Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 81


__ADS_3

Rencana ingin menikah lagi memang membahagiakan, namun terkadang ada tantangannya sendiri, Orang tua tetap harus melibatkan Anak dalam hal ini. Namun tak bisa dipungkiri bahwa memberitahu rencana pernikahan kepada Anak, khususnya yang berusia remaja terkadang agak sulit. Reaksi Anak memang berbeda-beda, mungkin bisa bahagia atau malah menolaknya.


Begitu juga dengan Keysa, yang sulit menerima Wanita lain sebagai pengganti Mamanya walaupun sudah pergi untuk selama-lamanya, ia ingin posisi Mamanya tidak tergantikan di hati Papanya, tapi seiring berjalannya waktu Papa Aksa ingin menjalin hubungan dengan Wanita lain yang tidak tahan dengan kesendiriannya, walaupun ia memiliki seorang Anak dari buah pernikahannya dengan Istrinya tapi ia tetap merasa kesepian menjalani hari-harinya. Setelah menikmati makan malam, merekapun beranjak menuju Mobil, Papa Aksa pun melajukan Mobilnya dengan hati-hati.


"Kita kemana Pa?" tanya Keysa sambil melirik kearahnya.


"Bagaimana kalau Kita ke Taman, sambil menikmati jagung bakar," jawabnya senyum.


"Wow, boleh Pa," ucapnya senang.


Papa Aksa pun merasakan hal yang sama dengan Keysa, rasa bahagia saat bersama dengan Putri kesayangannya itu.


"Anak Gadis Papa, cantik banget kalau senyum," ucapnya menggoda.


"Siapa dulu dong Mama, Papanya," jawabnya manja.


"Hehe, bersyukur dong punya Papa ganteng," lirihnya.


"Bukan Papa, tapi Mama, makanya cantiknya kecipratan dong sama Keysa" ucapnya tertawa.


"Masa iya? berarti Papa jelek dong," jawabnya.


"Ganteng juga, makanya Mama mau sama Papa,' ujarnya.


"Benar juga katamu,' ucapnya menyenangkan hati Keysa.

__ADS_1


"Keysa beruntung memiliki Orang tua yang ganteng dan cantik," lirihnya sambil tersenyum menatap kearahnya.


Setelah menempuh perjalanan setengah jam, mereka pun tiba di salah satu Taman yang terletak di Pusat Kota, tempatnya indah


dikelilingi oleh bunga dengan warna-warni yang membuat para pengunjung Taman betah untuk tinggal berlama-lama menikmati keindahan Taman. Taman Sari tidak pernah sepi oleh para pengunjung mereka memanfaatkan keindahan Taman sebagai tempat santai setelah seharian sibuk dengan segala aktivitas.


"Tempatnya indah ya Pa," ucap Fany sambil mencium aroma bunga yang semerbak itu.


"Iya, Papa suka," jawabnya.


Mereka pun berjalan mengelilingi Taman, menikmati desiran angin sepoi-sepoi, dengan sinar lampu yang mengelilinginya Taman, setelah mereka lelah mereka pun duduk di bangku Taman setelah memesan dua Jagung bakar dengan dua gelas Teh hangat.


"Papa capek, istirahat yok," ucapnya.


Papa Aksa pun berusaha membuat hati Keysa tenang, agar merestui hubungannya dengan Fany.


"Sini duduk, di samping Papa," ucapnya sambil menarik tangannya.


"Iya Pa," jawabnya sambil membalas senyumnya.


Papa Aksa bingung harus memulainya darimana, diiringi denyut jantungnya yang berdetak kencang membuatnya semakin bingung.


"Bantu Aku Tuhan, Aku harus bagaimana?" bisiknya dalam hati sambil menggosok- gosok kedua tangannya.


"Papa, Kenapa? tanya Keysa.

__ADS_1


"Papa, baik-baik saja," ujarnya tenang.


"Oh, kirain ada apa-apa," ucapnya sambil menikmati jagung bakar.


"Enak gak?" tanyanya.


"Enak Pa, makanlah," jawabnya sambil menyodorkan Jagung bakar.


"Terimakasih ya," ujarnya.


"Sama-sama Pa," ucapnya manja.


Papa Aksa kembali menarik nafasnya dalam-dalam, sambil berdoa dalam hati.


"Tuhan, bukakan hati Keysa," bisiknya dalam hati dengan kepala tertunduk memohon kepada yang maha kuasa.


Ia tidak ingin Keysa terluka dengan keputusannya untuk menikahi Fany, Gadis yang baik dan sabar itu sebagai pengganti Mamanya yang telah pergi untuk selama-lamanya.


Saat Papa Aksa ingin mengutarakan isi hatinya tiba-tiba seorang pengamen menghampiri mereka sambil menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Mama, membuat Papa Aksa tersenyum, sementara Keysa terharu dengan lantunan lagu yang mengingatkannya dengan Mamanya.


____________________________________________


jangan lupa untuk like, komentar dan vote nya ya teman-teman 🙏 🙏


"

__ADS_1


__ADS_2