
Hatinya mulai gelisah, saat tidak menemukan sosok yang sangat dicintainya walau berusaha mencari semua sudut Mall.
"Cepat bangat hilangnya?" bisiknya dalam hati sambil menggigit kedua bibirnya.
Lagi-lagi Ponselnya berdering.
Tut,, Tut,,, Tut
"Lama sekali Pa?" tanyanya kesal.
"Iya, Papa sudah selesai," jawabnya singkat.
Keysa menunggu dengan gelisah sambil menggerutu karena sikap Papanya yang tiba-tiba menghilang.
"Keysa," panggilnya sembari menepuk pundaknya.
"Papa darimana?" tanyanya sambil menatapnya.
"Nyari Fany," jawabnya keceplosan.
"Fany ada disini? gak mungkin," ujarnya.
"Iya, tadi Papa lihat di sana," ucapnya.
"Terus Fany nya dimana?" tanyanya penasaran.
"Gak tau kemana perginya," jawabnya kesal.
"Papa yakin itu Fany?" tanyanya.
"Iya, Papa sangat yakin itu Fany," jawabnya tegas.
"Pa, gak mungkin Fany kesini," ujarnya.
"Pokoknya Papa harus kerumahnya sekarang," ucapnya tegas.
"Hem,, bilang saja kangen," lirihnya.
"Bukan masalah kangen atau tidak, soalnya Fany bersama laki-laki," ucapnya gugup menahan rasa cemburu yang membakar hatinya.
"Baguslah," jawab Fany ketus.
Papa Aksa menatapnya dengan sorot matanya yang tajam membuat Keysa tersentak saat matanya saling memandang.
__ADS_1
"Ucapan mu selalu menjengkelkan," ucapnya kesal.
"Itu gara-gara Papa," jawab Keysa.
Papa Aksa menggaruk kepalanya, melampiaskan kekesalannya pada Keysa.
"Buruan," ucapnya sambil menuju parkiran Mall.
Keysa mengikuti langkah Papanya yang bergerak cepat seakan ingin mengejar sesuatu.
"Tungguin dong Pa," lirihnya.
"Ayok cepat," ucapnya tanpa menoleh kearahnya.
Pikiran Papanya tidak terkontrol lagi saat melihat Fany bersama seorang laki-laki, hatinya tersulut emosi dan ingin memaki-maki lelaki yang bersamanya.
"Buruan," ucapnya sambil membuka pintu Mobilnya.
"Iya Pa," jawab Keysa kesal dengan sikap Papanya yang membuatnya jengkel.
Tanpa pikir panjang Papanya melajukan Mobil menuju rumah Fany.
"Kita kemana Pa?" tanya Keysa.
"Sekarang Pa?" tanyanya.
"Iya sekarang," jawabnya.
Keysa menghempaskan tubuhnya di mobil, melampiaskan kekesalannya.
"Kita beli oleh-oleh dulu ya," ucapnya sambil memarkirkan Mobilnya disalah satu Toko Roti yang terkenal enak di Kotanya.
"Terserah Papa lah," jawab Keysa.
Papa Aksa bergegas dan memborong Roti dengan macam- macam rasa untuk Kakek dan Neneknya Fany, serta minuman ringan tak ketinggalan juga.
"Ada acara ya Pak?" tanya karyawan Toko Roti.
"Gak, oleh-oleh buat calon Istri," jawabnya singkat.
"Banyak bangat Pak!" ujarnya.
"Gak apa-apa," ucapnya sambil membayar belanjaannya.
__ADS_1
"Wah, beruntung kali punya calon Suami yang baik seperti Bapak," jawabnya.
"Hahaha, bisa saja Kamu" ucapnya tertawa.
"Oke, terimakasih ya," jawabnya sambil membawa belanjaannya.
"Salam buat calon Istrinya ya Pak," ujarnya senyum.
"Iya," ucapnya singkat.
Keysa pun kaget saat melihat Papanya membawa banyak bungkusan yang berisi Roti, lalu keysa menghampirinya membantu membawakan Roti itu.
"Pa, banyak bangat," ucapnya.
"Biar saja Keysa," jawabnya singkat sambil menyusun Rotinya di Mobil.
"Kayak mau jualan saja," ujarnya.
"Keysa,,! jaga bicaramu," ucapnya sambil menatapnya.
"Maaf Pa," jawabnya.
"Ngomong asal saja," ujarnya sambil melajukan Mobilnya.
Sejenak suasana hening hanya alunan musik yang terus mengiringi perjalanannya, sesekali Papa Aksa melirik kaca spion sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan.
"Jauh juga ya?" tanyanya.
"Iya Pa," jawabnya singkat.
"Papa gak sabaran bertemu dengan Kakek dan Neneknya," ujarnya.
"Masa iya?" tanya Keysa.
"Iyalah, Kakek dan Neneknya itu pasti orangnya baik," jawabnya.
"Alasan, bilang saja kangen Fany Pa," ujarnya.
"Hehe, sedikit," ucapnya tersipu.
Keysa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat Papanya yang sedang dimabuk cinta.
________________________________________________
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar Nya ya teman-teman 🙏👍