
"Ini Om," ucap Fany sambil menyodorkan segelas air putih.
"Terimakasih ya," jawabnya.
"Sama-sama Om," lirihnya.
Papa Aksa mencoba membangunkannya sambil menepuk wajahnya dengan lembut.
"Keysa, bangun," ucapnya.
Keysa tidak menjawab hanya membuka kedua matanya sambil menatapnya secara bergantian.
"Keysa, Papamu sangat menyayangimu," ucap Fany sambil membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Keysa tahu," jawabnya sambil menatap kearah Papa Aksa.
"Terimakasih Tuhan, engkau sudah menyadarkan Keysa," gumamnya.
"Papa senang, Keysa tidak apa-apa," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Papa sayang Keysa?" tanyanya.
"Iya, Keysa adalah harta Papa satu-satunya yang kumiliki," jawabnya tegas sambil tersenyum.
Fany terbawa suasana, hingga matanya mulai basah dengan hati bahagia karena orang yang sangat disayanginya kembali akur dan saling memaafkan.
"Ya Tuhan, apa ini awal Keysa menerimaku?" tanyanya dalam hati.
Tapi Fany tidak berharap banyak, setidaknya Keysa dan Papanya sudah berbaikan.
"Fany, sini," panggil Papa Aksa.
"I,,, iya Om," jawabnya gugup.
Dengan langkah berat kakinya melangkah dengan jantung berdebar.
__ADS_1
"Keysa, tau gak Fany sangat mengkuatirkan Kamu," tuturnya.
Keysa tidak menjawab, tapi memalingkan wajahnya keluar.
"Sudah Om," lirihnya sambil mengedipkan kedua matanya.
Papa Aksa tersenyum, sambil menepuk lengannya.
"Maafkan Keysa ya," ucapnya setengah berbisik.
"Iya, Om," lirihnya tersenyum.
"Om, Fany keluar dulu ya," ucapnya sambil meninggalkannya yang masih berdiri tegak.
"Silahkan," jawabnya sambil menatapnya dengan cemas.
Fany menghamburkan tubuhnya di kasur, sambil memeluk boneka Panda besar yang terletak di sisi tempat tidurnya, walau hatinya kecewa dengan segala sikap Keysa, tapi Fany tetap bertahan demi cintanya pada Papa Aksa yang banyak berjuang untuk mempertahankan hubungan mereka.
Tiba-tiba Fany mendengar suara langkah kaki mendekati pintu kamarnya, dan sekejap suara langkah kaki itu berhenti, Fany pun beranjak dari tidurnya lalu membuka pintu kamarnya tapi tidak ada siapapun. Dengan setengah berlari Fany menghampiri Papa Aksa sambil menjerit.
"Om,,,! buka pintunya," teriaknya sambil membuka pintu kamarnya tanpa mengetuknya.
"Ada apa," ucapnya panik.
"Itu Om ada suara kaki," jawabnya gugup.
"Kaki apa?" tanyanya sambil menatapnya dengan heran.
"Tiba-tiba, ada suara kaki menuju kamarku, tapi Fany buka pintu tidak ada siapa-siapa Om," tuturnya.
"Ah, itu perasaanmu saja," ucapnya tegas.
"Tidak Om," jawabnya ketakutan.
_________________________________________
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏
"Fan
__ADS_1