
Hari-hari seakan berubah, Rumah seperti sedang perang dingin, begitu juga Papa Aksa yang tak lagi bisa hangat kepada Keysa, begitu juga Keysa yang biasanya menyambut saat pulang Kantor tak lagi seperti dulu.
Papa Aksa terus menatap layar ponselnya, berharap Fany menghubunginya atau membalas SMS yang dikirimkan padanya, hati dan pikiran tidak lagi bisa dikendalikan, selain patah hati, seketika itu juga air mata semakin deras membasahi pipi, Isak tangispun tak lagi bisa ditutupi. Hatinya hancur berkeping-keping mengingat semua apa yang terjadi.
Tok,,, tok,, tok
"Pak, ada tamu," ucap Bu Zana dengan hati-hati.
"Iya, sebentar," jawabnya sambil membuka pintu kamarnya.
"Siapa Bu?" tanyanya singkat.
"Gak tau Pak," jawab Bu Zana.
"Suruh masuk ya Bu," ujarnya.
"Iya Pak," ucap Bu Zana sambil meninggalkannya.
Papa Aksa segera masuk dan mengganti pakaiannya, lalu beranjak menuju Ruang tamu.
"Selamat Malam Pak," ucapnya tersenyum.
"Iya, Selamat malam," jawabnya.
"Siapa ya?" tanyanya.
"Oh, Saya tetangga baru Bapak, kebetulan Saya baru pindah dua hari yang lalu," ucapnya.
"Oh, begitu ya" jawab Papa Aksa.
"Perkenalkan Pak, Saya Arini," ucapnya ramah.
"Pak Aksa" jawabnya sambil bersalaman.
"Pindah darimana Bu," tanyanya.
"Dari Jakarta Pak, Suami Saya ditugaskan disini," jawabnya.
"Kalau boleh tau Suaminya kerja apa ya?" tanyanya.
"Pengacara Pak," jawabnya.
"Terus Suaminya dimana?" tanyanya.
"Belum pulang Pak, Saya sengaja datang untuk berkenalan pada tetangga disini," ucapnya.
__ADS_1
"Iya, memang harus begitu Bu," jawab Papa Aksa senyum.
"Maaf Pak, Ibu dimana ya?" tanyanya sambil melirik semua ruangan.
"Istri Saya sudah meninggal Bu," jawabnya.
"Oh, maaf Pak, Saya membuat Bapak sedih," ucapnya.
"Gak apa-apa Bu," jawabnya.
"Bapak Belum punya Anak?" tanyanya.
"Sudah Bu, Satu orang perempuan," jawabnya.
"Kalau Ibu punya anak berapa?" tanyanya.
"Saya baru nikah Pak," ujarnya.
Papa Aksa hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaannya.
"Ibu, minum apa?" tanyanya.
"Oh, gak usah Pak, tadi baru saja minum dari tetangga sebelah," jawab Bu Arini.
"Itukan tadi Bu," jawab Papa Aksa bercanda.
"Oh iyalah, kalau boleh ajak Suaminya Bu," ucapnya.
"Pasti Pak," jawabnya sopan.
Tiba-tiba Keysa pulang, dan alangkah terkejutnya saat melihat Papanya dan Bu Arini duduk diruang tamu asyik bercerita.
"Siapa Pa?" tanyanya.
"Ini tetangga baru Kita, Bu Arini," jawabnya.
"Oh, ini Anak Bapak ya?" tanyanya.
"Iya Bu, namanya Keysa," ucapnya senyum.
"Cantik sekali ya Pak," ujarnya.
"Terimakasih Bu," ucapnya sembari tersenyum.
Keysa tersipu sambil duduk disamping Papanya dengan manja.
__ADS_1
"Keysa, Sekolah dimana? tanyanya.
"Rencananya kuliah di Jogjakarta Bu," jawab Keysa.
"Baguslah, baik-baik Sekolahnya ya," ujarnya.
"Iya Bu" ucapnya.
Keysa nampak kesal, saat Papanya menerima tamu apalagi seorang Perempuan, itu terlihat dari sorot matanya yang sinis. Sementara Papa Aksa nampak begitu ramah dan menyukai sifat Arini yang santun itu.
"Keysa, nanti main kerumah ya," ucap Bu Arini.
"Ya Bu" jawabnya ketus.
"Kebetulan Suami Saya jarang dirumah," ujarnya.
"Kalau sempat ya Bu," ucapnya.
"Iya, Ibu senang kalau Keysa main kerumah," ujarnya.
Setelah beberapa menit Bu Arini pamit, Papa Aksa dan Keysa mengantarkannya sampai kepagar Rumahnya.
"Terimakasih ya Pak, buat waktunya," ucapnya ramah.
"Sama-sama Bu," jawabnya.
Lalu Bu Arini segera melajukan Motornya, dan meninggalkan Keysa dan Papanya yang masih berdiri tegak dipagar Rumahnya.
"Keysa, gak suka lihat Bu Arini," ucapnya ketus.
"Keysa, kok ngomong begitu?" tanya Papa Aksa kesal.
"Iyalah Pa, bertamu gak bawa Suami," ujarnya.
"Suaminya sibuk," ucapnya tegas.
"Alasan," jawabnya.
"Lama-lama Kamu aneh," ujarnya sambil meliriknya.
"Sudah Pa, Keysa masuk dulu" ucapnya sambil meninggalkan Papanya.
"Dasar manusia aneh," bisiknya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
____________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏