
Papa Aksa merasa letih dan kedinginan, hingga ia tidak menyadari mentari Pagi yang sudah menyambut sinarnya yang hangat menembus kaca jendelanya yang tertutup tirai tipis berwarna biru, mentari yang cerah tak mampu mengusik tidurnya yang kini masih memeluk bingkai photo Istrinya.
Dentingan jam dinding seakan beradu dengan waktu, diiringi ketukan Pintu Kamarnya yang berkali-kali memanggilnya tapi ia tetap terlelap dengan mimpi indahnya.
Tok,,, tok,,, tok
"Pa, bangun sudah siang ni! Papa gak kerja ya?" panggil Keysa sembari menjerit dengan kerasnya.
Tapi Papa Aksa tidak mengindahkan suara itu, ia justru menarik selimutnya hingga photo Istrinya jatuh kelantai, ia pun tersentak dan mengambil yang sudah keadaan pecah, Papa Akan pun menjerit sambil mengumpulkan beling kaca yang sudah berantakan di lantai.
"Istriku,,! maafkan Aku," ucapnya histeris.
Mendengar jeritan itu, Keysa pun membalikkan tubuhnya dan menuju Kamar Papanya yang masih tertutup itu.
"Papa kenapa?" ucapnya panik.
"Mamamu, Keysa," jawabnya.
"Mama, kenapa Pa," tanyanya sambil mengetuk pintu kamar.
"Mamamu marah, ia menjatuhkan dirinya Keysa," jawabnya.
Keysa pun semakin panik dan menyuruh Papanya membuka pintu Kamarnya.
"Buka Pintunya Pa," perintah Keysa.
Papa Aksa pun membuka pintu kamar sambil memeluk Keysa dengan erat.
"Maafkan Papa Keysa, Papa tidak sengaja menjatuhkan photo Mamamu," ucapnya tersendat sambil melirik kearah Photo yang terletak di lantai.
"Sudah Pa, jangan menangis biar nanti Keysa ganti," jawabnya.
__ADS_1
"Papa gak sengaja menjatuhkannya," Isak nya.
"Keysa tau Pa! karena Papa sangat mencintai Mama," lirihnya.
Rasa bersalah yang terus memupuk membuatnya sedih karena tanpa sengaja menjatuhkan Bingkai photo Istrinya.
"Duduklah Pa, biar Keysa yang bersihkan," ucapnya sambil mendudukkan Papanya di sudut tempat tidur.
"Hati-hati ya! nanti tanganmu kena kaca," ucapnya lembut.
"Iya Pa," jawabnya sambil mengumpulkan kaca yang berserakan di lantai.
"Papa gak Kerja?" tanya Keysa.
"Gak, Papa cuti dua hari," jawabnya.
"Papa mau kemana?" tanya Keysa.
Papa Aksa tidak menjawab, ia hanya menatap Keysa dengan pandangan kosong dan mengalihkan pandangannya keluar.
"Gak ada apa-apa, Papa baik-baik saja," jawab Papa Aksa dengan senyum.
"Yakin, gak apa-apa?" ujarnya.
"Yakin seratus persen," ucapnya tertawa.
Keysa pun senang, saat melihat Papanya kembali tersenyum membuat ia yakin semua baik-baik saja, rasa kwatir dan penasaran kini terjawab dengan senyuman manis yang menghiasi wajah tampan Papanya.
Matahari sudah merangkak tinggi, namun Papa Aksa masih betah dengan kesendiriannya di kamar sambil menata hatinya yang hampir kacau balau, sesekali ia tersenyum mengingat kisah hidupnya yang tidak pernah ia bayangkan yang harus kehilangan Istri yang sangat dicintainya hingga ia mencoba untuk menjalin hubungan lagi dengan Wanita lain dengan alasan yang pasti demi kebaikan hidupnya kedepannya.
Tok,, tok,, tok.
__ADS_1
"Siapa?" tanyanya.
"Keysa Pa," jawabnya.
"Masuklah," ujarnya.
Keysa pun masuk dengan segelas Susu Coklat panas, dan Roti bakar kesukaan Keluarga Papa Aksa.
"Pa, lihat apa yang Keysa bawa untuk Papa," ucapnya.
"Wow, pintarnya Anak Papa," ucapnya gemas.
"Iya dong, Anak Papa," jawabnya manja.
"Terimakasih ya, Putri Papa yang cantik," ucapnya.
"Sama-sama, Papaku yang Ganteng seantero," jawabnya.
"Kebetulan, Papa lapar ni," ucapnya sambil menikmati Roti buatan Keysa.
"Enak ya Pa," tanyanya.
"Enak banget," jawabnya sambil mengacungkan jempolnya kearah Keysa.
"Ternyata, Keysa pintar ya Pa," ucapnya memuji dirinya sendiri.
"Ya pastilah, karena Papa, Mamanya juga pintar pasti kecipratan deh sama Anaknya," jawabnya.
Mereka pun tertawa bersama sambil menikmati Susu Coklat panas dan Roti bakar buatan Keysa, dan mereka sangat menikmati indahnya kebersamaan itu.
__________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏
"