Cantik Tapi Berbahaya

Cantik Tapi Berbahaya
Episode 163


__ADS_3

"Maafkan ucapan, Papa," lirihnya sedih sambil membantunya berdiri.


"Papa, jahat." jawabnya menepis tangan Papanya.


"Kamu gak apa-apakan, Papa marah tadi," ujarnya.


"Papa memang tidak pernah ngertiin Keysa, semenjak Mama meninggal," teriaknya.


"Jangan bicara begitu, Papa sangat menyayangi kamu nak," ucapnya terbata - bata.


"Bohong, Keysa lelah hidup seperti ini, hidup dengan Orang yang tak bisa mengerti perasaanku sedikitpun," Jawabnya.


"Itu hanya perasaanmu saja nak," ujarnya lelah sambil mengacak-acak rambutnya kasar.


"Sudah Pak, biarkan Keysa istirahat," ucap Bu Zana memohon.


"Iya Bu," jawabnya singkat sambil meninggalkan kamar Keysa.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


"Keysa, minum dulu," ucap Bu Zana hati - hati.


"Tidak Bu," Jawabnya menepis tangan Bu Zana.

__ADS_1


"Minumlah, biar pikirannya tenang," pintanya.


"Ya Bu," ucapnya sambil meneguk air putih sampai habis tak bersisa.


"Istirahatlah, jangan berpikir yang aneh - aneh lagi," jawabnya sedih.


"Iya Bu," ujarnya.


Setelah Bu Zana pergi, Keysa mencoba untuk tidur, namun apa daya matanya tidak bisa diajak kompromi, yang ada hanya berbaring dengan pikiran entah kemana, Keysa kembali duduk menyandarkan kepalanya di bantal, memikirkan apa yang akan dilakukannya untuk menyingkirkan Fany, dia tidak ingin Wanita itu ada dalam kehidupannya. Ia ingin hidup seperti dulu, dimana dia punya tempat untuk berkeluh-kesah, dan ia tidak ingin sendiri seperti ini, ia rindu Mamanya.


"Tuhan, tidak adil! kenapa Tuhan harus merenggut Orang yang paling berharga dalam hidupku!" bisiknya dalam hati.


Air matanya mengalir, ia sangat merindukan Mamanya dan ingin bersamanya, ia merasa hidupnya hampa tanpa sosok seorang Ibu yang menyayanginya seperti dulu.


Keysa menegakkan wajahnya, dan membuka laci meja belajarnya lalu mengambil sebuah Cutter disana, mati adalah jalan terbaik yang harus ia tempuh, ia merasa sudah tak punya seseorang yang bisa dijadikan sebagai semangat hidupnya.


Srek


Satu goresan, tak menyisakan rasa apapun, ia hanya menatap darah yang keluar dari tangannya.


"Penderitaan ku akan berakhir...!" ucapnya tertawa lebar.


Keysa kembali mengulang menggores tangannya hinga tujuh kali, ia tidak merasakan apapun pada tangannya, ia hanya merasakan kesepian yang semakin menjadi - jadi, ia merasa hidupnya akan berakhir dan itu artinya dia tak perlu lagi menderita mulai sekarang dan tidak melihat wajah Fany yang sangat menjijikkan itu.

__ADS_1


Matanya mulai berkunang - kunang, ia merasakan matanya sudah mulai berat, dengan ceceran darah yang mengucur deras dari tangannya, dengan kekuatan yang masih tersisa ia berusaha membaringkan tubuhnya di kasur, sambil menatap langit - langit kamarnya menunggu Malaikat Izrail datang mencabut nyawanya.


Fany yang sangat mengkuatirkan Keysa, Tiba - tiba tersentak dalam tidurnya dan tanpa sengaja menyebut nama Keysa, tanpa pikir panjang ia berlari menuju Kamarnya.


"Keysa,,,"


Suara lembut yang ia dengar membuatnya menolehkan kepalanya pada Orang yang memanggilnya, lamunan tentang kematian kini sirna di telan bumi, kejadian beberapa hari pada Fany terngiang di kepalanya, ia sendiri tak habis pikir melakukan hal senekat itu, tapi jika ia benar - benar mati mungkin masalahnya akan selesai dan tak akan serumit ini.


"Keysa..." apa yang kamu lakukan, nak," ucapnya sembari berteriak.


"Biar kamu puas," jawabnya dingin.


"Tidak, aku tidak pernah menginginkan ini terjadi, nak," ujarnya sambil menutup lukanya dengan kain.


"Tak perlu menangis, itu hanya sandiwara," lirihnya.


"Keysa, Ibu menyayangimu melebihi diriku sendiri," ucapnya menangis.


"Bohong! tinggalkan Papaku kalau kamu benar - benar menyayangi ku," jawabnya sinis.


"Iya, aku akan melakukan apapun asal kamu tidak melakukan hal bodoh ini lagi," ujarnya.


________________

__ADS_1


jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman 🙏🙏


__ADS_2