Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 191


__ADS_3

Seiring waktu, Fany menyadari bahwa hidup Keysa terus berlanjut, setidaknya ia harus kuat untuk Keysa dan Papa Aksa, biar bagaimanapun Keysa adalah anaknya, sekalipun tidak lahir dari rahimnya, meski mengingat wajahnya saja ia tak mampu.


Fany mencoba mengubur semua kenangan - kenangan buruk itu dan menjadikannya sebagai pembelajaran di masa depan. Karena Kakek dan Neneknya selalu menasehatinya untuk memaafkan kesalahan Orang lain meski sesakit apapun luka yang mereka toreh, Neneknya menyakinkan bahwa ada Allah yang Maha besar, Allah yang akan selalu membantu hamba - hambanya, karena ujian itu adalah sebagai penilaian untuk naik kelas dan meningkatkan derajat keimanan, nasehat - nasehat itu selalu terngiang di telinganya.


Mulai detik itu Fany bertekad akan menjadi Orang yang lebih sabar dan tak pernah dendam dengan apa yang dilakukan Keysa padanya. Jika suatu saat Keysa menerimanya, Insyaallah ia akan menjadi Ibu yang baik dan menerima dengan tangan terbuka tanpa mengingat kesalahannya.


*******


Fany yang begitu menyayangi Keysa, tiba - tiba gelisah dan bayangannya selalu hadir hingga matanya tidak mampu untuk terpejam walau hanya sedetik, ia bergegas keluar dari kamarnya dan memastikan Keysa baik - baik saja.


Dengan langkah hati - hati, Fany menuju kamar Keysa yang terkunci, ia pun mencoba mengintip dari jendela kamarnya, tapi alangkah terkejutnya Fany saat melihat kaca jendelanya hancur berantakan.


"Ya Allah, apa yang terjadi dengan Keysa?" tanyanya dalam hati.


Ia panik dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar Papa Aksa tidak mendengar suara jeritannya, ia berlari ke kamar Bu Zana dengan tubuh gemetar.


Tok...tok...tok,


"Tolong, Keysa, Bu!" ucapnya dengan suara bergetar sembari memanggilnya.


Bu Zana yang lelah dengan mimpi indahnya tidak mendengar panggilan Fany, ia kembali memanggil sambil menggedor-gedor pintu kamarnya.


"Bu....! buka pintunya," panggilnya setengah berteriak.


Bu Zana membuka pintu kamarnya, sambil mengusap kedua matanya.

__ADS_1


"Ada apa, Bu?" tanyanya dengan mata tertutup.


"Keysa, Bu, jendela kamarnya hancur," Jawabnya.


"Ada maling, Bu?" tanyanya panik.


Fany bingung, lalu menarik tangan Bu Zana menuju kamar Keysa.


"Lihat Bu, jendelanya hancur, aku takut Keysa melakukan hal bodoh lagi." tuturnya.


Bu Zana tak kalah panik, ia mengintip sembari menyingkirkan pecahan jendela.


"Bu...! Keysa pingsan!" ucapnya panik.


"Bagaimana ini Bu, pintunya terkunci," ujarnya.


"Aku juga bingung, gimana caranya masuk?" tanyanya bingung.


"Apa Ibu tidak ada kunci serap?" tanyanya lagi.


"Oh, ada Bu, sebentar." jawabnya tegas


Fany ketakutan dan tidak ingin terjadi apa - apa dengan Keysa, ia terus berdoa memohon pada Tuhan agar Keysa baik - baik saja.


"Ya Allah, jangan biarkan hal buruk menimpa Keysa, engkau tau ya Allah, Papanya juga sakit." bisiknya dalam hati sambil mondar - mandir sembari menunggu Bu Zana.

__ADS_1


"Lama banget, apa kuncinya hilang?" tanyanya penasaran.


Fany bergegas menghampiri Bu Zana yang sibuk mencari kunci kamar Keysa.


'Ada, Bu?" tanyanya singkat.


"Lagi mencari, Bu!" jawabnya mengeluarkan semua kunci dari laci.


"Ayok, Bu, kuncinya bawa semua," perintah Fany.


Mereka mencoba kunci satu persatu tapi tidak ada yang cocok, Fany melirik kotak yang tinggal dua kunci.


"Ya ampun, bagaimana kalau kuncinya gak ada? Keysa dalam bahaya ya Allah." gumamnya.


"Bu, bagaimana ini, apa ada kunci lain?" tanyanya tak sabar.


"Tenang Bu, pasti diantara dua kunci ini," jawabnya berharap.


"Mudah - mudahan ya, Bu!" ujarnya.


Jantung Fany berdetak kencang saat kunci tinggal satu, tangannya gemetar dengan perasaan campur aduk.


********


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2