
Langit yang begitu cerah dengan cahaya bulan yang bersinar begitu terang, seketika gelap ditutupi awan hitam, Papa Aksa nampak santai melajukan Mobilnya menuju Villa miliknya yang sudah lama tidak di kunjungi nya. Sesekali melirik dua bidadari yang duduk dibelakangnya dengan pandangan lurus kedepan.
"Keysa, senang gak?" tanya Papa Aksa.
"Senang banget Pa," jawab Keysa sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau Keysa senang," sahutnya.
"Kok buru-buru ke Villa Pa?" tanya Keysa heran.
"Kemarin kan gak jadi ke Villa!" jawabnya.
"Oh iya kan Pa," ucapnya senyum.
"Sesekali buat surprise untuk Keysa," jawabnya singkat.
"Terimakasih ya Pa," ucapnya senang sambil mencubit lengan Papa Aksa.
"Sama-sama," jawabnya.
Setelah menempuh perjalanan satu jam akhirnya Mobil mewah Papa Aksa sudah memarkirkan Mobilnya di parkiran, Keysa dengan senang hati langsung turun dan menjerit kegirangan menikmati angin sepoi-sepoi dan keindahan alam yang begitu indah dengan pohon-pohon yang tinggi seakan menambah keindahannya.
"Keysa, jangan jauh-Jauh," ucapnya sembari menjerit.
"Beres Pa," jawabnya sambil mengelilingi Villa sambil mengabadikan momen bahagia itu.
"Keysa, nampaknya bahagia sekali," ucap Fany sambil menatapnya dengan senyum.
__ADS_1
"Keysa memang suka dialam terbuka daripada tempat keramaian yang hiruk-pikuk," jawabnya.
"Pantas Om, Keysa sangat menikmatinya," sahutnya.
"Iya, mudah-mudahan dengan pikirannya yang tenang, Keysa mau menyetujui hubungan kita," ucapnya sembari tersenyum.
"Tapi Fany takut Keysa marah dan membenciku setelah Om menceritakan hubungan ini,"jawab Fany dengan kuatir.
"Keysa, anak yang baik pasti menuruti apa kata orangtuanya," tuturnya.
"Keysa memang baik, tapi belum tentu mau merestuinya," ucapnya.
"Tapi Om akan berusaha semaksimal mungkin agar Keysa mau menyetujui hubungan kita ini," jawabnya.
"Tapi jangan dipaksa Om, biarkan Keysa berpikir sampai mau menerima Fany," tuturnya.
"Mudah-mudahan Om," lirihnya.
Fany pun segera beranjak lalu membawakan segelas Teh hangat untuk Papa Aksa.
"Ini Teh nya Om, silahkan minum," ucapnya senyum.
"Iya Sayang, terimakasih," jawabnya sambil melirik Fany.
Fany tersipu sambil memalingkan wajahnya memandang keindahan Alam yang begitu indah sambil ditemani oleh pujaan hatinya yang sedang dimabuk cinta.
" Kenapa Sayang, kok diam?" tanyanya sambil menggenggam jemarinya.
__ADS_1
"Fany baik-baik saja kok Om," jawab Fany.
"Tapi apa Kakek dan Nenekmu menyetujui hubungan kita dengan usia kita yang terpaut jauh?" tanyanya.
"Kakek dan Nenek tidak mengekang apa yang menjadi pilihan Fany, masalah pasangan diserahkan kepadaku yang penting seiman dan membawa kejalan yang benar," tuturnya.
"Ya, setelah pulang dari Villa, Om akan menemui Kakek dan Nenekmu untuk membicarakan hubungan kita ini," ucap Papa Aksa.
"Gak usah Om, biar Fany yang dulu membicarakannya pada Kakek dan Nenek," jawab Fany.
"Fany yakin?" tanya Papa Aksa.
"Yakin Om, setelah Fany bicarakan baru Om berkunjung ke Rumah Kakek," jawabnya tegas.
"Baiklah kalau itu keputusanmu," ucapnya.
"Iya Om," jawabnya.
Fany mengagumi pembawaan pribadinya yang berani dan percaya diri untuk bertemu dengan Kakek dan Neneknya tanpa memikirkan akibat dari ucapannya itu, mereka saling bertatapan dengan jantung berdebar merasakan Ikatan cinta yang begitu kuat diantara mereka tanpa memikirkan gunjingan orang disekelilingnya.
"Fany gak malu kan punya Suami seperti Om?" tanyanya sambil menatapnya.
"Fany tidak perduli dengan apa yang dikatakan atau yang dipikirkan orang lain selama kita bahagia hanya itu yang penting," jawab Fany tegas dengan sorot matanya yang tajam.
___________________________________________
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏🙏
__ADS_1