Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Bab 67


__ADS_3

Sejenak Rumah sepi seperti tidak berpenghuni, Bu Zana tertidur lelap diruang tamu, sementara Keysa masih dikamar Papanya tanpa mengeluarkan suara apa-apa. Tiba-tiba Bu Zana tersentak saat Ponselnya berdering.


Tut,, Tut,, Tut


"Halo, ini siapa? tanya Bu Zana.


"Ibu lupa ya," jawabnya lembut.


"Soalnya, nomor baru jadi Ibu gak tau ini siapa," ujarnya.


"Ini Fany Bu," ucapnya.


"Oh, kirain siapa," jawabnya tertawa.


"Apa kabar Bu?" tanyanya.


"Baik, kabarmu gimana," tanyanya.


"Alhamdulillah, baik juga Bu," jawab Fany lembut.


"Mainlah kesini, Ibu kangen," ucapnya.


"Iya Bu, nanti Fany usahakan ya," jawabnya.


"Jangan lama-lama loh," ujarnya.


"Iya Bu," ucapnya singkat.


Suasana kembali hangat, saat Bu Zana dan Fany asyik bercerita penuh dengan canda tawa membuat Keysa nampak marah keluar dari Kamar Papanya.


"Ribut banget sih Bu, mengganggu saja," ucapnya tegas.


"Fany, sudah dulu ya! nanti Ibu telpon lagi," ucapnya setengah berbisik.


"Ada apa Bu," tanya Fany penasaran.


"Keysa, marah," jawabnya singkat.


"Kenapa Bu," tanyanya.


"Ibu juga kurang tau, sudah dulu ya," jawab Bu Zana tergesa-gesa.

__ADS_1


"Iya Bu, salam buat Keysa ya," ucapnya.


"Iya, nanti Ibu sampaikan," jawabnya sambil mematikan Ponselnya.


Bu Zana menghampiri Keysa yang masih berdiri tegak di pintu kamar Papanya.


"Ada apa Keysa?" tanya Bu Zana sambil menundukkan kepalanya.


"Ibu tau gak, Keysa lagi sibuk," jawabnya.


"Sibuk ngapain?" ujarnya.


"Keysa, lagi merias kamar Papa," ucapnya senyum.


"Merias?" jawabnya bingung.


"Iya, coba Ibu lihat bagus nggak," ucapnya sambil menarik tangannya masuk ke kamar Papanya.


Alangkah terkejutnya Bu Zana, saat melihat kamar Papanya penuh dengan tulisan" Tidak boleh ada Wanita lain tidur dalam Kamar ini, selain Mamaku yang di sorga".


"Ya ampun Keysa! apa-apaan ini? gumamnya kesal.


"Papamu pasti marah dengan ulah mu ini Keysa!"


jawabnya.


"Biarin, gak urus," ujarnya.


"Keysa, tolong hapus itu sebelum Papamu pulang," pintanya.


"Sudahlah Bu, Keysa malas mendengar ocehan mu," ucapnya sinis.


"Terserah apa katamu, sini biar Ibu yang hapus," jawabnya sambil mengambil air dan kain lap.


"Tapi ada syaratnya Bu," ujarnya.


"Apa itu?" tanyanya.


"Nanti malam, Ibu harus bilang sama Papa, tidak boleh menikah lagi," jawabnya tegas.


"Iya, nanti Ibu bilang," ujarnya sambil membersihkan coretan di dinding.

__ADS_1


Wajah Keysa kembali tenang, saat Bu Zana membersihkan coretan di dinding kamar Papanya, ia pun sibuk membantu Bu Zana untuk membereskan kamar Papanya yang berantakan.


"Bu cepat, sebentar lagi Papa pulang," ucapnya sambil melirik jam dinding.


"Iya, sebentar lagi juga siap," jawabnya kesal.


"Keysa, takut Papa marah besar," ujarnya.


"Makanya jangan ceroboh," lirihnya.


"Habis, Keysa kesal," ucapnya.


"Tapi, bukan begini caranya," jawabnya.


"Maafkan, Keysa ya Bu," gumamnya.


"Iya, Ibu pasti memaafkan mu tapi jangan pernah lakukan hal bodoh ini lagi," ucapnya tegas.


"Iya Bu," jawabnya senyum.


Bu Zana kesal dengan semua sikap Keysa yang sangat menjengkelkan itu, tapi ia harus sabar menghadapinya karena Keysa Anak dari Majikannya, yang sudah banyak berkorban untuknya. Mendiang Mamanya sangat baik dan sudah menganggapnya sebagai orang tuanya sendiri.


"Bu, Keysa pusing," ucapnya sambil memegang kepalanya.


"Istirahatlah di Kamarmu, biar Ibu yang membereskannya," perintah Bu Zana sambil membopongnya kekamar.


"Tidak Bu, Keysa disini saja," jawabnya sambil menepis tangannya.


"Keysa, tolong dengarkan Ibu," pintanya.


Mereka saling memandang, tanpa sepatah kata hanya tangan mereka yang saling berpegangan.


"Biarkan Keysa disini Bu," ucapnya memohon.


"Iya, duduklah biar Ibu ambilkan kotak Obat," jawabnya sambil berlalu.


Rasa sesal mulai menyelimuti hatinya yang selalu merepotkan Bu Zana dengan semua tingkahnya yang tidak masuk akal itu.


_____________________________________________


jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2