
Menikah bisa menjadi ibadah terpanjang bagi seseorang, sebab setiap perbuatannya yang dilakukan bersama pasangannya menjadi suatu ibadah yang dapat mendatangkan berkah dan pahala, Menikah dengan pujaan hati tentu merupakan harapan bagi setiap Orang.
Hantaran pun diberikan kepada Kakek dan Nenek Fany, disaksikan oleh Bu Zana, berupa Seperangkat Perhiasan, pembahasan untuk menuju ke pernikahan cukup, maka mereka kembali bercengkrama untuk lebih mengenal satu sama lain agar lebih akrab sambil menikmati Kopi yang disajikan oleh Fany.
Waktu pun bergulir dengan cepat, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Papa Aksa segera pamit karena mengingat besok ia harus bekerja setelah mengambil cuti untuk beberapa hari.
"Pak, Bu, Kami pamit pulang dulu, karena besok harus kerja," ucapnya.
"Oh iya, silahkan," jawabnya sambil berdiri untuk mengantarkannya sampai ke pintu.
Kakek dan Neneknya pun keluar sementara Fany dan Papa Aksa saling memandang untuk melepas rindu sambil menggenggam kedua tangan Fany dengan kencang.
"Kamu sangat cantik Malam ini, membuatku tidak berdaya," ucapnya setengah berbisik.
"Om bisa saja," jawabnya tersipu.
"Kamu bagaikan Bidadari yang turun dari kayangan," ujarnya.
"Mulai lagi nih gombalnya," ucap Fany sambil melepaskan genggaman tangannya.
__ADS_1
"Om serius," jawabnya sambil mengecup keningnya.
Fany merasakan darahnya mengalir cepat saat tubuh kekarnya menyentuh dadanya yang montok, ia merasakan hal yang sama sekali tidak pernah ia rasakan, ia pun mendorong tubuh kekarnya dengan nafas yang mulai tidak beraturan sambil menatapnya dalam-dalam.
"Om ayok, Keysa sudah menunggu," ucapnya sambil mengalihkan perhatiannya yang mulai tidak terkontrol.
"Tapi Om masih kangen," jawabnya sambil mencium bibirnya yang mungil dengan lembut.
"Om nakal," ujarnya sambil menarik tangannya keluar.
Papa Aksa pun tersipu dan merasa bersalah saat mencium bibirnya tanpa ijin.
"Tapi jangan pernah mengulang kesalahan lagi ya Om," jawabnya.
"Iya, Om janji," ujarnya.
Mereka pun keluar sambil bergandengan tangan dihiasi dengan senyum manis yang menghiasi bibirnya.
"Jaga diri baik-baik ya Sayang," ucapnya.
__ADS_1
"Om juga, jangan nakal," jawabnya senyum.
"Iya Tuan Putri," ujarnya sambil membuka pintu Mobilnya.
Papa Aksa pun melambaikan tangannya, sambil melajukan Mobilnya.
"Hati-hati ya Om," ucap Fany sambil membalas lambaian tangan Papa Aksa.
"Iya," jawabnya sambil meliriknya dari kaca Spionnya.
Mobil pun rasanya enggan meninggalkan Komplek perumahan karena begitu beratnya rindu yang ia tanggung selama ini, rasa sedih mulai menghantuinya kala berpisah dengan Fany, sesekali ia mengusap wajahnya dengan kasar sambil menyebut namanya dengan lembut.
"Fany,,,! rasanya tak sanggup lagi berpisah denganmu walau hanya sedetik, rindu ini sangat menyiksaku," bisiknya dalam hati.
Matanya yang bulat seakan tidak berkedip, membayangkan wajah nan cantik dan jelita itu, suaranya yang merdu masih terngiang di telinganya membuat hatinya merana dengan segala rasa kerinduannya. Begitu juga dengan Fany, semenjak kepulangan Papa Aksa ia pun memilih masuk kamar sambil menatap photo Papa Aksa yang ada di ponselnya, ia pun mengelus wajahnya dan menatapnya dalam-dalam, sesekali ia mencium sambil menutup kedua matanya.
Manusia yang terlahir di dunia ini pasti akan menjalani takdirnya masing-masing, termasuk. dalam urusan jodohnya, dan jodoh adalah rahasia Tuhan yang manusia sendiri tidak akan tahu siapa dan kapan mereka akan bertemu dengan belahan jiwanya.
_______________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏