
Menikah, membina rumah tangga dan hidup bersama seseorang yang dicintai menjadi impian dari setiap Orang, bahkan ketika sakit parah sekalipun, ia tetap sabar tanpa mengurangi rasa sayang dan cintanya pada Papa Aksa Suaminya, kini ia sedang menderita Kanker ganas dalam dirinya, karena Kanker inilah diperkirakan usianya tak akan lama lagi.
Sadar usianya tak lama lagi, ia kasihan Fany menjadi Janda, kesepian dan sedih atas kepergiannya suatu saat nanti, ia tak ingin melihat Orang yang dicintainya berduka dengan kepergiannya. Meskipun mendengar kabar menakutkan, Papa Aksa tetap positif dan ceria dalam menjalani perawatan untuk melawan sel - sel Kanker di tubuhnya.
"Tidak pernah ada kata menyesal dalam hidupku, menikah dengan, Mas, sekalipun dalam keadaan sakit," ucapnya senyum.
"Terimakasih, Sayang," jawabnya.
Setelah menempuh perjalanan satu jam, mereka pun tiba di rumah, Papa Aksa tersenyum sambil menatap Rumah besar dan mewah itu, ia turun dari Mobil dan menyuruh Fany untuk menemaninya duduk di Taman.
"Sayang, temani Mas duduk di Taman ya," perintahnya.
"Gak usah Mas, istirahat saja dulu," jawabnya lembut.
"Mas, gak apa - apa," ujarnya.
__ADS_1
Fany pun menganggukkan kepalanya, sembari menggandeng tangannya menuju Taman, sebagai Istri, Fany selalu setia menemani Papa Aksa, mereka pun tetap terlihat mesra meski berada di Rumah Sakit menemani Suaminya berjuang melawan Kanker.
Fany selalu mendampinginya dan menjadi penguat Papa Aksa, mereka juga selalu menunjukkan rasa cinta satu sama lain, Fany mengingat dukungan menjadi suatu hal yang sangat penting dalam masa pengobatannya.
"Mas, apa yang bisa kulakukan untukmu? apa kamu butuh teman untuk bercerita?" tanyanya lembut.
"Mas, hanya ingin kamu tetap ada di sisiku," jawabnya singkat.
"Iya Mas, yang penting harus belajar mengelola emosi negatif dan selalu optimis dan positif dalam pemulihan," ujarnya.
"Mas, penyakit ini bukan akhir dari segalanya, karena bisa disembuhkan melalui obat - obatan yang sekarang makin canggih, jika Tuhan sudah menunjukkan kedahsyatan kehendaknya maka apapun bisa terjadi," tuturnya.
"Hidupku hancur, karena Mas akan kehilangan rambut," ucapnya sedih.
"Mas harus optimis dan menghadapinya dengan lapang dada, dan mematuhi perintah Dokter, menjalankan perawatan dengan sungguh - sungguh, pasti sembuh," jawabnya.
__ADS_1
Papa Aksa terdiam dan menatapnya dalam - dalam, ada keraguan yang begitu menyiksanya saat kanker menggerogoti tubuhnya, ia takut Fany meninggalkannya.
"Mas, kenapa diam? jangan berpikir yang aneh - aneh, karena Mas harus menghindari stres," ucapnya mengingatkan.
"Karena Mas tau penyakit Kanker penyakit yang menakutkan karena selalu berakhir dengan kematian," jawabnya.
"Tapi masih banyak yang sembuh, Mas," ujarnya meyakinkan.
Istri mana yang akan tega melihat Suaminya mengerang kesakitan karena penyakit mematikan yang diam - diam terus menyerang, dan tidak akan tahan melihat hal itu, meski terlihat kuat, di hati terdalam pasti ia akan sangat lemah, sedih dan pilu ketika Suaminya merasa kesakitan di depan matanya.
Hal ini juga yang dirasakan Fany, ia merasa sangat sedih melihat Suaminya sedang berjuang melawan penyakit paling mematikan yakni Kanker. Papa Aksa yang masih berusia Empat Puluh Tahun tengah menderita Kanker Stadium akhir, tubuh Papa Aksa begitu lemah, kurus dan terlihat kesakitan karena Kanker tersebut terus tumbuh dan menggerogoti tubuhnya, yang lebih memilukan Dokter mengatakan bahwa usia Papa Aksa tak akan bertahan lebih dari satu tahun.
"******************
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏
__ADS_1